MANAGED BY:
RABU
18 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 01 Maret 2022 12:11
Perjalanan Umrah di Tengah Merebaknya Varian Omicron
Salat Magrib Berjemaah di Masjid Pertama yang Dibangun Rasulullah
SALAT DI MASJID QUBA: Jemaah PT Raihan Alya Tour singgah di Masjid Quba melaksanakan salat Magrib berjamaah.

Rasa lelah menjalani penerbangan kurang lebih selama 10 jam dari Indonesia ke Arab Saudi hilang seketika. Meskipun harus wajib karantina, jemaah mendapat kesempatan melaksanakan salat berjamaah di masjid pertama di dunia. Masjid yang dibangun oleh Rasulullah SAW. Masjid itu adalah Masjid Quba.

 

 

HUSRIN A LATIF, Madinah

 

ALHAMDULILLAH rombongan tiba dengan selamat di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Kota Madinah. Ustaz HM Al-Ghifari terus mewanti-wanti jemaah untuk selalu taat protokol kesehatan (prokes). Salah Masker diusahakan tidak dilepas. Karena aturan di Arab Saudi sangat ketat. Bahkan denda bagi yang melanggar bisa mencapai puluhan juta kalau dirupiahkan.

"Ingat ya bapak ibu jemaah sekalian. Jangan dibuka (maskernya, red) selama berada di bandara ya, karena aturan di Madinah sangat ketat," pinta Ghifari.

Keluar dari pintu pesawat, petugas bandara langsung mengarahkan masuk menuju ruangan untuk diproses imigrasi. Selesai proses di imigrasi Arab Saudi, saya dan rombongan diarahkan menuju bus yang sudah terparkir di halaman bandara. Ada empat bus yang menjemput kami untuk dibawa ke lokasi karantina. Saya tergabung di bus 3 bersama 45 jemaah.

Jemaah di dalam bus 3 ada satu orang pendamping atau muthawif. Ia bernama Yasir Habibi. "Selama bapak dan ibu di sini (Madinah, red) sampai umrah ke Makkah nanti ulun (saya, red) yang akan mendampingi," ucap Yasir mengenalkan diri.

Yasir adalah pria asal Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (Barat). Sersebut biasa memandu jemaah asal Kalteng dan Kalsel. Cara bertuturnya menggunakan bahasa Banjar cukup fasih.

"Kepada seluruh jemaah, tolong diingat ya, bus yang di bandara ini tidak hanya membawa kita ke lokasi karantina saja, tapi selama di Madinah dan perjalanan menuju ke Makkah tetap menggunakan bus ini. Jadi ulun (saya, red) ingatkan kepada jemaah jangan salah masuk bus ya," kata Yasir Habibi berdiri di dekat sopir bus.

Sepanjang perjalanan menuju lokasi karantina. Yasir Habibi yang membuka pertemuan ini dengan memperkenalkan dirinya tersebut, langsung memimpin jemaah mengumandangkan salawat kepada Rasulullah SAW.

"Allahumma sali ala Muhammad wa'ala Ali Muhammad," ucap Yasir mengucapkan salawat kepada Baginda Rasulullah SAW dan diikuti para jemaah.

Sepanjang kiri kanan perjalanan, terlihat tanah dan bukit berbatu yang gersang dan tandus. Tidak ada tumbuhan di atasnya. Di beberapa titik terlihat hamparan kebun kurma. Lalu lintas yang dilewati juga tidak terlalu padat. Cukup lancar perjalanan pertama kami di Kota Madinah.

Di dalam bus, Yasir Habibi juga menceritakan riwayat singkat tentang Rasulullah SAW. Salah satunya sejarah Masjid Quba. Masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW saat hijrah dari Makkah ke Madinah. Dibangun di atas kebun kurma seluar 1.200 meter persegi.

"Nanti bapak dan ibu semua, kita akan singgah di Masjid Quba. Kita akan melaksanakan salat magrib di Masjid Quba," kata Yasir Habibi.

Kurang dari 20 menit perjalanan dari Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, empat menara Masjid Quba sudah terlihat dari kejauhan. "Itu Masjid Quba bapak ibu," ucap Muthawif Yasir Habibi sembari menunjuk bangunan yang terletak di sebelah kiri dari arah bandara tersebut.

Tidak berapa lama, akhirnya kami tiba di Masjid Quba. Banyak jemaah dari berbagai negara singgah untuk melaksanakan salat di masjid yang memiliki empat menara tinggi tersebut. Yasir Habibi juga menyampaikan keistimewaan ketika menjalankan ibadah di Masjid Quba.

 

 

"Siapa yang menjalankan salat di Masjid Quba, maka pahalanya sama dengan pahala melaksanakan ibadah umrah. Jadi bapak ibu jemaah semuanya, manfaatkan waktu yang ada ini dengan sebaik-baiknya," kata Yasir Habibi sesaat sebelum bus kami terparkir dengan sempurna di halaman Masjid Quba.

Bus kami pun diparkir di halaman masjid. Lokasi parkir penuh dengan mobil dan bus. Empat bus jemaah rombongan PT Raihan Alya Tour diparkir berjejer menghadap ke arah Masjid Quba. Kemudian satu persatu jemaah turun dari bus. Rombongan diarahkan menuju lokasi untuk bersuci mengambil wudu, setelah itu berjalan menuju ke dalam masjid.

Di pintu masuk Masjid Quba ada dua petugas tampak berjaga. Setiap jemaah yang masuk diminta menunjukkan Tawakalna, aplikasi pedulilindungi milik Arab Saudi. Ketika giliran rombongan kami yang masuk, tidak perlu mengeluarkan ponsel seperti jemaah lokal lain. Petugas hanya melihat id card yang menggantung di leher. Id card jemaah dari PT Raihan Alya Tour. Setelah melihat id card tersebut, kami diperbolehkan langsung masuk.

Tidak lama azan Magrib pun berkumandang. Ketika itu jemaah bagian dalam Masjid penuh. Saya dan rombongan mendapat shaf salat di barisan tengah. Shaf salat diberikan tanda garis berwarna putih untuk menjaga jarak antarjemaah.

Selesai melaksanakan salat Magrib berjemaah di Masjid Quba. Seluruh jemaah kembali berkumpul di halaman masjid yang secara kasat mata seluas satu setengah lapangan sepak bola. Di pekarangan masjid tidak hanya untuk parkir kendaraan saja, banyak lapak pedagang yang menjual kurma, tasbih. Sebagian rombongan kami pun ada yang didatangi pedagang menawarkan barang jualan. Dalam menjual dagangannya, mereka tidak hanya menerima mata uang Riyal (mata uang Arab Saudi) saja, namun rupiah tetap diterima.

"Kurma lima puluh ribu satu kilogram," ucap pria Arab menawarkan dalam bahasa Indonesia cukup pasih kepada rombongan jemaah kami.

"Halal. Halal. Halal," kata pria Arab tersebut menyatakan sepakat dengan jemaah yang membeli kurma dengan uang Rp50 ribu.

Sebagian jemaah terlihat ada yang membeli dagangan kurma. Sedangkan sebagian lagi ada yang memilih langsung masuk ke dalam bus, bersiap-siap menuju lokasi karantina. "Bapak dan ibu nanti dikarantina di Hayah Hotels. dekat saja dengan Masjid Nabawi," kata Yasir Habibi. (ram)


BACA JUGA

Selasa, 01 Maret 2022 12:12
Perjalanan Umrah di Tengah Merebaknya Varian Omicron

Tak Bisa ke Masjid, Salat Jemaah di Selasar Kamar Hotel

Setelah beranjak dari Masjid Quba, rombongan langsung menuju lokasi karantina.…

Selasa, 01 Maret 2022 12:11
Perjalanan Umrah di Tengah Merebaknya Varian Omicron

Salat Magrib Berjemaah di Masjid Pertama yang Dibangun Rasulullah

Rasa lelah menjalani penerbangan kurang lebih selama 10 jam dari…

Selasa, 01 Maret 2022 12:09
Perjalanan Umrah di Tengah Merebaknya Varian Omicron

Alhamdulillah Bisa Berangkat setelah Dua Tahun Tertunda

Pemerintah Arab Saudi resmi membuka pintu masuk bagi jemaah umrah…

Rabu, 16 Februari 2022 11:18

Melihat Aktivitas Warga Binaan Rutan Kelas II A Palangka Raya

Meski kehidupan di balik jeruji besi tak mudah menjalani, tapi…

Selasa, 15 Februari 2022 09:12
Melihat Aktivitas Warga Binaan Rutan Kelas II A Palangka Raya (1)

Dibekali Keterampilan, Diwanti-wanti Jangan Melanggar Hukum Lagi

Ruang pojok kreasi warna rupa merupakan wujud kreasi para warga…

Selasa, 09 November 2021 10:34
Karyanya Sudah Laku 25 Item, Dibanderol Rp95 Ribu

Melihat Karya Seni String Art SLBN 2 Pangkalan Bun

Anak-anak disabilitas di Kalimantan Tengah (Kalteng) kini makin dikenal berkat…

Senin, 18 Oktober 2021 13:57

Melihat Usaha Peternakan Kelinci di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 berdampak terhadap berbagai macam usaha. Dari yang skala…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:52
Semangat Menggebu Pejuang Pendidikan di Kalteng

Tak Bisa Sekolah Daring, Jangankan Internet, Telepon Pun Susah

Lurah Kameloh Baru Rulissantie saat ditemui di kantornya mengatakan, pada…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:50
Semangat Menggebu Pejuang Pendidikan di Kameloh Baru

Murid Tak Mengeluh karena Sudah Terbiasa Susah

Sajidin yang sudah mengabdi menjadi guru sejak 1990 ini menjabarkan,…

Rabu, 06 Oktober 2021 10:51
Dari Pemilihan Duta Tambun Bungai Kalteng 2021

Manfaatkan Kemajuan Teknologi untuk Promosikasi Budaya dan Pariwisata

Andra Pratama dan Yoan Agnes Theresia akhirnya dinobatan sebagai Duta…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers