MANAGED BY:
KAMIS
30 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Jumat, 20 Mei 2022 14:42
Wabah Tungro Mengancam Kawasan Food Estate Kalteng

Mewabah di Enam Kecamatan, Ratusan Hektare Sawah Sudah Diserang

KUALA KAPUAS-Petani di enam kecamatan yang ada di Kabupaten Kapuas sedang mencemaskan lahan pertanian. Bagaimana tidak? Kawasan yang masuk program food estate tersebut saat ini sedang diserang hama tungro yang menyebabkan tanaman padi rusak. Jika tidak segera ditangani, wabah akan terus meluas. Tidak tertutup kemungkinan produksi pertanian di lumbung pangan pun terancam menurun.

Penyakit tungro disebabkan infeksi ganda dari rice tungro bacilliform virus (RTBV) dan rice tungro spherical virus (RTSV). Kedua virus (RTBV dan RTSV) penyebab tungro ditularkan oleh wereng ke tanaman. Dampak dari serangan hama ini adalah menyebabkan tanaman jadi kerdil, anakan sedikit, terjadi diskolorasi daun yang bergradasi dari kuning hingga jingga, pertumbuhan akar terhambat, serta bulir gabah kecil dan kosong.

Dinas Pertanian (Distan) Kapuas menyebut ada enam kecamatan yang sedang dilanda wabah tungro ini. Keenam kecamatan itu mencakup Kapuas Timur, Tamban Catur, Dadahup, Kapuas Kuala, Kapuas Murung, dan Pulau Petak. Beberapa desa di enam kecamatan itu merupakan wilayah yang masuk dalam program food estate.

Kabid Produksi Distan Kabupaten Kapuas Edy Dese mengatakan, pada periode pengamatan Minggu (1/5) hingga Minggu (15/5), terlihat ada penyebaran penyakit tungro pada tanaman padi petani di enam kecamatan itu. “Dari 39.131,2 hektare (ha) luasan tanam se-Kabupaten Kapuas, ada sekitar 703,5 hektare yang terserang penyakit tungro,” beber Edy, Kamis (19/5).

Luas lahan yang terserang penyakit ini di Tamban Catur seluas 538 hektare, Kapuas Timur seluas 115 ha, Kapuas Kuala 32 ha, Pulau Petak 17,5 ha, Dadahup 3 ha, dan Kapuas Murung 1 hektare.

“Agar hama ini tidak meluas, kami melakukan gerakan pengendalian,” ucapnya.

Namun, Distan Kapuas tidak memberi jawaban ketika ditanya apakah area yang terdampak penyakit tungro ini masuk kawasan food estate. Pihak distan tidak mau menjabarkan dan terkesan cenderung tidak mau berkomentar. Namun, mereka mengakui bahwa penyebaran penyakit tungro ini sudah terjadi di enam kecamatan.

Wabah tungro yang menyerang tanaman padi di wilayah Kapuas juga mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kalteng Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng V (meliputi Kapuas dan Pulang Pisau) H Muhajirin.

Menurutnya, walaupun program food estate merupakan program nasional yang digagas pemerintah pusat, tapi pelaksananya adalah petani di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau.

“Karena tanaman padi ini diserang wabah tungro, maka kita tidak perlu melihat ini program siapa, karena yang jadi korban adalah rakyat, harus ada tanggung jawab bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Kalteng, terutama dinas pertanian sebagai leading sector-nya,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat, politikus Partai Demokrat Kalteng ini berharap agar pemerintah segera menurunkan tim untuk memastikan kondisi yang terjadi di lapangan, sehingga bisa melakukan penanganan sedini mungkin.

“Kami harapankan agar persebaran hama ini tidak meluas. Jadi harus ada penanganan cepat, supaya masyarakat khususnya petani tidak mengalami kerugian,” harapnya.

Anggota DPRD Kalteng lainnya, dr Niksen S Bahat juga menambahkan, untuk mengatasi wabah tungro ini, Pemkab Kapuas melalui dinas pertanian harus bertindak cepat untuk penanganannya. Koordinasi dan kerja sama dengan Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalteng harus dilakukan, agar bisa bersama-sama menanggulangi wabah ini.

“Mesti ada jaminan terkait ketersediaan pestisida dan pengadaan bibit tanaman padi untuk penanaman kembali di lahan yang rusak karena wabah ini,” tegasnya.

Perlu ada kerja sama Pemerintah Kabupaten Kapuas dan Pemprov Kalteng dalam mengatasi persoalan ini, sehingga wabah tidak menyebar ke daerah lainnya. Apalagi Kabupaten Kapuas termasuk dalam wilayah pengembangan food estate.

Sebelumnya, Anggota DPRD Kapuas H Ahmad Baihaqi membeberkan, luas lahan persawahan yang terancam penyakit tungro sekitar 3.000 ha di Tamban Catur dan 4.000 ha di wilayah Kapuas Timur.

Karena penyakit ini sangat berpengaruh terhadap produksi padi petani, Ahmad Baihaqi mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas melalui dinas pertanian (distan) bergerak cepat untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi para petani saat ini.

“Wabah tungro ini akan mengancam hasil produksi petani nantinya, jika penyakit pada tanaman padi ini tidak segera ditangani, akan sangat merugikan para petani. Jadi dengan apapun caranya, segera hentikan penyebaran wabah ini,” tegasnya.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) V ini mengakui bahwa wilayah Tamban Catur, Kapuas Kuala, dan Kapuas Timur merupakan daerah penghasil padi. Karena itu, ada keprihatinan yang muncul setelah mengetahui kondisi yang dihadapi para petani saat ini yang dilanda kekhawatiran akibat ancaman penularan penyakit pada tanaman padi.

“Jangan sampai petani kita mengalami kerugian akibat serangan hama tungro ini,” tegasnya.

Secara teknis, lanjutnya, permasalahan ini menjadi ranahnya Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kapuas. Distan berwenang dan punya tanggung jawab untuk mengatasi penyebaran penyakit tungro agar tidak meluas. “Segera ambil langkah, karena dampaknya besar bagi masyarakat, khususnya petani,” tuturnya. (alh/nue/ce/ala)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 28 Juni 2022 19:20

Mantan Kabid di Disdik Kalteng Divonis 4 Tahun Penjara

PALANGKA RAYA -  Majelis Hakim Pengadilan Tindak pidana korupsi Palangka…

Senin, 27 Juni 2022 10:33

3 Hakim PN Pulang Pisau Dilaporkan ke Komisi Yudisial

Tiga Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pulang Pisau (Pulpis), dilaporkan ke…

Minggu, 26 Juni 2022 19:09

Erick Thohir Dominasi Usulan DPD PAN se Kalteng sebagai Capres 2024

PALANGKA RAYA - Mayoritas pengurus DPD PAN di 14 kabupaten/kota…

Sabtu, 25 Juni 2022 13:09

Suplai Sapi Digantung Birokrasi

PALANGKA RAYA-Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak…

Sabtu, 25 Juni 2022 13:08

Kalteng Surplus Hewan Ternak Kurban

Menjelang hari raya Iduladha Juli mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng…

Sabtu, 25 Juni 2022 13:07
Vaksin Ternak Telah Tiba, Sapi Jokowi Disuntik Perdana

Vaksin Datang, Sapi Langsung Disuntik

Guna mencegah makin meluasnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK)…

Jumat, 24 Juni 2022 12:37

Waduh! Palangka Raya Alami Kenaikan Kasus Covid-19

Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi…

Jumat, 24 Juni 2022 12:36

Hanya Tercemar Ringan, Air Sungai Kahayan Dinilai Masih Aman

Air Sungai Kahayan di wilayah Kabupaten Pulang Pisau tercemar. Namun…

Kamis, 23 Juni 2022 12:23

Merasa Dilecehkan di Atas Panggung, Penyanyi Dangdut Lapor Polisi

Merasa harga dirinya direndahkan saat menyanyi di atas panggung, biduan…

Rabu, 22 Juni 2022 13:22

BISA BERBAHAYA! Sungai Lamandau Diduga Tercemar Limbah

Ribuan ikan di Sungai Lamandau, tepatnya di Desa Kujan ditemukan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers