MANAGED BY:
KAMIS
27 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Jumat, 01 Oktober 2021 14:25
Target Tanam Food Estate Dadahup Terancam Tidak Tercapai

Jika Air Tinggi, Sistem Tabela Tak Bisa Dipaksakan

PILIH TANAM LANGSUNG: Petani Desa Petuk Batuah (A2), Kecamatan Dadahup membawa bibit padi untuk ditanam secara manual di lahan food estate Desa Bentuk Jaya (A5) Dadahup, Kamis (30/9). GALIH/KALTENG POS

KUALA KAPUAS-Mega proyek food estate di Desa Bentuk Jaya (A5), Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas sudah berjalan sekitar dua tahun. Kini ribuan hektare (Ha) lahan tersebut mulai ditanami padi untuk musim tanam Oktober-Maret (Okmar). Target ribuan hektare lahan yang harus tertanam tersebut dikhawatirkan tidak tercapai jika tidak maksimal dikerjakan. Apalagi program ini menggunakan dana APBN yang tidak sedikit jumlahnya.

Pantauan wartawan Kalteng Pos di lokasi, Kamis (30/9) terlihat puluhan petani melakukan olah tanah dengan alsintan jenis hand tractor. Penanaman dilakukan secara manual pada lahan yang sempat dikunjungi Presiden Jokowi beberapa waktu lalu itu. Berdasarkan informasi yang didapatkan, ternyata warga Desa Petuk Batuah, Kecamatan Dadahup Kabupaten Kapuas yang melakukan olah tanah dan menanam itu dibayar atau diupah. Mereka diupah melalui Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Dadahup, Arpani.

"Kami diupah sehari Rp100 ribu, ada 26 orang yang ikut menanam, mencabut, dan juga melangsir, target sehari minimal satu hektare tertanam," ungkap Briliantu yang didapuk sebagai koordinator petani di lapangan itu.

Ia menjelaskan, luas lahan akan ditanam Okmar ini mencapai 1.150 hektare. Sesuai kesepakatan, penanaman padi secara manual hanya pada lahan seluas 56 hektare, sementara sisanya dilakukan sistem tanam benih langsung (tabela).

"Kami sudah tanam sekitar 30-an hektare, kalau untuk tabela kami tidak tahu, itu mereka (dinas) yang tangani, karena pasti melihat kondisi lahan," bebernya. Dijelaskannya, lahan yang ditanam petani tersebut merupakan lahan yang pernah ditanam April-September (Asep) lalu. Pada beberapa titik, genangan air masih tinggi. Para petani yang menanam saat itu bukanlah petani dari desa setempat, tapi dari desa tetangga, bahkan ada yang datang dari luar Kapuas.

Sementara itu, Koordinator BPP Dadahup Arpani saat dihubungi melalui telepon, membenarkan bahwa petani yang diupah untuk menanam dan mengolah lahan dari Petuk Batuah. Tidak melibatkan petani Desa Bentuk Jaya karena belum ada kesepakatan borongan. Selain itu, jumlah bibit yang disediakan pun terbatas. Dana yang digunakan untuk mengupah operator pengolah tanah dan upah tanam padi berasal dari APBN.

"Lahan yang akan ditanam itu mencapai 1.240 hektare, di mana 56 hektare tanam langsung dan sisanya 1.184 hektare dilakukan sistem tabela. Penanaman ada kendala juga, sebab bibit terbatas, karena disemai bergilir. Luas 1.240 hektare itu tidak bisa full sesuai rencana, karena ada juga kebun galam," bebernya.

Saat ditanya apakah akan tercapai target penanaman, Arpani belum berani menjamin, karena penanaman sistem tabela ada terkendala jika kondisi air tinggi. "Kalau airnya tinggi dan dipaksakan sistem tabela, nanti benihnya malah mati," tuturnya.

Kondisi air yang masih tinggi, lanjutnya, disebabkan pintu-pintu air belum selesai dibangun, sehingga rembesan masih banyak dan menyebabkan lahan tergenang. "Nanti kami koordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), karena saat dilakukan penanaman sistem tabela, genangan air di lahan bisa disurutkan dengan menggunakan pompa penyedot," pungkasnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Yaya, saat dikonfirmasi perihal ini, justru mengarahkan awak media untuk menanyakan kepada pengawas. "Coba konfirmasi dengan ketua tim pengawas, BaPak Edi Dese (Kabid Tanaman Pangan)," ucapnya singkat. (alh/ce/ala)


BACA JUGA

Selasa, 25 Januari 2022 12:26

Terlibat Narkoba, 6 Pegawai Kemenkumhan Kalteng Dipecat

Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkumham Kalteng Ikmal Idrus menegaskan, pihaknya…

Selasa, 25 Januari 2022 10:36

Dari Raker Kalimantan Universities Consortium, 24 Perguruan Tinggi Bahas Kontribusi untuk IKN

Setelah disahkannnya UU Ibu Kota Negera (IKN), sebanyak 24 pimpinan…

Selasa, 25 Januari 2022 10:34

Dua Nama yang Identitasnya Dicatut Resmi Melapor ke Polda Kalteng

PALANGKA RAYA-Keberatan atas penggunaan data pribadi yang digunakan oknum untuk…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:31

Sengkon Disebut Tak Mau Ikuti Mekanisme

  PALANGKA RAYA-Surat keputusan (SK) yang dikeluarkan Dewan Pimpinan Pusat…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:27

Dari Peninjauan PTM di SMAN-1 Palangka Raya, Satu Kelas Terisi Penuh, Sebulan Sekali Swab Antigen

Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen sudah dilaksanakan sejak awal…

Jumat, 21 Januari 2022 12:32

Kalteng Penyangga IKN, Perkuat Sektor Pangan

PALANGKA RAYA-Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) telah disahkan…

Jumat, 21 Januari 2022 12:31

Capaian Vaksinasi Provinsi Kalteng Turun

PALANGKA RAYA-Data vaksinasi Covid-19 saat ini telah dilakukan migrasi. Sebelumnya…

Kamis, 20 Januari 2022 08:57

Enam Pekerja Tambang Emas Ditangkap, Bos Tambang Buron

PANGKALAN BUN - Aktivitas tambang ilegal di Arut Utara kembali…

Kamis, 20 Januari 2022 08:56

Serangan Misterius Seleksi Sekda

PALANGKA RAYA – Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT)…

Senin, 17 Januari 2022 09:03

Jabatan Bupati Barsel-Kobar Sisa 4 Bulan, Usulan Nama Pj ke Mendagri Sebulan sebelum Berakhir

PALANGKA RAYA-Lebih dari separuh kabupaten/kota se-Kalteng bakal diisi oleh penjabat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers