MANAGED BY:
KAMIS
27 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Sabtu, 02 Oktober 2021 12:44
Sistem Tabela Tak Bisa Diterapkan di Dadahup

KUALA KAPUAS-Penanaman padi pada lahan food estate di Desa Bentuk Jaya (A5), Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas untuk masa tanam Oktober-Maret (Okmar) di lahan seluas 1.240 hektare diragukan dapat terlaksana sesuai target. Sebab, sejauh ini belum semuanya dilakukan olah tanah. Penanaman secara manual atau tanam langsung pada lahan seluas 58 hektare, sedangkan 1.184 hektare lagi mengandalkan tabur benih langsung (tabela).

Ketua tim pengawas yang juga menjabat Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Edi Dese, saat dikonfirmasi Kalteng Pos membenarkan bahwa target penanaman sangat bergantung kondisi alam. Kondisi air yang masih tinggi pada lahan tanam menjadi kendala untuk dilakukan sistem tabela.

"Semoga ke depan cuaca mendukung agar dapat dilakukan tanam sistem tabela," ucapnya, Jumat (1/10).

Edi mengakui, tingginya air di lahan disebabkan fungsi pintu air yang tak maksimal karena belum selesai dikerjakan, sehingga menyebabkan adanya rembesan. Pihaknya berharap tidak turun hujan selama masa tanam ini agar prosesnya berjalan lancar dan benihnya tidak mati. “Kalau soal pintu air, pengerjaannya masih berproses,” bebernya.

Melihat kondisi saat ini, maka target untuk tanam padi dan capaian panen di lokasi food estate Dadahup diragukan bisa tercapai, meskipun dana yang dikucurkan pemerintah dalam program ketahanan pangan ini cukup besar.

"Nanti kami akan koordinasi dengan tim lapangan dan pihak PU untuk mengatasi persoalan air di lahan-lahan itu," pungkasnya.

Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas yang berasal dari Dadahup, Bendi mengharapkan proyek food estate di Kecamatan Dadahup berjalan bagus, sehingga target mewujudkan ketahanan pangan nasional dapat tercapai.

"Saya tentu sangat berharap proyek tersebut terealisasi dan menjadi lumbung pangan sehingga berdampak positif untuk masyarakat, khususnya Dadahup," tegas politikus Partai Gerindra ini.

Terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng Sunarti mengatakan, persoalan utama di Desa Bentuk Jaya (A5) adalah sampai saat ini belum semua lahan ditanami benih/bibit. Namun dinas pertanian telah membuat mini polder, yakni saluran cacing di dalam tanah yang berfungsi untuk mengatur air.

“Saat ini kita kerja sama dengan penyedia untuk demplot di sana, karena memang petani tidak tinggal di Bentuk Jaya ini,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (1/10).

Diungkapkannya, dengan adanya mini polder ini, maka air sudah tidak akan menggenang lagi, termasuk saat ini di lokasi juga sedang dibangun pintu air. Sistem tanam padi secara tabela sudah tidak terkendala, karena sudah dibangun mini polder tersebut.

“Memang di Desa Bentuk Jaya ini tidak semua lahan harus dilakukan dengan sistem tanam pindah (tapin), sebagian masih pakai sistem tabela, sistem tapin hanya pada beberapa titik saja,” bebernya.

Dijelaskannya, untuk tanam dengan sistem tabela ini memerlukan 40 hingga 50 kilogram benih per satu hektare, sementara sistem tapin hanya butuh 20 hingga 25 kilogram. “Bantuan pengadaan benih ke Desa Bentuk Jaya ini memang untuk sistem tabela, mempertimbangkan tidak adanya tenaga kerja, karena petani tidak tinggal di lokasi,” jelasnya.

Ke depan pihaknya akan mendorong pelaksanaan sistem tanam di lokasi food estate menggunakan sistem tapin. “Itu pun asal petaninya ada. Warga Desa Bentuk Jaya tidak tinggal di situ, saat kita olah lahan mereka, mereka hanya menengok, padahal tanah itu milik mereka,” pungkasnya. (alh/abw/ce/ala)


BACA JUGA

Selasa, 25 Januari 2022 12:26

Terlibat Narkoba, 6 Pegawai Kemenkumhan Kalteng Dipecat

Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkumham Kalteng Ikmal Idrus menegaskan, pihaknya…

Selasa, 25 Januari 2022 10:36

Dari Raker Kalimantan Universities Consortium, 24 Perguruan Tinggi Bahas Kontribusi untuk IKN

Setelah disahkannnya UU Ibu Kota Negera (IKN), sebanyak 24 pimpinan…

Selasa, 25 Januari 2022 10:34

Dua Nama yang Identitasnya Dicatut Resmi Melapor ke Polda Kalteng

PALANGKA RAYA-Keberatan atas penggunaan data pribadi yang digunakan oknum untuk…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:31

Sengkon Disebut Tak Mau Ikuti Mekanisme

  PALANGKA RAYA-Surat keputusan (SK) yang dikeluarkan Dewan Pimpinan Pusat…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:27

Dari Peninjauan PTM di SMAN-1 Palangka Raya, Satu Kelas Terisi Penuh, Sebulan Sekali Swab Antigen

Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen sudah dilaksanakan sejak awal…

Jumat, 21 Januari 2022 12:32

Kalteng Penyangga IKN, Perkuat Sektor Pangan

PALANGKA RAYA-Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) telah disahkan…

Jumat, 21 Januari 2022 12:31

Capaian Vaksinasi Provinsi Kalteng Turun

PALANGKA RAYA-Data vaksinasi Covid-19 saat ini telah dilakukan migrasi. Sebelumnya…

Kamis, 20 Januari 2022 08:57

Enam Pekerja Tambang Emas Ditangkap, Bos Tambang Buron

PANGKALAN BUN - Aktivitas tambang ilegal di Arut Utara kembali…

Kamis, 20 Januari 2022 08:56

Serangan Misterius Seleksi Sekda

PALANGKA RAYA – Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT)…

Senin, 17 Januari 2022 09:03

Jabatan Bupati Barsel-Kobar Sisa 4 Bulan, Usulan Nama Pj ke Mendagri Sebulan sebelum Berakhir

PALANGKA RAYA-Lebih dari separuh kabupaten/kota se-Kalteng bakal diisi oleh penjabat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers