MANAGED BY:
KAMIS
30 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Rabu, 02 Februari 2022 13:14
Perayaan Imlek di Kalteng Berjalan Khidmat, Semoga Hari Esok Lebih Baik
KHIDMAT: Warga Tionghoa menunaikan ibadah menyambut perayaan Imlek di Vihara Avalokitesvara Palangka Raya, Senin malam (31/1).

PALANGKA RAYA-Tahun ini merupakan kali kedua bagi warga Tionghoa merayakan Imlek di tengah pandemi. Tak ada pertunjukan barongsai sebagaimana tradisi menyambut pergantian tahun. Meski demikian, warga Tionghoa di Palangka Raya tetap datang ke Vihara Avalokitesvara untuk menunaikan ibadah.

Berdasarkan pantauan Kalteng Pos, Senin (31/1), sejak pukul 21.00 WIB warga Tionghoa berdatangan ke Vihara Avalokitesvara, Jalan Tjilik Riwut Km 9. Penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat dijalankan. Mereka yang datang terlihat mengenakan masker. Mencuci tangan sebelum memasuki area vihara. Selain itu, ada jarak yang dibuat antarumat saat beribadah.

Mereka datang untuk ibadah menjelang pergantian tahun yang jatuh pada 1 Februari 2022. Ibadah berlangsung sederhana dan khidmat hingga pukul 24.00 WIB. Dipimpin Biksu Cuan Ching atau Duta Sutra.

Apin, salah satu warga Tionghoa yang ditemui di vihara itu mengatakan sangat antusias mengikuti ibadah Imlek tahun 2022. Tahun ini merupakan tahun Macan Air. Bagi Apin, karakter macan itu gesit dan sifat air itu tenang. Memberi arti bahwa tahun ini harus banyak berusaha dan lebih aktif dari tahun-tahun sebelumnya.

“Selain menjalankan ibadah, kami juga menjalankan puja bakti bersama sebagai ungkapan syukur karena sudah diberi kesehatan dan keselamatan selama mengarungi tahun sebelumnya, serta menyongsong tahun yang baru dengan spirit yang baru," ujarnya.

Saat detik-detik pergantian tahun baru, petasan khas warga Tionghoa dan kembang api dinyalakan. Meski sederhana dan tidak sesemarak sebagaimana sebelum pandemi, tapi kemeriahan tetap terasa.

Salah satu warga Palangka Raya, Melinda yang membawa buah hatinya untuk melihat kegiatan di vihara mengatakan, ia datang karena ingin menonton pertunjukan barongsai. Namun ternyata pertunjukan tersebut tidak ada tahun ini. “Saya kira ada barongsai, makanya saya bawa anak ke sini untuk melihat-melihat, ini kan bukti keberagaman budaya dan agama yang ada, apalagi pihak pengurus vihara juga ramah, mempersilakan orang luar masuk walau sekadar melihat-lihat," tutupnya.

Tahun Baru Imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh pada tanggal ke-15. Masyarakat Tionghoa yang berada di Bumi Tambun Bungai ini tetap melaksanakan kegiatan dalam rangka memperingati tahun baru ini. 1 Februari 2022 merupakan tahun ke-2.573. Tema yang diangkat tahun ini yakni “Semoga Hari Esok Lebih Baik”.

Ketua Majelis Budayana Indonesia (MBI) Palangka Raya Romo Sulistio mengatakan, setiap tahun diharapkan ada hal baru yang tentunya lebih baik dari tahun sebelumnya.

"Misal saja saat ini di tengah pandemi Covid-19, ada harapan agar ekonomi bisa lebih bagus lagi ke depan," katanya saat diwawancarai di Vihara Avalokitesvara, Jumat (28/1).

Imlek tahun ini adalah shio macan air. Ada banyak harapan yang ingin didapatkan. Tentunya yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Selain perbaikan ekonomi, ada harapan besar agar pandemi cepat berakhir dan Palangka Raya tetap aman serta kondusif.

"Ya kami berharap ada perubahan di Tahun Baru Imlek ini, Indonesia khususnya Kota Palangka Raya tetap kondusif, masyarakat hidup rukun dalam keberagaman adat, budaya, dan agama. Selain itu, semoga perekonomian bisa segera membaik meski pandemi belum berakhir,” harapnya.

 

Libur Imlek, Pengunjung Objek Wisata Normal===JUDUL BARU

 

Jumlah pengunjung Taman Wisata Susur Sungai Sebagau di Dermaga Kereng Bangkirai tampak normal pada Selasa (1/2). Tak banyak pengunjung yang datang. Beberapa terlihat berjalan-jalan menikmati pemandangan sungai dari pinggir dermaga. Tidak banyak wisatawan yang memanfaatkan sarana wisata seperti kapal susur sungai dan bebek motor yang biasanya merupakan wahana idola.

“Jumlah pengunjung biasa aja, kayak hari normal,” kata Juhriad, salah seorang pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Taman Wisata Kereng Bangkirai.

Sejak pagi jumlah kapal wisata susur yang beroperasi sekitar 10 kapal. “Kalau jumlah yang berangkat 10 (kapal, red), itu sama seperti hari biasa saja,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Kabid Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kota Palangka Raya Yoyok, jumlah pengunjung yang tercatat membeli karcis masuk di loket hingga sore berjumlah ratusan orang.

“Untuk sementara penjualan tiket dari pagi sampai pukul 15.26 WIB jumlahnya 157 lembar,” kata Yoyok yang mengaku mendapat informasi tersebut dari petugas loket.

Berdasarkan keterangan Ketua Pokdarwis Kereng Bangkirai Sabran Usin, sejak libur tahun baru sampai saat ini jumlah pengunjung stagnan. “Pengunjung yang datang ke sini rata-rata per harinya 200 orang, kecuali hari Minggu yang ada peningkatan, tapi sedikit juga naiknya,” sebutnya.

Pihaknya tentu sangat berharap agar pada hari libur nasional maupun hari libur keagamaan, ada peningkatan pengunjung di objek-objek wisata, sehingga ada peningkatan pendapatan yang diperoleh melalui pembayaran tiket masuk pengunjung. (ena/abw/sja/ce/ala)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2013 14:22

Terdakwa Pembunuhan Berlagak Bego

<div> <div>PALANGKA RAYA-Sidang atas kasus pembunuhan yang menimpa Kokon, dengan terdakwa…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers