MANAGED BY:
RABU
29 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

NASIONAL

Senin, 16 Mei 2022 12:01
KPK Selidiki 396 Laporan Gratifikasi Idulfitri 1443 H
Ipi Maryati

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima laporan 395 barang atau objek gratifikasi yang berkaitan dengan Hari Raya Idulfitri, dengan nilai taksir mencapai Rp 274.117.519. Sejumlah laporan tersebut terdiri dari 367 laporan penerimaan dan 28 laporan penolakan gratifikasi. “Saat ini barang-barang yang dilaporkan tersebut sebagian telah diterima KPK, dan sebagian lainnya sedang proses dikirimkan oleh para pihak pelapor,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang pencegahan, Ipi Maryati dalam keterangannya, Minggu (15/5).

Ipi menjelaskan, laporan tersebut terdiri dari tujuh objek berupa cindera mata atau plakat dengan nilai taksir Rp 4.350.000; 268 objek berupa karangan bunga, makanan, dan minuman dengan nilai taksir Rp 153.736.899; sembilan objek berupa uang, voucher, logam mulia dengan nilai taksir Rp 32.290.000; serta 111 objek dalam bentuk lainnya dengan nilai taksir Rp 83.740.620. 

Dia memastikan, KPK sampai saat ini masih terus menerima laporan gratifikasi lainnya, dan akan disampaikan perkembangannya kepada masyarakat. KPK menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah melaporkan penerimaan maupun penolakan gratifikasi tersebut. Hal ini sebagai langkah awal untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi. Pelaporan ini merupakan imbauan KPK melalui Surat Edaran No. 09 Tahun 2022 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi terkait Hari Raya. Karena itu, KPK terus mengajak masyarakat untuk menghindari praktik Gratifikasi, baik sebagai pemberi maupun penerima, karena gratifikasi bisa termasuk dalam tindak pidana korupsi.

“Jika karena kondisi tertentu, seorang pegawai negeri atau penyelenggara negara tidak dapat menolak gratifikasi maka wajib melaporkan kepada KPK paling lambat 30 hari kerja sejak gratifikasi diterima,” pungkas Ipi. Informasi terkait mekanisme dan formulir pelaporan atas penerimaan gratifikasi dapat diakses melalui tautan https://gratifikasi.kpk.go.id atau menghubungi layanan informasi publik KPK pada nomor telepon 198. (jpc)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 25 Juni 2022 11:37

KPK Mulai Penyidikan Kasus Korupsi Mardani H Maming

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan telah menyerahkan surat perintah dimulainya…

Minggu, 19 Juni 2022 18:13

Bareskrim Sita Uang Rp1,5 Miliar dari Tiga Klub Sepak Bola

BARESKRIM Mabes Polri telah menyita uang total senilai Rp 23…

Kamis, 19 Mei 2022 15:12

Survei SMRC: 76,7 Persen Warga Puas Atas Kinerja Presiden Jokowi

KEPUASAN publik atas kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalami peningkatan…

Senin, 16 Mei 2022 12:01

KPK Selidiki 396 Laporan Gratifikasi Idulfitri 1443 H

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima laporan 395 barang atau objek…

Jumat, 22 April 2022 16:08

IndiHome Utamakan Kepuasan Pelanggan dengan Berbagai Inovasi

Jakarta- Komitmen IndiHome memberikan layanan internet terbaiknya bagi masyarakat Indonesia…

Senin, 04 April 2022 11:36
Berkah Buat Mereka, Derita Buat Rakyat

HELEHHH...!! Saat Harga Pertamax Naik, Gaji Direksi- Pegawai Pertamina Juga Naik

Di saat harga BBM naik, justru gaji direksi dan pegawai…

Jumat, 25 Maret 2022 11:16

11 Tahun Menikah, Suharso Monoarfa Ceraikan Istri Keduanya

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas sekaligus Ketua Umum PPP,…

Selasa, 22 Februari 2022 09:30

DUKA..!! Pesantren di Karawang Terbakar, Delapan Santri Tewas

Kepolisian Resor Karawang menyatakan, delapan santri Pondok Pesantren Miftahul Khoirot…

Selasa, 24 Agustus 2021 11:14

57 Pegawai KPK Terus Melawan

JAKARTA – Polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) di Komisi Pemberantasan…

Senin, 06 April 2020 10:10

Ke Luar Rumah Wajib Pakai Masker

TARGET rapid test gagal terpenuhi. Pemetaan kasus pun kandas. Dampaknya,…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers