MANAGED BY:
SABTU
27 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 18 November 2021 11:21
Terdampak Banjir, Waktu Tanam di Kawasan Food Estate Mundur
PENGOLAHAN LAHAN: Sebagian petani di kawasan food estate harus menunda penanaman padi karena terdampak banjir. Foto ini diambil sehari sebelum debit air di persawahan meninggi. HARTOYO/KALTENG POS

PULANG PISAU-Dampak banjir yang terjadi di Kabupaten Pulang Pisau juga dirasakan petani di kawasan food estate Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu. Genangan air di area persawahan cukup tinggi. Akibatnya, sebagian petani belum bisa melakukan penanaman padi pada musim tanam Oktober-Maret (Okmar). Khususnya yang menggunakan sistem tabur benih langsung (tabela). “Waktu penanaman padi terpaksa diundur, karena lahan sawah terendam banjir dan belum bisa diolah menggunakan traktor,” kata Heri, salah satu petani di Belanti Siam.

Dia mengungkapkan, air yang menggenangi lahan persawahan cukup tinggi, bahkan hingga rata dengan pematang sawah. Meski demikian, ada sedikit kelegaan karena air pasang sudah mulai turun. “Kalau untuk sistem tabela, kondisi lahan tidak bisa tergenang air,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau Slamet Untung Rianto tak menampik kondisi tersebut. “Kalau lahan tergenang banjir, waktu tanam tentu akan mundur. Namun untuk masa tanam Okmar, masih ada kesempatan. Semoga airnya cepat surut,” kata Slamet, Selasa (16/11). Slamet belum bisa memastikan mundurnya waktu tanam akan berdampak pada produksi padi masa tanam Okmar. “Ini masih berjalan, kami belum bisa memastikan hal itu,” ucapnya.

Slamet menegaskan, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah normalisasi saluran primer dan skunder. “Kami sudah berkoordinasi dengan kementerian terkait. Yang jelas pemerintah daerah tidak berpangku tangan terhadap kondisi ini,” ujar Slamet.

Menurut dia, normalisasi saluran skunder dan primer merupakan langkah paling efektif. “Kalau sudah normalisasi, air bisa turun. Contohnya di Desa Kantan Muara. Setelah dilakukan normalisasi, saluran primer dan skunder lebih baik. Kalau menyedot air dari lahan sawah tidaklah mungkin, karena mau dibuang ke mana airnya,” beber dia.

Slamet juga mengaku, pihaknya juga akan berupaya semaksimal mungkin untuk pengolahan lahan secara ekstensifikasi. “Untuk saprodi seperti pupuk dan kapur, kami minta harus siap pada masa tanam Okmar ini, sehingga saat kapur dan pupuk itu diperlukan, sudah tersedia,” tandasnya. (art/ce/ala)


BACA JUGA

Jumat, 19 November 2021 18:00

Hentikan Deforestasi, Banyak Wilayah Serapan Hilang, Kalteng Kebanjiran

PALANGKA RAYA-Tak terkendalinya perambahan hutan atau deforestasi untuk kepentingan Hak…

Jumat, 19 November 2021 17:53

Kisah Relawan yang Membantu Sesama Tanpa Pamrih selama Banjir Melanda Kota Cantik

Sepekan sudah banjir melanda Kota Palangka Raya. Perhatian pemerintah kepada…

Kamis, 18 November 2021 11:21

Terdampak Banjir, Waktu Tanam di Kawasan Food Estate Mundur

PULANG PISAU-Dampak banjir yang terjadi di Kabupaten Pulang Pisau juga…

Kamis, 18 November 2021 11:19

Ketika Bencana Terparah Melanda Ibu Kota Kalteng, Bertahan dan Terjebak Tiga Hari di Rumah

Permukiman penduduk di bantaran Sungai Kahayan tergenang banjir. Kian hari…

Kamis, 18 November 2021 11:14

Bukit Rawi Ditutup Total, Lalu Lintas Palangka Raya-Gumas Lumpuh

PALANGKA RAYA-Jali hanya bisa rebahan di bawah truk trailer pembawa…

Selasa, 16 November 2021 10:02

Banjir Kalteng, Greenpeace Bilang, Hentikan Pembangunan yang Merusak Lingkungan

Bencana banjir yang beruntun melanda Kalteng mendapat sorotan tajam dari…

Selasa, 16 November 2021 10:00

Potensi Hujan Tinggi, Banjir Kian Parah di Kalteng

PALANGKA RAYA-Curah hujan di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) cukup tinggi…

Selasa, 16 November 2021 09:43

Tahun Depan, Hentikan Pengiriman Bauksit dari Kalteng

PALANGKA RAYA-Dalam rangka optimalisasi pengelolaan sumber daya alam (SDA) di…

Senin, 15 November 2021 17:12

Gubernur Kalteng Instruksikan PUPR Pantau Kondisi Banjir

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran bergerak cepat memperhatikan penanganan infrastruktur…

Senin, 15 November 2021 17:10

Banjir di Kalteng, Sudah 5 Kabupaten Kota Tergenang

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers