MANAGED BY:
SABTU
27 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

METROPOLIS

Kamis, 17 Oktober 2013 14:22
Terdakwa Pembunuhan Berlagak Bego
PALANGKA RAYA-Sidang atas kasus pembunuhan yang menimpa Kokon, dengan terdakwa bernama  Muliadi (33) Warga Desa Linau Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas sempat terganggu.Pasalnya,  ketika dilakukan sidang pemeriksaan dua orang saksi, Kepala Desa Linau Jaya dan  istri terdakwa Rusiana Muliadi terlihat linglung. 
Pembunuhan  tersebut terjadi pada 12 April 2013 di Desa Linau Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas (Gumas).
Sidang tersebut dipimpin oleh hakim Agus Isakandar SH MH. Hadir pula Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Kuala Kurun Adi Indradi SH dan Dedi Franky SH.
Sidang tersebut akan dilanjutkan pada  Kamis depan (24/10) dengan agenda menghadirkan dua saksi lain. Adapun dakwaan JPU sebelumya adalah pelanggaran pasal 351 Ayat 3 KUHP.
Dalam kesaksiannya Jaya mengatakan, korban dibunuh Muliadi menggunakan Parang. Kepala Desa juga mengaku baru tahu persitiwa tersebut sekitar pukul 01.00.
“Saya tahu dari ipar terdakwa bahwa ada peristiwa pembunuhan terjadi. Katanya pembunuhan paka parang, kemudian saya langsung lapor Polisi,” ujar Kepala Desa Linau.
Rusiana yang juga merupakan istri pelaku mengaku tidak tahu menahu mengapa suaminya menikam korban. Tetapi pada saat kejadian dia mengatakan tahu persis kalau suaminya membacok Kokon, serta waktu itu di tangan sang suami ada pisau.
Rusianan juga mengatakan kepada Hakim mendengar suara dilantai. “Waktu itu dia terbangun karena listrik desa mati. saya tidur jam tujuh dengan terdakwa sehabis makan, tidak ada omongan tentang korban, bangun jam 01.00, aku lihat Kokon tapi sudah mati,” ungkap dia.
Lalu saksi mengatakan melihat persitiwa tereut langsung berteriak dan lari keluar rumah. “Saya langsung teriak, panggil kaka saya, dan kami ke rumah kepala desa,” tutur istri terdakwa Muliadi tersebut.
 Kepada majelis hakim saksi Rusian juga mengatakan, korban baru datang untuk mencari pekerjaan. Berhubung korban adalah teman kaka Iparnya. “Baru kenal siang tadi, malamnya dia nginap disini, katanya cari pekerjaan dengan kak ipar saya,” terangnya kepada Majelis Hakim.
Pemeriksan saksi Rusiana sedikit terkendala, karena dia tidak lancar berbahasa Indonesia. Sednagkan terdakwa Muliadi juga berlaku aneh, karena ketika ditanya Hakim mengenai keterangan saksi tersebut, dia hanya bengong.
“Kenapa kamu bingung, si Kokon sudah meninggal, kamu sakit atau berlagak bego,” ujar Hakim. (*/ono/tur)
 
 
 


BACA JUGA

Jumat, 19 November 2021 17:59

Banjir di Palangka Raya Perlahan Surut

Kondisi banjir di Palangka Raya mulai surut pada beberapa titik…

Jumat, 19 November 2021 17:54

Gubernur Kalteng Dukung Percepatan Interkoneksi Jaringan Listrik

PALANGKA RAYA-Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran terus mengupayakan…

Kamis, 18 November 2021 11:17

Karena Banjir, Seleksi CPNS Pemprov Kalteng, Peserta Boleh Memilih Lokasi CAT Terdekat

PALANGKA RAYA-Pengumuman hasil seleksi kompetensi dasar (SKD) tingkat kabupaten/kota, provinsi,…

Selasa, 16 November 2021 10:10

Pasar Kahayan Palangka Raya Kebanjiran

PALANGKA RAYA-Banjir besar yang melanda kompleks Mendawai Sosial dan Jalan…

Selasa, 16 November 2021 10:05

Perkosa Adik Ipar, Kepergok Istri, Ya Selesai Kamu....

Tindak pidana asusila kembali terjadi di Kabupaten Katingan. Seorang pria…

Senin, 15 November 2021 10:14

Terima Kasih Irjen Dedi

Hei, sampai jumpa di lain hari Untuk kita bertemu lagi…

Rabu, 10 November 2021 16:58
Sidang Tipikor “Gaji Buta” Oknum Guru

Saksi Menyebut Akses ke Sekolah Tak Memadai

DENAR/KALTENG POS SEMPAT TERKENDALA JARINGAN: Sidang dugaan korupsi oknum mantan…

Sabtu, 06 November 2021 13:38

Kaca Retak, Lion Air Batal Terbang

PALANGKA RAYA-Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 671 dengan…

Sabtu, 06 November 2021 13:36

Polemik Ahli Waris dan PT Sungai Rangit Belum Beres

PALANGKA RAYA-Kasus perusakan makam leluhur warga Desa Suka Raya dan…

Kamis, 04 November 2021 12:05
Tujuh Hari Bersama Geng Kapak, Seniman, dan Budayawan Kalteng (2/Selesai)

Tujuh Ikan Sapan (Langka) Menjadi Santapan

Berjuta cerita terekam sejauh perjalanan ke Murung Raya. Pergolakan logika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers