MANAGED BY:
RABU
10 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

OLAHRAGA

Sabtu, 05 Februari 2022 11:39
Cara Klub-Klub Liga 1 Putus Persebaran Covid-19, Jam Makan Malam Diatur, Terapkan Aturan 1 Kamar 1 Pemain
Pemain Madura United

Setelah 52 pemain Liga 1 dilaporkan positif Covid-19, ada klub yang bekerja sama dengan TNI untuk menjaga kamar pemain, ada yang minta pelayanan khusus ke hotel, dan ada pula yang menerapkan sistem gelembung sendiri.

 

Farid S.M., Denpasar-Bagus P.M., Surabaya-Taufiq A., Jakarta

 

DERETAN kursi dengan jarak tertentu berbaris rapi di pinggir kolam renang hotel tempat menginap PSIS Semarang. Sebuah layar lengkap dengan proyektor juga terpampang.

Tak lama kemudian, beberapa pemain keluar dari lobi menuju tempat terbuka tersebut dengan memakai masker lengkap. Mereka duduk, rapi, dan jaga jarak.

Dragan Djukanovic, pelatih tim berjuluk Mahesa Jenar itu, berada di depan memaparkan rencana strategi yang dilakukan saat menghadapi Persebaya Surabaya tadi malam. ”Ya, meeting sebelum berangkat ke lokasi pertandingan untuk bertanding memang sengaja kami adakan di lokasi outdoor,” kata dokter tim PSIS Alfan Nur Asyhar.

Meeting outdoor itu dihelat sebagai salah satu cara menepis persebaran Covid-19 varian Omicron yang belakangan merebak di kalangan pemain dan ofisial klub Liga 1. Satgas Covid-19 Liga 1 dan 2 melaporkan ada 52 pemain dari berbagai klub kompetisi strata teratas tanah air. Salah satu dampaknya, laga Madura United kontra Persipura Jayapura yang semestinya dihelat Selasa (1/2) akhirnya ditunda.

Manajemen PSIS yang empat pemainnya positif Covid-19 juga menyesuaikan jam makan. Pemain diberi kebebasan untuk menentukan jam makan. Baik pagi, siang, maupun malam. ”Jadi, tidak akan ada penumpukan. Kami juga selalu ingatkan agar bergantian ketika makan,” tuturnya.

Alfan menambahkan, PSIS merupakan salah satu tim yang beruntung selama seri keempat di Bali ini. Mereka menginap di hotel yang tidak ada tamu satu pun. ”Kami juga tidak tahu kenapa. Alhamdulillah sangat membantu mengantisipasi terjangkitnya Omicron,” lanjutnya.

Meeting outdoor dan mengatur jam makan juga dilakukan Arema FC. Bahkan, belajar dari pengalaman ketika lima pemainnya terkonfirmasi positif Covid-19 pada 20 Januari lalu, manajemen tim berjuluk Singo Edan itu pun menerapkan program 1 room 1 player (1 kamar 1 pemain).

Menurut Media Officer Arema FC Sudarmaji, sebelumnya tiap kamar ditempati dua orang/pemain. ”Tapi, kali ini 1 kamar 1 orang untuk menghindari persebaran,” jelasnya.

Arema FC juga melakukan tes PCR mandiri. Di luar yang sudah diberikan Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi, yakni H-1 sebelum pertandingan. ”Jadi, kalau tidak enak badan atau sakit, kami akan langsung lakukan tes PCR,” tambahnya.

Biaya memang membengkak. Namun, Sudarmaji menegaskan, hal tersebut merupakan komitmen manajemen untuk memutus persebaran Covid-19. ”Kami ingin liga terus jalan. Kami juga tidak mau ada pemain lagi yang terkena virus yang berujung merugikan performa tim di lapangan,” jelasnya.

Kalaupun ada pemain yang terindikasi positif Covid-19, Arema FC akan langsung memindahkan yang bersangkutan ke lokasi karantina. Semua biaya ditanggung Arema FC. ”Agar menghindari kontak dengan skuad Arema yang lain,” paparnya.

Sudarmaji juga memahami ada aspek psikologis yang bakal terganggu atas protokol kesehatan (prokes) ketat yang dilakukan. Karena itu, untuk relaksasi, Arema FC sesekali mengadakan game kecil-kecilan. ”Misalnya, main PlayStation bersama, lomba lari, dan renang. Hari ini (kemarin) main kano dengan prokes ketat. Ya, agar psikis pemain tidak terganggu,” ujarnya.

Lain lagi yang dilakukan Madura United, klub yang 19 pemainnya positif Covid-19. Kamar mereka kini dijaga anggota TNI.

Itu dilakukan manajemen tim berjuluk Laskar Sape Kerrap tersebut karena mereka ogah kecolongan. Karena itu, mereka meminta bantuan TNI untuk mengawasi kegiatan pemain.

”Ada dua anggota TNI-AD yang berjaga. Pergantian penjagaan dilakukan setelah enam jam. Hal ini dilakukan untuk menahan siapa pun, baik pemain maupun anggota ofisial, yang mau keluar. Termasuk menahan kalau ada keluarga pemain yang datang menjenguk,” ungkap Manajer Madura United Zainal Hudha Purnama.

Pengawasan tidak hanya berasal dari TNI. Manajemen juga bekerja sama dengan Satgas Covid-19 Bali. ”Mereka menjaga area hotel agar tetap klir. Agar tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak kami inginkan,” jelas pria yang akrab disapa Yuda tersebut.

Dengan begitu, manajemen bisa tenang memantau kegiatan pemain. Plus memastikan pemain dan ofisial tidak bepergian ke luar. Sebab, selama ini, pengawasan memang kurang ketat.

Persik Kediri tidak menerapkan aturan seketat Madura United. Mereka memilih bekerja sama dengan pihak hotel dengan mengajukan permohonan khusus dalam pelayanan kepada seluruh penggawa.

”Kami meminta pihak hotel untuk pelayanan pemain dilakukan orang yang sama. Pelayan tidak boleh diganti-ganti,” kata Media Officer Persik Anwar Bahar Basalamah.

Artinya, petugas yang melayani sudah dipastikan bebas dari Covid-19 sehingga pemain dan ofisial merasa aman. Selain itu, manajemen Persik meminta pemain tidak keluar. Jika nekat, sanksi siap diberikan.

”Sanksinya mentraktir makan semua anggota tim,” ungkap Anwar. Setidaknya, pemain harus merogoh kocek Rp 5 juta sekali traktir. Hanya, sejauh ini tidak ada pemain yang melanggar aturan tersebut.

Sementara itu, Persija Jakarta memilih membuat sistem gelembung (bubble system) sendiri untuk memproteksi seluruh anggota tim. ”Dalam situasi seperti sekarang, kami kembali mengingatkan para pemain untuk menjaga protokol kesehatan dan meningkatkan bubble system di antara kami,” tutur dokter Persija Donny Kurniawan.

Pria yang akrab disapa Docbro itu mengungkapkan, protokol kesehatan yang diterapkan di internal Persija saat ini adalah merespons segala hal yang terjadi. Saat menemukan kasus positif Covid-19, Docbro langsung melakukan testing, tracing, dan treatment.

”Testing merupakan bagian dalam tracing. Setelah itu, ketika menemukan kasus lagi, kami akan melakukan treatment. Di Persija, jika ada kasus keluhan demam atau tak enak badan, langsung kami pisahkan kamarnya,” tegas dokter jebolan Universitas Indonesia itu.

Donny juga terus meningkatkan kewaspadaan. Para pemain dilarang keluar hotel. ”Untuk saat ini, saya rasa itu adalah upaya terbaik yang dapat kami lakukan,” jelasnya.

Sementara itu, di Persela Lamongan, pelatih Jafri Sastra menjadi sosok yang paling gencar mengingatkan para pemain untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan. Saat ini Jafri sangat membutuhkan tenaga seluruh pemain Laskar Joko Tingkir, julukan Persela.

”Hasil PCR sebelum pertandingan terakhir melawan Arema FC, ada empat pemain kami yang positif Covid-19. Makanya, dalam pertandingan itu, tidak ada kiper cadangan. Kalau ada pemain yang terkena Covid-19, tim yang rugi,” ucap mantan pelatih Mitra Kutai Kartanegara itu.

Jafri mengungkapkan, saat ini tidak ada cara paling ampuh selain taat pada prokes. Karena itu, demi kebaikan bersama, Jafri meminta seluruh pemain saling mengingatkan. ”Protokol kesehatan yang ada pada regulasi sudah bagus. Itu harus dijalankan dengan benar,” katanya. (*/c19/ttg)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 Oktober 2013 13:46

Warga Minta Dana Sewa dan Makan

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA - </strong>Warga korban kebakaran di daerah…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers