MANAGED BY:
KAMIS
30 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Selasa, 17 Mei 2022 10:52
Wabah PMK Berpotensi Picu Inflasi, Swasta Bantu Suplai Stok Daging Sapi

PALANGKA RAYA-Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) diperkirakan akan memicu inflasi di Kalteng. Karena itu pemerintah didesak segera mengambil kebijakan untuk menyiasati agar perekonomian tetap berjalan baik. Salah satunya dengan memastikan ketersediaan kebutuhan hewan ternak.

Pengamat Ekonomi Miar mengatakan, di satu sisi pemerintah harus segera bertindak dan melindungi konsumen, karena wabah PMK juga berkaitan dengan kesehatan manusia. Jangan sampai daging yang beredar di masyarakat adalah daging berkualitas buruk dan membahayakan kesehatan manusia. Pada sisi lain, pemerintah juga harus mengambil langkah agar kebutuhan daging tetap terpenuhi. Hal ini juga berdampak kepada para pelaku usaha, baik peternak, pedagang daging, maupun pengusaha rumah makan.

“Tentu adanya wabah ini akan berpengaruh terhadap para pengusaha ternak,” katanya saat dibincangi, Minggu sore (15/5). Lebih lanjut dikatakannya, berdasarkan hukum permintaan pasar, apabila makin sedikit barang, maka harga akan makin naik. Tentunya wabah ini akan berdampak pada pengusaha rumah makan yang memerlukan daging sebagai bahan dasar pengolahan makanan.

“Contohnya para pengusaha di bidang kuliner, mereka akan kesulitan menentukan harga penjualan makanan karena tingginya harga daging,” tutur dosen senior Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Palangka Raya (UPR) ini.

Dikatakannya, pemerintah harus tegas dalam mengawasi peredaran hewan ternak di Kalteng ini. Jangan sampai hewan-hewan ternak terkontaminasi. Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat akan daging dan susu, maka pemerintah harus mencari dan menemukan daerah yang belum terkontaminasi untuk memasoknya ke Kalteng.

“Pemerintah harus gerak cepat dan serius, jika memang sudah menutup pintu suplai daging dari daerah yang terkontaminasi penyakit ini, maka harus segera menemukan daerah lain yang masih bebas dari penyakit ini untuk dijadikan pemasok,” ujarnya.

Apabila terjadi kekurangan pasokan daging dan susu, selain berdampak pada inflasi, juga akan berdampak pada perekonomian masyarakat yang bergerak di bidang usaha kuliner maupun pedagang daging dan susu di pasar. Pemerintah harus bisa mengambil kebijakan sebelum peredaran penyakit makin meluas.

“Berkenaan dengan wabah penyakit ini, harus ditangani dengan serius, karena menyangkut dengan kesehatan dan juga perekonomian masyarakat, apabila terpaksa harus diimpor dari luar negeri seperti Australia, kenapa tidak,” pungkasnya.

Sementara itu, Kotawaringin Barat (Kobar) yang menjadi salah satu pintu masuk sapi diduga terpapar wabah PMK, saat ini sudah melakukan antisipasi. Salah satunya dengan rutin melakukan penyemprotan kandang ternak sapi warga, agar bisa menekan potensi penularan virus.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kobar Rosehan Pribadi melalui Sekretaris DPKH Haryo Prabowo mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait dan berkomunikasi dengan Balai Veteriner, Balai Karantina Pertanian Kalteng, dan Dinas TPHP untuk menentukan langkah dan tindakan ke depan.

“Kami berharap agar PMK bisa ditangani serta diantisipasi dengan baik, sehingga nantinya bisa mengambil langkah tepat dan bisa meminimalkan penyebaran virus. Kami sudah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi dan untuk penanganan lebih lanjut,” sebutnya.

Berkaitan dengan stok daging di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, sejauh ini dipastikan aman. “Melalui komunikasi dengan pihak-pihak terkait, kami optimistis persediaan daging tetap aman," ucapnya.

Apalagi setelah munculnya wabah, lanjutnya, pemerintah langsung berkoordinasi dengan salah satu perusahaan lokal yang bisa membantu persediaan daging atau hewan ternak sapi, yakni sekitar 400 ternak per hari. Sedangkan dalam rangka persiapan menyambut hari raya Iduladha nanti, diperkirakan mencapai 1.200 ekor sapi.

“Insyallah apa yang kami persiapkan bersama pemerintah daerah mampu membantu mengamankan stok daging. Alhamdulillah ada perusahaan lokal yang mempersiapkan hewan ternak sapi demi memastikan stok daging untuk kebutuhan masyarakat,” tuturnya. (kaltengpos)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 28 Juni 2022 19:20

Mantan Kabid di Disdik Kalteng Divonis 4 Tahun Penjara

PALANGKA RAYA -  Majelis Hakim Pengadilan Tindak pidana korupsi Palangka…

Senin, 27 Juni 2022 10:33

3 Hakim PN Pulang Pisau Dilaporkan ke Komisi Yudisial

Tiga Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pulang Pisau (Pulpis), dilaporkan ke…

Minggu, 26 Juni 2022 19:09

Erick Thohir Dominasi Usulan DPD PAN se Kalteng sebagai Capres 2024

PALANGKA RAYA - Mayoritas pengurus DPD PAN di 14 kabupaten/kota…

Sabtu, 25 Juni 2022 13:09

Suplai Sapi Digantung Birokrasi

PALANGKA RAYA-Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak…

Sabtu, 25 Juni 2022 13:08

Kalteng Surplus Hewan Ternak Kurban

Menjelang hari raya Iduladha Juli mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng…

Sabtu, 25 Juni 2022 13:07
Vaksin Ternak Telah Tiba, Sapi Jokowi Disuntik Perdana

Vaksin Datang, Sapi Langsung Disuntik

Guna mencegah makin meluasnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK)…

Jumat, 24 Juni 2022 12:37

Waduh! Palangka Raya Alami Kenaikan Kasus Covid-19

Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi…

Jumat, 24 Juni 2022 12:36

Hanya Tercemar Ringan, Air Sungai Kahayan Dinilai Masih Aman

Air Sungai Kahayan di wilayah Kabupaten Pulang Pisau tercemar. Namun…

Kamis, 23 Juni 2022 12:23

Merasa Dilecehkan di Atas Panggung, Penyanyi Dangdut Lapor Polisi

Merasa harga dirinya direndahkan saat menyanyi di atas panggung, biduan…

Rabu, 22 Juni 2022 13:22

BISA BERBAHAYA! Sungai Lamandau Diduga Tercemar Limbah

Ribuan ikan di Sungai Lamandau, tepatnya di Desa Kujan ditemukan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers