MANAGED BY:
SABTU
03 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Jumat, 30 September 2022 10:32
Yang Maju Pilkada Pakai Jalur Independen di Kalteng, Saatnya Bergerilya Mencari Dukungan

PALANGKA RAYA-Dalam sejarah perpolitikan di Bumi Tambun Bungai, sosok Sudarsono dan Yulhaidir pernah membuat kejutan. Keduanya berhasil menumbangkan pasangan calon (paslon) yang didukung koalisi 12 partai politik pada pesta demokrasi di Kabupaten Seruyan 2013 silam. Secara tak terduga, mereka meraup 53 % suara dan terpilih sebagai bupati dan wakil bupati.

Keberhasilan Sudarsono dan Yulhaidir memenangi pesta demokrasi lima tahunan di Seruyan melalui jalur perseorangan atau independen memotivasi figur lain. Meski masih belum ada paslon independen lagi yang berhasil mengikuti suksesi keduanya di Kalteng, tapi potensi munculnya paslon jalur perseorangan bisa terjadi pada pilkada serentak 2024 mendatang. Baik yang maju di pilkada kabupaten/kota sebagai bupati dan wali kota maupun pemilihan gubernur dan wakil gubernur.

Pada pesta demokrasi di Kalteng, sudah banyak calon yang maju melalui jalur perseorangan. Menurut mantan Ketua KPU Kalteng Prof Dr H Ahmad Syar’I, jalur independen merupakan kesuksesan pemilu negara demokrasi dengan adanya calon yang maju bermodal dukungan masyarakat. Seperti saat pemilihan Wali Kota Palangka 2018 lalu. Pasangan Rusliansyah-Rogas maju melalui jalur independen, walaupun akhirnya gagal. Di Kabupaten Murung Raya (Mura), pada pilkada 2018 lalu muncul pasangan Syapuani-Dihasbi dari jalur perorangan.

Prof Syar’i mengatakan, untuk pilkada yang akan diselenggarakan pada 2024 nanti, khususnya pada pemilihan kepala daerah Kalteng, pasti akan ada paslon yang maju melalui jalur independen. Apabila jalur ini digarap dengan sungguh-sungguh, tentu bisa menjadi sebuah peluang. Karena berkaca pada pilkada 2013 di Kabupaten Seruyan, pasangan Sudarsono-Yulhaidir yang maju melalui jalur independen justru bisa menang telak dalam pemilihan.

“Kelebihan jalur ini, pasangan calon bisa lebih awal mempersiapkan diri, untuk mendapatkan dukungan hanya perlu mengumpulkan KTP dan meminta tanda tangan warga yang ditemui langsung,” ucap Prof Ahmad Syar’i.

Ia menambahkan, bagi figur yang serius maju melalui jalur perseorangan, maka dari sekarang sudah bisa mulai bergerilya mencari dukungan dan mempersiapkan segala persyaratan. Untuk maju pun tidak perlu mengeluarkan banyak modal, karena masyarakat tentu akan mendukung figur yang memang diinginkan. Dengan tim yang tidak banyak personel pun sudah bisa mengumpulkan fotokopi KTP dan tanda tangan pernyataan dukungan.

“Dengan tim yang tidak banyak, saya pikir modal yang dikeluarkan hanya bertitik pada uang operasional, sedangkan untuk mendatangi warga, cukup membawa mesin fotokopi kecil, maka sudah bisa mengumpulkan fotokopi KTP warga sekaligus tanda tangannya,” ucap Achmad Syar’i.

Dikatakannya, paslon yang maju melalui jalur perseorangan tidak memiliki janji politik dengan partai politik. Hal ini menjadi kelebihan dibandingkan paslon yang maju melalui jalur partai. Meski demikian, ada pula kekurangan. Paslon independen yang memiliki tim ala kadar dituntut lebih ekstra dalam menarik dukungan masyarakat. Bahkan terkadang paslonnya pun harus turun tangan.

“Setelah berhasil memenuhi syarat untuk maju, kiranya baru membentuk tim yang lebih besar lagi untuk membantu kampanye nantinya,” ucapnya.

Terpisah, Sudarsono membagikan pengalamannya kala berhasil menjadi orang nomor satu di Seruyan. Dikatakannya, saat itu kondisi politik masih dalam pengaruh kuat kepemimpinan sebelumnya.

“Kami sudah memprediksi bahwa semua partai pada waktu habis untuk mengusung satu pasangan, itu menjadi latar belakang pertama, dan fenomena selanjutnya terletak pada masyarakat yang menginginkan perubahan dari dominasi penguasa saat itu, itulah yang mendorong kami untuk maju walaupun melalui jalur independen,” kata H Sudarsono di Ruang Komisi II DPRD Kalteng.

Saat itu, H Sudarsono yang kini menjadi kader Partai Golkar masih bergerak di lembaga-lembaga sosial seperti pendidikan. Otomatis ia sering berhadapan langsung dengan masyarakat yang belum terkontaminasi dengan kepentingan politik. Dari situlah ia terdorong dan makin yakin untuk maju pada pilkada kala itu.

Sudarsono beserta tim diminta untuk mengumpulkan KTP dan tanda tangan 10.100 pendukung. Untuk itu, saat ia bersama tim berkunjung ke desa-desa yang ada di Seruyan, selalu membawa serta genset dan mesin fotokopi portable.

Setelah berkas dukungan berhasil dikumpul, ia pun bisa masuk dalam bursa pilkada saat itu. Ia mengaku, tidak banyak modal yang dikeluarkan saat itu bersama pasangannya, Yulhaidir. Keduanya berani maju karena adanya dorongan kuat dari masyarakat. Kebetulan saat itu hanya ada dua kontestan pilkada, yakni paslon H Ahmad Ruswandi-H Sutrisno dan Sudarsono-Yulhaidir.

Akhirnya Sudarsono dan pasangannya berhasil terpilih sebagai bupati dan wakil bupati dan berhasil memecahkan rekor Muri. Rekor itu didapatkan atas kemenangan terhadap calon lain yang memiliki dukungan partai terbanyak, yakni 12 partai. Kala itu mereka unggul dengan mengantongi 42.226 suara, sementara lawan politik hanya mendapat 36.478 suara. Jadi totalnya sebanyak 78.704 suara.

Saat ini Sudarsono duduk di kursi DPRD Kalteng dari dapil II setelah mengalami kekalahan pada pilkada 2018 lalu. Disinggung soal kemungkinan maju lagi pada pilkada 2024 nanti, Sudarsono menyebut menunggu instruksi saja.

“Saya sih menunggu instruksi saja, karena saya sudah menjadi kader Partai Golkar,” ucap pria kelahiran tahun 1965 silam. (*irj/ce/ala)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 24 November 2022 10:29

Food Estate di Kalteng Dikritik, Alsintan Mangkrak dan Tidak Ada Hasil

Komisi IV DPR RI kritik program Kementerian Pertanian (Kementan) soal…

Kamis, 24 November 2022 10:10

Sungai Balangan Meluap, Satu Orang Meninggal Dunia Tenggelam

Duka menyeruak di tengah bencana banjir di Kabupaten Hulu Sungai…

Senin, 21 November 2022 14:43

Wali Kota Palangka Raya Pastikan Kebutuhan Pengungsi Banjir Terpenuhi

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin bersama jajaran TNI dan…

Jumat, 18 November 2022 14:51

Gubernur Beberkan Alasan Pengurangan Kuota Tenaga Kontrak di Kalteng

Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran telah mengeluarkan surat edaran…

Jumat, 18 November 2022 14:40

Kasus Persetubuhan Terungkap, Pelaku dan Korban Bikin Miris

Miris dan memprihatinkan. Perkara persetubuhan terjadi di Kecamatan Kapuas Timur,…

Selasa, 15 November 2022 11:25

Tiga Penambang Emas di Kapuas Tewas Tertimbun Longsor

Tiga penambang lokal tewas akibat tertimbun longsoran tanah dari galian…

Kamis, 10 November 2022 09:58

Pengangguran Terbuka Kalteng Capai 4,26 Persen di Agustus 2022

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) merilis terkait…

Kamis, 10 November 2022 09:56

BERAT SEKALI HIDUPNYA...? Pemuda di Palangka Raya Tenggak Miras Oplosan dan Pecahan Kaca, Ya Dibawa ke IGD

Warga Jalan Pelatuk I Kota Palangka Raya, mendadak heboh, Selasa…

Kamis, 10 November 2022 09:28
Kanwil Kemenag Setuju Usia Jemaah Tidak Dibatasi

Kalteng Usul Tambah 1.000 Kuota Haji

PALANGKA RAYA-Kabar baik untuk masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng). Tahun depan,…

Kamis, 10 November 2022 09:27
Beruntung Parang Tertinggal di Kamar

Rekonstruksi Pembunuhan Pasutri, 25 Adegan Diperagakan

PALANGKA RAYA-Kasus pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) Ahmad Yendi (46)…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers