MANAGED BY:
KAMIS
27 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Senin, 15 November 2021 10:15
Pertama Kali Kalteng Masuk Tiga Besar Duta Bahasa

Satu per satu generasi Bumi Tambun Bungai menunjukkan kemampuan dan bersaing di kancah nasional. Tak sedikit anak muda Kalteng yang sukses di ajang nasional dan kembali membawa prestasi. Termasuk Duta Bahasa Kalteng 2021.

 

ANISA B WAHDAH, Palangka Raya

 

TAHUN lalu Duta Bahasa Kalteng berhasil mengharumkan nama Bumi Tambun Bungai di kancah nasional dalam ajang pemilihan Duta Bahasa Nasional, dengan meraih terbaik lima besar. Capaian ini merupakan kali pertama yang diraih perwakilan Kalteng, karena sebelumnya belum pernah.

Tahun ini, Duta Bahasa Kalteng mengharumkan lagi nama Kalteng pada ajang yang sama. Pemilihan Duta Bahasa Nasional tahun ini dilaksanakan di Mercure Convention Centre Ancol, Jakarta, 14-19 Oktober lalu.

Mereka adalah Sandy Ramadhan dan Winney Amiani. Putra dan putri Kalteng ini mampu meraih prestasi yang juga pertama kali diperoleh sepanjang sejarah. Keduanya terpilih menjadi peserta terbaik tiga.

Hal ini membuktikan bahwa Duta Bahasa Kalteng tiap tahun terus memberi kontribusi dalam mengharumkan nama Bumi Tambun Bungai di level nasional. Tentu saja prestasi ini tidak serta-merta diraih. Butuh perjuangan dan semangat untuk ikut terlibat dalam pembangunan Kalteng.

Winney dan Sandy menjadi utusan Kalteng setelah terpilih sebagai tiga besar Duta Bahasa Kalteng pada pemilihan tingkat provinsi 2020 lalu. Saat itu, Winney menjadi peserta terbaik tiga dan Sandy sebagai peserta terbaik dua.

Peserta terbaik pertama mengikuti ajang Duta Bahasa Nasional yang diselenggarakan pada 2020 dan mendapat raihan pertama kali masuk lima besar. Seharusnya yang berangkat tahun ini adalah hasil dari pemilihan Duta Bahasa tingkat Provinsi Kalteng 2021.

"Namun tahun ini tidak ada pemilihan Duta Bahasa tingkat Provinsi Kalteng karena kondisi pandemi Covid-19,” kata Winney saat diwawancarai, belum lama ini.

Dengan demikian, peserta yang diutus ke tingkat nasional tahun ini adalah peserta yang mengikuti pemilihan Duta Bahasa tingkat provinsi pada 2020 dan menempati peringkat kedua. Sandy, kata dia, merupakan peserta laki-laki yang menempati peringkat kedua. Sementara pasangannya saat itu tidak dapat ikut karena halangan tertentu.

“Untuk itu, sebagai pasangan ke nasional, diambil peserta dengan peringkat terbaik ketiga, saya yang menjadi perwakilan mendampingi Sandy,” ucap mahasiswi semester lima Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya ini.

Persiapkan menuju pemilihan tingkat nasional sudah dilakukan keduanya sejak Mei hingga Juni. Dan mulai intens satu bulan terakhir.

“Kemudian selama dua minggu terakhir sebelum kontestasi, kami lebih intens lagi dalam mengerjakan laporan maupun kegiatan lainnya,” ujar perempuan kelahiran Buntok, 13 Agustus 2001 ini.

Untuk meraih prestasi ini tidaklah instan. Menurut Winney, ada banyak hal yang harus dipelajari. Salah satunya wawasan kebangsaan. Pasalnya, pada ajang ini mereka memperoleh penilaian tertinggi pada program kerja dan unjuk bakat.

“Program kerja yang kami bawakan pada ajang ini yakni membuat aplikasi Bajakah, yang merupakan akronim Belajar Bahasa Indonesia melalui Pesona Kalteng,” tegas perempuan gemar menari ini.

Perempuan berparas ayu ini menyebut bahwa aplikasi ini memiliki branding yang sangat menonjolkan kekhasan Bumi Tambun Bungai. Jika orang mendengar kata Bajakah, lanjut dia, tentu akan tertuju pada Kalteng.

Sementara itu, berbicara soal bahasa Indonesia, Sandy mengatakan, dalam sejarah perkembangannya, bahasa Indonesia menjadi bahasa lingua franca yang artinya sebagai bahasa penghubung antarkomunitas berbeda bahasa di wilayah geografis yang cukup luas. Bahasa Indonesia tidak hanya sebatas alat komunikasi. Lebih dalam dari itu, bahasa Indonesia mampu mempersatukan seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai pulau. Kehadiran bahasa Indonesia dapat diterima di semua daerah, wilayah, lintas agama, lintas etnis, orang desa dan orang kota, perempuan maupun laki-laki.

“Selain itu, bahasa Indonesia menunjukkan proses sosial, budaya, dan politik yang menjadi sikap bersama sebagai bangsa Indonesia,” tegas pria kelahiran Sampit, 13 Desember 1999 ini.

Ia menyebut bahwa banyak sekali cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan bahasa Indonesia. Beberapa hal bisa dimulai dari diri sendiri. Misalnya, membiasakan diri dengan gaya bahasa baku, memperkaya kosataka bahasa Indonesia yang tepat, mendalami struktur kalimat dan penggunaan kata, dan mengetahui perkembangan bahasa.

“Selain dimulai dari diri sendiri, upaya pelestarian bahasa Indonesia dapat kita lakukan juga dengan cara menyosialisasikan melalui media sosial tentang kata-kata bahasa Indonesia yang kebanyakan masih kurang tepat penggunaan atau penulisannya oleh masyarakat,” bebernya.

Sebagai Duta Bahasa, tentunya harus memiliki sikap trigatra bangun bahasa, yaitu mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. Kedudukan bahasa Indonesia tentunya menjadi yang paling utama dan menggunakannya secara baik dan benar. Baik dala arti sesuai dengan konteks sosial di masyarakat. Benar dalam arti sesuai dengan kaidah dan aturan bahasa Indonesia.

“Namun, kita harus bisa memilih saat bertutur di masyarakat. Selain itu, kita juga patut bangga menggunakan bahasa daerah, karena hal ini merupakan salah satu upaya pelestarian bahasa daerah itu sendiri,” ucap pria yang punya hobi olahraga ini.

Selain sebagai bentuk pelestarian, dalam bahasa daerah tentu terkandung nilai-nilai pendidikan karakter yang akan menunjukkan ciri dan identitas dari masyarakat itu sendiri. (*/ce/ala)


BACA JUGA

Selasa, 25 Januari 2022 12:26

Terlibat Narkoba, 6 Pegawai Kemenkumhan Kalteng Dipecat

Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkumham Kalteng Ikmal Idrus menegaskan, pihaknya…

Selasa, 25 Januari 2022 10:36

Dari Raker Kalimantan Universities Consortium, 24 Perguruan Tinggi Bahas Kontribusi untuk IKN

Setelah disahkannnya UU Ibu Kota Negera (IKN), sebanyak 24 pimpinan…

Selasa, 25 Januari 2022 10:34

Dua Nama yang Identitasnya Dicatut Resmi Melapor ke Polda Kalteng

PALANGKA RAYA-Keberatan atas penggunaan data pribadi yang digunakan oknum untuk…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:31

Sengkon Disebut Tak Mau Ikuti Mekanisme

  PALANGKA RAYA-Surat keputusan (SK) yang dikeluarkan Dewan Pimpinan Pusat…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:27

Dari Peninjauan PTM di SMAN-1 Palangka Raya, Satu Kelas Terisi Penuh, Sebulan Sekali Swab Antigen

Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen sudah dilaksanakan sejak awal…

Jumat, 21 Januari 2022 12:32

Kalteng Penyangga IKN, Perkuat Sektor Pangan

PALANGKA RAYA-Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) telah disahkan…

Jumat, 21 Januari 2022 12:31

Capaian Vaksinasi Provinsi Kalteng Turun

PALANGKA RAYA-Data vaksinasi Covid-19 saat ini telah dilakukan migrasi. Sebelumnya…

Kamis, 20 Januari 2022 08:57

Enam Pekerja Tambang Emas Ditangkap, Bos Tambang Buron

PANGKALAN BUN - Aktivitas tambang ilegal di Arut Utara kembali…

Kamis, 20 Januari 2022 08:56

Serangan Misterius Seleksi Sekda

PALANGKA RAYA – Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT)…

Senin, 17 Januari 2022 09:03

Jabatan Bupati Barsel-Kobar Sisa 4 Bulan, Usulan Nama Pj ke Mendagri Sebulan sebelum Berakhir

PALANGKA RAYA-Lebih dari separuh kabupaten/kota se-Kalteng bakal diisi oleh penjabat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers