MANAGED BY:
KAMIS
27 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Sabtu, 08 Januari 2022 11:35
Efikasi Vaksin Bisa Menurun, Saatnya Vaksinasi Booster di Kalteng

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng tengah menggencarkan vaksinasi dan mendorong agar capaian vaksinasi di kabupaten/kota menyentuh bahkan melewati 70 persen. Saat ini masyarakat sedang memiliki puncak kekebalan tubuh. Namun ketika efikasi vaksin menurun, ada kekhawatiran terjadi lagi penularan Covid-19.

Menyikapi hal ini, Ketua Persatuan Ahli Epidemilogi Indonesia (PAEI) Kalteng Rini Fortina mengatakan, berdasarkan otoritas kesehatan, perlu adanya penyuntikan vaksin dosis ketiga atau booster. Pemerintah pusat tengah merencanakan pemberian booster pada Januari ini.

“Tentu perlu ada peningkatan efikasi vaksin, karena kita tidak bisa memperkirakan kapan pandemi ini berakhir, selama mutasi virus masih terjadi, maka selama itu pula kita harus mencegah dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng dr Suyuti Syamsul menyebut, pihaknya tengah menunggu surat resmi dari pemerintah pusat, dalam hal ini kementerian terkait, lantaran hingga saat ini surat resmi belum diterima. Jika pemerintah pusat sudah mengeluarkan surat resmi, pihaknya siap melaksanakan booster vaksinasi Covid-19.

Salah satu syarat untuk melaksanakan vaksinasi booster, yakni capaian vaksinasi dosis dua tingkat kabupaten/kota sudah 60 persen, lantaran satuan analisisnya di tingkat kabupaten/kota, bukan provinsi.

“Misal saja, kabupaten/kota yang sudah memenuhi kriteria yakni Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar),” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, yang ditanggung pemerintah hanyalah peserta BPJS Kesehatan yang iuran atau preminya dibayar oleh pemerintah. “Sedangkan masyarakat di luar itu, kemungkinan besar membayar sendiri, karena surat resmi belum ada, itu setahu saya,” ucapnya.

Sehingga, nantinya satuan kerja pemerintah dalam hal ini puskesmas dan rumah sakit (RS) pemerintah akan fokus pada peserta BPJS yang pembayaran iurannya dibantu pemerintah. Terhadap masyarakat di luar itu (termasuk peserta BPJS Kesehatan yang tidak masuk kategori dibayarkan pemerintah untuk iurannya), akan dikelola oleh klinik dan RS swasta.

“Di Kalteng, untuk booster sendiri belum ada pengiriman, karena surat resmi belum ada. Tapi kami memang sudah siap, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta,” tuturnya.

Dengan hampir meratanya capaian vaksinasi, kini pembelajaran tatap muka (PTM) di berbagai tingkatan satuan pendidikan mulai dilaksanakan. Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Kalteng dr Ni Made Yuliari SpA mengatakan, IDAI pusat telah memberi rekomendasi terkait pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19.

“Dari data negara-negara di benua Amerika, Eropa, dan Afrika terkait peningkatan kasus Covid-19 pada anak dalam beberapa minggu terakhir, sebagian besar kasus anak yang sakit adalah anak yang belum mendapat imunisasi Covid-19,” terangnya kepada Kalteng Pos, Selasa (4/1).

Selain itu, kebijakan pembelajaran tatap muka sudah diaplikasikan dengan beberapa inovasi metode pembelajaran oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Maka IDAI merekomendasikan untuk membuka pembelajaran tatap muka 100%. Guru dan petugas sekolah harus sudah menerima vaksinasi Covid-19. Anak-anak yang boleh masuk sekolah adalah anak yang sudah diimunisasi Covid-19 lengkap dua kali dan tanpa komorbid,” tegasnya.

Selain itu, pihak sekolah tetap tegas dalam penerapan protokol kesehatan, terutama soal penggunaan masker untuk semua yang berada di lingkungan sekolah, ketersediaan fasilitas cuci tangan, menjaga jarak, tidak makan bersamaan, memastikan sirkulasi udara terjamin, mengaktifkan sistem penapisan aktif per harinya untuk anak, guru, petugas sekolah, dan keluarganya yang memiliki gejala suspek Covid-19.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalteng dr Mikko U Ludjen Sp.OG mengatakan, sebelum melaksanakan PTM penuh, harus dipastikan minimal 90 persen tenaga pendidik dan anak didik sudah menerima vaksinasi dosis dua.

“Tatap muka jangan lebih dari 6 jam sehari. Yang paling penting, protokol kesehatan harus ketat dan wajib disiapkan fasilitas yang diperlukan. Tenaga pendidik harus sigap bila anak didik ada yang mengalami demam atau flu segera diantar untuk berobat, dan anak didik bersangkutan dilarang masuk sekolah sementara waktu sampai sehat lagi,” terangnya. (abw/nue/ce/ala)


BACA JUGA

Selasa, 25 Januari 2022 12:26

Terlibat Narkoba, 6 Pegawai Kemenkumhan Kalteng Dipecat

Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkumham Kalteng Ikmal Idrus menegaskan, pihaknya…

Selasa, 25 Januari 2022 10:36

Dari Raker Kalimantan Universities Consortium, 24 Perguruan Tinggi Bahas Kontribusi untuk IKN

Setelah disahkannnya UU Ibu Kota Negera (IKN), sebanyak 24 pimpinan…

Selasa, 25 Januari 2022 10:34

Dua Nama yang Identitasnya Dicatut Resmi Melapor ke Polda Kalteng

PALANGKA RAYA-Keberatan atas penggunaan data pribadi yang digunakan oknum untuk…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:31

Sengkon Disebut Tak Mau Ikuti Mekanisme

  PALANGKA RAYA-Surat keputusan (SK) yang dikeluarkan Dewan Pimpinan Pusat…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:27

Dari Peninjauan PTM di SMAN-1 Palangka Raya, Satu Kelas Terisi Penuh, Sebulan Sekali Swab Antigen

Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen sudah dilaksanakan sejak awal…

Jumat, 21 Januari 2022 12:32

Kalteng Penyangga IKN, Perkuat Sektor Pangan

PALANGKA RAYA-Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) telah disahkan…

Jumat, 21 Januari 2022 12:31

Capaian Vaksinasi Provinsi Kalteng Turun

PALANGKA RAYA-Data vaksinasi Covid-19 saat ini telah dilakukan migrasi. Sebelumnya…

Kamis, 20 Januari 2022 08:57

Enam Pekerja Tambang Emas Ditangkap, Bos Tambang Buron

PANGKALAN BUN - Aktivitas tambang ilegal di Arut Utara kembali…

Kamis, 20 Januari 2022 08:56

Serangan Misterius Seleksi Sekda

PALANGKA RAYA – Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT)…

Senin, 17 Januari 2022 09:03

Jabatan Bupati Barsel-Kobar Sisa 4 Bulan, Usulan Nama Pj ke Mendagri Sebulan sebelum Berakhir

PALANGKA RAYA-Lebih dari separuh kabupaten/kota se-Kalteng bakal diisi oleh penjabat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers