MANAGED BY:
KAMIS
27 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

METROPOLIS

Kamis, 30 September 2021 13:10
Makan Gaji Buta, Mantan Guru Didakwa Korupsi

PALANGKA RAYA-Peringatan untuk para aparatur sipil Negara (ASN) di Kalteng yang sering membolos atau tidak masuk Kerja. Sekarang ASN yang sering membolos bisa dijerat melakukan tindak pidana korupsi. Alasannya, karena menikmati gaji buta tanpa melaksanakan tugas dan kewajibannya.

Contohnya sudah ada. Bijuri, guru di Dinas Pendidikan Barito Utara, Kalteng. Selama menjadi pengajar di SDN Sampirang I, Kecamatan Timur, Barito Utara, tidak pernah menjalankan kewajibannya. Sekarang terpaksa pasrah duduk sebagai terdakwa sebuah kasus tindak pidana korupsi.

Dia didakwa melakukan tindak pidana korupsi yakni menerima gaji dari pemerintah tanpa pernah sekalipun melaksanakan tugas sebagai seorang guru di tempat tugasnya mengajar di SDN Sampirang I. Dia tidak masuk kerja dan hanya menikmati gaji tersebut sejak Juli tahun 2016 sampai 2020. Bahkan sidang perdana kasus tindak pidana korupsi yang menjerat pria berusia 52 tahun ini telah digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Palangka Raya, beberapa hari lalu.

Dalam sidang yang beragendakan pembacaan nota dakwaan, jaksa penuntut umum ( JPU ) dari Kejaksaan Negeri Muara Teweh, Ramdhani, mendakwa Bajuri dengan dakwaan melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang Undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pemberantasan Korupsi, menyangkut perbuatan melawan hukum, memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi yang dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara.

Dalam dakwaan yang dibacakan di hadapan hakim ketua majelis, Erhammudin, Jaksa Ramdhani mengatakan terdakwa Bijuri, sejak pertengahan tahun 2016 hingga tahun 2020 tidak pernah menandatangani daftar hadir guru di SDN Sampirang I tempatnya mengajar.

“Selain itu berdasarkan daftar hadir dari SDN Sampirang I dari Januari 2016 sampai Desember 2020, terdakwa hanya beberapa kali menandatangani daftar hadir “ ujar jaksa.

Dalam rincian yang di bacakan jaksa di ketahui bahwa pada tahun 2017, jumlah kehadiran Bijuri sebanyak 23 (hari) kehadiran, 222 hari tidak masuk tanpa keterangan, 2 hari izin, dan 5 hari Izin karena sakit. Kemudian di tahun 2018, jumlah kehadiran Bijuri mengajar di SDN sampirang I tercatat hanya 24 hari, dan 210 hari lainnya tidak hadir tanpa keterangan. Kemudian pada tahun 2019, jumlah kehadiran mengajar Bijuri sebanyak 45 hari dan ketidakhadiran tanpa tercatat 210 hari .

Dikatakan jaksa juga bahwa terdakwa aktif mengajar setelah mendapat surat teguran tertulis dari Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara. Meskipun demikian disebutkan dalam dakwaan jaksa tersebut bahwa tahun 2020 , jumlah kehadiran mengajar bijuri di SDN Sampirang I hanya tercatat 56 hari dan bolos tanpa keterangan tercatat 192 hari.

Namun, meskipun sering tidak masuk mengajar, Terdakwa Bijuri ternyata tetap menerima gajinya secara penuh ditambah dengan berbagai penghasilan lainnya yang sah berdasarkan undang-undang. “Rangkaian perbuatan terdakwa telah merugikan Keuangan Negara sebesar Rp295.258.770,” kata Ramdhani yang merujuk pada Hasil Pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Barito Utara dengan Nomor: 713.1.5/28/LHP-RIKSUS/2021, ter tanggal 25 Juni 2021 tentang Perhitungan Kerugian Keuangan Negara Dugaan Penyelewengan Pembayaran Gaji dan Tunjangan Guru Terpencil Di SDN-1 Sampirang I, Kecamatan Teweh Timur.

Seusai pembacaan dakwaan, terdakwa Bijuri yang mengikuti sidang tersebut secara dering dari ruangan sidang yang ada di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB di Muara teweh sempat ditanyai ketua majelis hakim tanggapannya atas dakwaan jaksa tersebut.

“Apa terdakwa mengerti dengan isi dakwaan jaksa tadi?” ucap Ketua Majeli Hakim Erhammudin.

Terdakwa yang dalam sidang tersebut di dampingi penasihat hukumnya , Robby Cahyadi, mengangguk seraya menyatakan dirinya mengerti dengan isi dakwaan terhadap nya tersebut. ‘Iya mengerti pak hakim,” kata Bijuri. Sidang kasus tindak pidana korupsi ini rencananya akan di lanjutkan kembali pada Senin (11/10 ) dengan agenda pemeriksaan saksi.

Seusai sidang, JPU Rahmdhani mengatakan ketika diperiksa penyidik kejaksaan, Bijuri beralasan dirinya tidak melaksanakan tugasnya di SDN Sampirang I karena jauh dari tempat tinggalnya. Padahal dikatakan oleh Ramdhani lagi sudah umum diketahui bahwa sebelum seseorang diangkat sebagai PNS, sudah ada pernyataan yang menyatakan dirinya siap ditugaskan di wilayah mana saja di seluruh Indonesia.

Selain itu, lanjutnya, Bijuri sendiri juga sudah pernah dipanggil oleh Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara. Pada waktu itu kadis pendidikan meminta bila bijuri merasa keberatan dengan penempatan sebagai guru di SDN Sampirang I tersebut , dirinya diminta untuk membuat surat permohonan pindah tugas.

“Tapi sesudah pertemuan itu, dia tidak ada juga membuat kelanjutan,” terangnya.

Ramdhani juga mengungkapkan, kasus serupa yang dilakukan oleh Bijuri ini sudah pernah disidangkan di Pengadilan Negeri Binjai. Pihak Kejaksaan Negeri Binjai pernah menuntut oknum guru yang diketahui bertahun tahun tidak pernah masuk kerja atau mengajar di sekolah dan hanya mau menerima gajinya saja .

“Tolok ukurnya ada Kejaksaan Negeri Binjai untuk kasus seperti ini,” pungkas Ramdhani.(sja/uni)


BACA JUGA

Selasa, 25 Januari 2022 12:37

Sempat Menyerang Warga, Monyet Liar Berhasil Ditangkap

 Monyet yang belakangan ini sempat meresahkan masyarakat yang ada di…

Selasa, 25 Januari 2022 12:36

SYUKURLAH..!! Seluruh Kelurahan di Palangka Raya Kini Masuk Zona Hijau Covid-19

Berdasarkan data rilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya…

Rabu, 19 Januari 2022 16:47

116 Ribu Orang Lebih Dapat Vaksinasi Covid-19 dari Binda Kalteng

PALANGKA RAYA – Sejak pertama kali turut menangani vaksinasi Covid-19…

Senin, 17 Januari 2022 09:01

Taman Tugu Soekarno Minim Penerangan

PALANGKA RAYA-Tidak berfungsinya lampu penerangan pada kawasan Taman Tugu Soekarno…

Jumat, 14 Januari 2022 13:46

Vaksinasi Dosis Ketiga Prioritaskan Lansia

PALANGKA RAYA-Penyuntikan vaksin dosis ketiga atau booster kepada masyarakat umum…

Jumat, 14 Januari 2022 13:00

Masa Jabatan Komisioner KPU-Bawaslu Kalteng Berakhir sebelum Pemilu, Diperpanjang atau Buka Seleksi?

PALANGKA RAYA-Masa jabatan komisioner pada lembaga penyelenggara dan pengawas pemilihan…

Rabu, 12 Januari 2022 11:03

Bangunan SD Ambruk, Polsek Pasang Garis Polisi

PALANGKA RAYA-Warga yang tinggal di Jalan Mendawai Sosial, Kelurahan Palangka…

Rabu, 12 Januari 2022 10:55

Sidang Tipikor “Gaji Buta” Oknum Guru, Empat Tahun Tak Mengajar, Divonis 15 Bulan

PALANGKA RAYA-Sidang tindak pidana korupsi (tipikor) yang menjerat terdakwa Bijuri…

Selasa, 11 Januari 2022 14:04

Kembangkan Wisata di Kawasan Food Estate

PULANG PISAU-Kabupaten Pulang Pisau telah mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat…

Sabtu, 08 Januari 2022 17:50

Wujudkan Herd Immunity, BIN Kalteng Percepat Akselerasi Vaksin Anak 6-11 Tahun

SUKAMARA - Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kalimantan Tengah terus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers