MANAGED BY:
JUMAT
19 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Selasa, 05 Juli 2022 12:16
Aset Tanah 10 Hektare Diklaim Warga, RRI Tempuh Jalur Hukum
Kuasa Hukum RRI Esa Mahdika (baju putih) saat memperlihatkan bukti sertifikat kepemilikan aset negara RRI Palangka Raya. (SYAHYUDI)

Aset tanah seluas 10 hektare milik negara yang dipergunakan oleh RRI Palangka Raya, yang berada di Jalan Tjilik Riwut Km 3, diklaim oleh warga. Menanggapi hal tersebut, Anggota Dewan Pengawas LPP RRI Enderiman Butar Butar mengatakan, terkait masalah aset RRI di seluruh Indonesia memang banyak terjadi adanya pengakuan-pengakuan kepemilikan.

Salah satu contohnya di Palangka Raya ada sekitar 10 hektar tanah di KM 3, diakui oleh warga. "Tetapi perlu diketahui, bahwa aset milik negara tersebut,  sudah dipergunakan oleh RRI Palangka Raya sejak tahun 1976, sebagai tempat pemancar radio. Sampai saat ini pun di lokasi juga ada berdiri tower milik RRI Palangka Raya," ucapnya, Senin 4/7). Selain itu, aset tanah tersebut sudah ada sertifikat. Jika akhir-akhir ini ada yang mengaku itu adalah aset mereka, tentu perlu diluruskan. Sebab aset ini merupakan milik negara, jadi jangan sampai ada orang lain atau mafia tanah yang mengakui tanah tersebut sebagai tanah miliknya.

"Kami dari RRI akan menempuh jalur hukum, yakni akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, dan juga ke Mahkamah Agung untuk melaporkan bahwa itu adalah milik negara yang telah diatur dalam undang-undang nomor 1 tahun 2004. Tidak bisa sewenang-wenang ada yang mengklaim kepemilikannya," tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum RRI Esa Mahdika mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan aparat setempat, terkait dengan penyelesaian permasalahan aset negara yang di kelola oleh LPP RRI Palangka Raya tersebut. "Pada prinsipnya kehadiran kami di Kota Palangka Raya ini adalah untuk mendukung proses hukum terkait permasalahan aset negara milik RRI. Kami berharap kepada instansi, maupun lembaga negara, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum agar mengambil tindakan tegas dan bijak untuk menyelesaikan permasalahan," pungkasnya. (prokalteng)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 Agustus 2022 16:10

735 Napi di Kotim Dapat Remisi HUT Kemerdekaan RI

SAMPIT – Sebanyak 735 orang narapidana atau Warga Binaan Pemasyarakatan…

Minggu, 14 Agustus 2022 18:16

Sambut HUT RI, Komunitas PESAT Gowes Sambil Bagi-bagi Sembako

PALANGKA RAYA - Menyambut dan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI dilakukan…

Kamis, 11 Agustus 2022 16:34

Halikinnor Akui Penegakan Disiplin ASN Kotim Tak Maksimal

SAMPIT – Penegakan disiplin terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya di…

Kamis, 11 Agustus 2022 14:25

Banjir di Tewang Sangalang Garing Mulai Surut

KASONGAN – Bencana banjir di Kecamatan Tewang Sangalang Garing sudah mulai…

Rabu, 10 Agustus 2022 13:06

Eks Bendahara Disdik Katingan Minta Bebasl

Sidang dugaan korupsi penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik…

Selasa, 09 Agustus 2022 18:40

Pemkab Kotim Usulkan 1000 PPPK Untuk Tiga Formasi

SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengajukan formasi perekrutan…

Selasa, 09 Agustus 2022 18:25

Banjir di Katingan Telan Korban Jiwa Bayi Usia 11 Bulan

KASONGAN- Bayi yang baru berusia 11 bulan di Desa Dehes…

Selasa, 09 Agustus 2022 15:16

Festival Nariuk Lestarikan Budaya Tradisional Masyarakat Barito Timur

TAMIANG LAYANG – Festival Nariuk yang digelar di Desa Pulau Patai, Kecamatan…

Senin, 08 Agustus 2022 10:25

Banjir Mulai Menghantui Katingan, Bupati: Tingkatkan Kewaspadaan

Ancaman banjir pun mulai menghantui beberapa wilayah di Kabupaten Katingan.…

Senin, 08 Agustus 2022 10:24

Mayat Itu Diperkirakan Sudah Sebulan di Sungai Kahayan

Saat ini mayat tanpa identitas yang ditemukan di Sungai Kahayan,…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers