MANAGED BY:
KAMIS
30 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Selasa, 16 November 2021 10:02
Banjir Kalteng, Greenpeace Bilang, Hentikan Pembangunan yang Merusak Lingkungan
Banjir di Kalteng

Bencana banjir yang beruntun melanda Kalteng mendapat sorotan tajam dari para pegiat lingkungan. Ketua Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia Arie Rompas mengatakan, dalam dua tahun ini banjir skala besar sudah terjadi dua kali. Karena itu, model pembangunan yang merusak lingkungan harus segera dihentikan, karena dampaknya dirasakan masyarakat luas.

"Sudah seharusnya pembangunan tidak mengekstraksi SDA dan berbasis lahan yang berdampak pada deforestasi," katanya saat dikonfirmasi, Senin (15/11). Diungkapkannya, di Kalteng terdapat banyak perusahaan besar yang merusak hutan dan merubah landscape daerah aliran sungai (DAS). "Pemerintah juga harus melakukan evaluasi terhadap izin-izin yang sudah diberikan, jadi izin yang diberikan ini tidak bisa dilanjutkan atau ditambah lagi," ungkapnya kepada Kalteng Pos.

Sementara itu, dalam jangka waktu menengah atau ke depan, wilayah hutan yang rusak harus secepatnya dilakukan rehabilitasi. Sungai tidak mampu lagi menampung air karena mengecil dan juga erosi dari pembangunan-pembangunan yang mengakibatkan tanah atau lumpur mengalir ke sungai. "Jadi tidak hanya air yang mengalir, tapi juga membawa tanah dan pasir dari pembukaan lahan," sebutnya.

Padahal, apabila hutan terjaga, maka selain berfungsi menahan air, juga menahan erosi tanah. Kondisi erosi sungai menjadi salah satu pendorong kapasitas sungai sudah tidak memungkinkan lagi menampung air saat turun hujan yang terus-menerus.

"Solusinya jangan buka lahan lagi, wilayah hutan yang sudah rusak harus segera direhabilitasi," katanya. Apabila wilayah hutan tidak rusak, maka setidaknya dapat mengurangi dampak. Dengan kondisi hutan Kalteng saat ini, apabila tidak ada penanganan dari pemerintah untuk pemulihan hutan dan pembukaan lahan dibiarkan makin luas, maka bencana banjir akan makin sering terjadi.

"Jika diamati, di Kalteng ini banjir makin sering terjadi dibandingkan dahulu, intensitas hujan seharusnya akan lebih tinggi pada Desember dan Januari nanti, tapi sekarang ini malah sudah terjadi banjir" bebernya.

Pemberian bantuan oleh pemerintah kepada masyarakat terdampak banjir bukanlah solusi terbaik mengatasi bencana alam ini. "Memang itu dibutuhkan masyarakat saat terjadi banjir, tetapi seberapa besar sih biaya yang disediakan pemerintah jika akar masalah tidak bisa diatasi,” pungkasnya. (kaltengpos)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 28 Juni 2022 19:20

Mantan Kabid di Disdik Kalteng Divonis 4 Tahun Penjara

PALANGKA RAYA -  Majelis Hakim Pengadilan Tindak pidana korupsi Palangka…

Senin, 27 Juni 2022 10:33

3 Hakim PN Pulang Pisau Dilaporkan ke Komisi Yudisial

Tiga Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pulang Pisau (Pulpis), dilaporkan ke…

Minggu, 26 Juni 2022 19:09

Erick Thohir Dominasi Usulan DPD PAN se Kalteng sebagai Capres 2024

PALANGKA RAYA - Mayoritas pengurus DPD PAN di 14 kabupaten/kota…

Sabtu, 25 Juni 2022 13:09

Suplai Sapi Digantung Birokrasi

PALANGKA RAYA-Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak…

Sabtu, 25 Juni 2022 13:08

Kalteng Surplus Hewan Ternak Kurban

Menjelang hari raya Iduladha Juli mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng…

Sabtu, 25 Juni 2022 13:07
Vaksin Ternak Telah Tiba, Sapi Jokowi Disuntik Perdana

Vaksin Datang, Sapi Langsung Disuntik

Guna mencegah makin meluasnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK)…

Jumat, 24 Juni 2022 12:37

Waduh! Palangka Raya Alami Kenaikan Kasus Covid-19

Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi…

Jumat, 24 Juni 2022 12:36

Hanya Tercemar Ringan, Air Sungai Kahayan Dinilai Masih Aman

Air Sungai Kahayan di wilayah Kabupaten Pulang Pisau tercemar. Namun…

Kamis, 23 Juni 2022 12:23

Merasa Dilecehkan di Atas Panggung, Penyanyi Dangdut Lapor Polisi

Merasa harga dirinya direndahkan saat menyanyi di atas panggung, biduan…

Rabu, 22 Juni 2022 13:22

BISA BERBAHAYA! Sungai Lamandau Diduga Tercemar Limbah

Ribuan ikan di Sungai Lamandau, tepatnya di Desa Kujan ditemukan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers