MANAGED BY:
SABTU
27 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 09 November 2021 10:34
Karyanya Sudah Laku 25 Item, Dibanderol Rp95 Ribu
Melihat Karya Seni String Art SLBN 2 Pangkalan Bun
KREATIF: Siswa SLBN 2 Pangkalan Bun Anugerah Faturrohaman (kanan) bersama temannya M Dayandra Fauzan (kiri) memperlihatkan hasil karya string art di Hotel Aquarius, belum lama ini. ANISA/KALTENG POS

Anak-anak disabilitas di Kalimantan Tengah (Kalteng) kini makin dikenal berkat kebolehan mereka yang luar biasa. Meski punya keterbatasan fisik, generasi penerus dari kalangan disabilitas mampu menunjukkan bakat di berbagai bidang, termasuk kesenian.

 

ANISA B WAHDAH, Palangka Raya

TIDAK semua orang memiliki jiwa seni. Namun ada banyak anak penyandang disabilitas yang difasilitasi penuh oleh para guru untuk mengembangkan bakat di bidang seni. Pendampingan itu jadi pelecut semangat mereka untuk tidak minder. Bakat yang mereka miliki tak kalah dari orang-orang normal.

Salah satunya siswa SLBN 2 Pangkalan Bun bernama Anugerah Faturrohman. Meski memiliki keterbatasan fisik, khususnya dalam hal pendengaran (tunarungu), tapi otak dan tangannya memiliki kelebihan. Faturrohman memang terkenal dengan kemampuannya di bidang seni kriya, termasuk membuat lukisan seni string art.

Jika sebagian besar orang melukis bermediakan kanvas, kuas, dan cat, tapi seni string art yang dibuat Faturrohman yakni seni yang mirip lukisan namun dengan teknik yang jauh berbeda dengan melukis. String Art merupakan kesenian unik yang terbuat dari paku-paku dan benang yang dibentuk sesuai pola dengan media papan kayu.

Tak sulit bagi Faturrohman meminkan tangannya menyilangkan benang-benang itu pada susunan paku sesuai polanya. Guru pembimbingnya, Waldianto mengatakan, untuk membuat pajangan dinding string art ini, terlebih dahulu harus menyiapkan pola. “Selama ini kami masih menggunakan pola-pola yang mudah, karena masih baru dilakukan oleh anak-anak, pola yang kami gunakan masih berupa hewan atau tumbuhan,” katanya saat dibincangi di Aquarius Hotel Palangka Raya, belum lama ini.

Setelah pola digambar, kemudian dipotong dan tempelkan di atas papan kayu yang bahannya tidak keras. Papan kayu yang dipilih harus mudah untuk dipaku dan tidak rusak saat paku tertancap. Pengerjaannya pun harus hati-hati. Jika salah memaku, maka papan akan rusak.

“Setelah pola ditempel di atas papan, kemudian memalu paku pada papan sesuai dengan pola, setelah semua paku tertancap pada papan, perlahan gampar pola yang ditempel dilepas secara hat-hati. Langkah selanjutnya, mulai merajut benang pada paku-paku yang sudah dipasang merata sesuai pola,” kata Waldianto kepada Kalteng Pos.

Di SLBN 2 Pangkalan Bun, saat ini hanya ada satu peserta didik yang bisa mengerjakan kesenian ini, yakni Anugerah Faturrohman. Berawal dari Waldianto sebagai guru pembimbing yang mencoba membuat kesenian ini, kemudian diajarkan kepada salah satu peserta didiknya.

“Saat ini pengerjaan kesenian ini murni dari peserta didik, kami hanya bantu membuat pola saja,” ucapnya. Untuk mempermudah peserta didik mengerjakan, pola yang dibuat tidak rumit. Ke depan ia berencana mengembangkan pola-pola etnik Kalteng.

“Saat ini karya dari peserta didik ini sudah banyak terjual di luar sekolah, kurang lebih 25 karya, jika ditotal dengan semua karya yang telah dibuat sejak Juli 2021, ada sekitar 30 karya lebih,” bebernya. Pemasaran produk ini dilakukan melalui media sosial Instagram maupun WhatsApp. Ternyata antusiasme masyarakat cukup tinggi. Banyak yang tertarik dengan hasil karya seni ini. Bahkan pemesan ada yang berasal dari Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Kalau di kalangan SLB, sepertinya tidak banyak yang membuat karya dengan teknik ini,” tuturnya.

Mengenai harga jual, saat ini semua karya dibanderol dengan harga yang sama, yakni Rp95 ribu. Jika ke depannya karya ini sudah mulai dikembangkan, maka harga jual akan disesuaikan dengan tingkat kerumitan karya yang dibuat. Saat ini, karya yang dibuat dengan pola hewan dan tumbuhan memerlukan waktu satu hingga dua jam saja.

Sementara itu, Anugerah Faturrohaman saat dibincangi bersama temannya M Dayandra Fauzan mengatakan, tidak ada kesulitan yang dialaminya selama membuat karya seni ini. Ia mengaku masih perlu belajar lebih banyak lagi untuk membuat ragam pola. “Tidak ada kesulitan, cuman perlu banyak belajar membuat pola,” ujarnya. (*/ce/ala)


BACA JUGA

Selasa, 09 November 2021 10:34
Karyanya Sudah Laku 25 Item, Dibanderol Rp95 Ribu

Melihat Karya Seni String Art SLBN 2 Pangkalan Bun

Anak-anak disabilitas di Kalimantan Tengah (Kalteng) kini makin dikenal berkat…

Senin, 18 Oktober 2021 13:57

Melihat Usaha Peternakan Kelinci di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 berdampak terhadap berbagai macam usaha. Dari yang skala…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:52
Semangat Menggebu Pejuang Pendidikan di Kalteng

Tak Bisa Sekolah Daring, Jangankan Internet, Telepon Pun Susah

Lurah Kameloh Baru Rulissantie saat ditemui di kantornya mengatakan, pada…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:50
Semangat Menggebu Pejuang Pendidikan di Kameloh Baru

Murid Tak Mengeluh karena Sudah Terbiasa Susah

Sajidin yang sudah mengabdi menjadi guru sejak 1990 ini menjabarkan,…

Rabu, 06 Oktober 2021 10:51
Dari Pemilihan Duta Tambun Bungai Kalteng 2021

Manfaatkan Kemajuan Teknologi untuk Promosikasi Budaya dan Pariwisata

Andra Pratama dan Yoan Agnes Theresia akhirnya dinobatan sebagai Duta…

Selasa, 24 Agustus 2021 11:13

Mengenal Muhamad Ridwan, Dokter yang Rutin Berbagi Berkah Tiap Jumat

Sekali dalam sepekan Muhamad Ridwan rutin menebar kebaikan. Dokter muda…

Jumat, 09 Juli 2021 11:16
Mengikuti Kegiatan Donasi Literasi di Tanjung Pusaka (2/selesai)

Desanya Hanya 400 Meter, Satu Sekolah 14 Murid

Menikmati fasilitas pendidikan yang layak merupakan hak bagi setiap anak…

Senin, 14 Juni 2021 11:05

Melihat Keberadaan Bank Sampah Jekan Mandiri, Anggota Mencapai Ratusan Orang, Hasilnya Cukup Menggiurkan

Masalah sampah menjadi persoalan klasik di kota-kota yang sedang berkembang.…

Selasa, 07 Juli 2020 12:40
Mengenal Lindu Anugraha, YouTuber Kalteng yang Mengusung Kearifan Lokal (2/selesai)

Konsisten Bikin Konten, Warga Dilibatkan sebagai Model

Menjadi salah satu peraih silver play button dari YouTube tentunya…

Selasa, 10 Maret 2020 11:56

Abdullah Gampang, Perintis Usaha Ukiran Kayu Motif Dayak

Hasil kerajinan khas Dayak semakin terkenal dan banyak peminatnya. Mulai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers