MANAGED BY:
SABTU
23 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Rabu, 15 September 2021 13:50
Puluhan Hektare Lahan Terendam, Petani Gagal Panen
ilustrasi

Akibat luapan air Sungai Kahayan, 50 hektare (ha) lahan pertanian dan perkebunan di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sebangau terendam. Banjir yang terjadi hampir sepekan ini menyebabkan rusaknya berbagai tanaman sayur milik petani di daerah yang dikenal merupakan salah satu sentra produksi pertanian di Kota Cantik ini. Petani pun menderita kerugian bervariasi. Mulai dari puluhan hingga ratusan juta. Sebab, tanaman yang menjadi sumber pendapatan mereka mengalami gagal panen.

Dari pantauan Kalteng Pos di lokasi banjir, (14/9), air setinggi lutut orang dewasa menggenangi tanaman jagung dan jenis sayuran, seperti terong, bayam, daun katuk, singkong, dan lainnya. Menurut keterangan salah satu warga Kalampangan, Sutikno, banjir mulai terjadi sejak 6 September lalu. “Banjir ini terjadi karena luapan air Sungai Kahayan,” kata pria yang merupakan Ketua Kelompok Tani Harapan Tani I itu.

Sutikno menuturkan, hampir seluruh area pertanian yang berdekatan dengan Sungai Kahayan terendam air. Sutikno memperkirakan luas lahan pertanian warga Kalampangan yang terendam banjir mencapai sekitar 250 hektare. “Pokoknya hampir seluruh area pantura (pantai utara) Kalampangan ini terendam,” sebutnya. Meskipun daerah Kalampangan sering dilanda banjir, lanjut Sutikno, tapi biasanya terjadi setelah bulan November atau ketika puncak musim hujan. Itupun tidak terjadi setiap tahun.

“Bisa terjadi tahun tahun sekali atau lima tahun sekali, tapi anehnya sekarang ini masih tanggal muda bulan sembilan kok sudah ada (banjir),” katanya. Pria yang juga pengurus organisasi HKTI Kalteng ini menyebut, banjir yang sulit diprediksi sekarang ini cukup menyulitkan petani di Kalampangan untuk memperkirakan waktu yang tepat untuk memulai penanaman.

“Kalau istilah zaman dulu, pranoto mongso sudah hilang, luput terus perhitungannya, karena alamnya mungkin sudah berubah atau gimana, yang jelas perhitungan-perhitungan itu lepas, enggak kaya zaman dulu,” kata Sutikno dengan raut wajah prihatin.

Diterangkan Sutikno, pranoto mongso merupakan sistem perhitungan yang digunakan petani pada zaman dahulu untuk memulai kegiatan pertanian berdasarkan tanda-tanda alam. Sementara itu, terkait bantuan untuk warga yang terdampak banjir, Sutikno mengatakan, sebagian bantuan sudah didapatkan. Bantuan itu merupakan bantuan dari hasil solidaritas sosial dan swadaya masyarakat di lingkungan Kalampangan, serta bantuan dari sejumlah donatur yang diserahkan kepada 70-an warga yang menjadi korban banjir.

“Kami mengambil kebijakan memprioritaskan warga yang sepuh-sepuh, karena selain kurang mampu, mereka juga punya tanaman yang terendam banjir,” ujarnya.

Adapun bantuan yang diharapkan oleh petani antara lain sembako atau kebutuhan hidup sehari-hari selama belum bisa bekerja. Juga diperlukan bantuan bibit untuk memulai kegiatan pertanian.

Pentingnya bantuan bibit dan keperluan lain dibenarkan Abdurrahman, salah satu petani yang juga menjadi korban banjir. “Iya, memang kami mengharapkan sekali ada bantuan dari pemerintah untuk korban banjir di sini,” ucapnya saat ditemui di kediamannya, Jalan Manunggal I, RT 03/RW 03, Kelurahan Kalampangan. Abdurrahman mengaku jagung yang ditanamnya di lahan seluas seperempat hektare terendam banjir. Padahal jagung yang ditanamannya itu sudah berbunga, bahkan ada yang mulai berbuah. “Tahun ini sudah dua kali gagal panen, yang pertama penyebabnya juga karena banjir,” bebernya. “Pokoknya hampir semua lahan sayuran milik petani di Jalan Manunggal dan Jalan Kenanga terendam banjir,” tambahnya.

Terpisah, Lurah Kalampangan Yunita Martina membenarkan perihal banjir yang terjadi di wilayahnya. Berdasarkan data pihaknya, terdapat 300 kepala keluaga (KK) di 9 RT dan 3 RW yang terdampak. “Untuk perkebunan kurang lebih 50 hektare yang terdampak,” ujarnya.

“Debit air terdalam sempat mencapai satu meter di daerah ini,” tambahnya, sembari membenarkan bahwa banjir yang terjadi di Kalampangan diakibatkan meluapnya air Sungai Kahayan serta kiriman banjir dari wilayah Bukit Rawi.

Mengenai penanganan terhadap korban banjir, Yunitha menyebut, pihak kelurahan sudah mendata jumlah korban serta kebutuhan yang diperlukan. Data tersebut telah diserahkan ke Kecamatan Sebangau dan Pemko Palangka Raya.

“Bantuan dari berbagai organisasi dan donatur pun sudah kami salurkan, seperti bantuan dari LPDI NU, kepolisian, dan dari anggota DPRD Kota Palangka Raya,” ujar Yunitha.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, saat ini status banjir di Kota Palangka Raya tetap statis. Sebab, terdapat wilayah yang debit airnya sudah menurun. Namun, pada sebagian wilayah justru debit airnya meninggi. “Meskipun menurun kondisi debit air, tapi Bapak Wali Kota Palangka Raya telah menetapkan status siaga darurat kondisi banjir, kami tentunya siap menindaklanjuti hal itu,” ucapnya. (kaltengpos)


BACA JUGA

Senin, 18 Oktober 2021 13:58

Anggaran Food Estate Harus Diawasi, Warga Lokal Disebut Tak Dilibatkan Penggarapan

KUALA KAPUAS-Mega proyek food estate atau lumbung pangan di Desa…

Rabu, 13 Oktober 2021 11:55

Jangan Terlena Penurunan Covid-19 di Kalteng, Tetap Patuhi Prokes

PALANGKA RAYA-Kasus Covid-19 di Kalteng lebih dari sebulan terakhir ini…

Senin, 11 Oktober 2021 09:59

Bongkar Habis Jaringan Sabu Narapidana, Siap Razia Lapas dan Rutan se-Kalteng

PALANGKA RAYA – Terungkapnya sejumlah jaringan pengedar sabu yang dikendalikan…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:32
Semangat Menggebu Pejuang Pendidikan di Kalteng

Siswa dan Guru Bertaruh Nyawa Melawan Derasnya Arus, Patungan Beli Tanah untuk Bangun Ruang Guru

Akses jalan menjadi jantung kehidupan masyarakat. Terutama bagi peserta didik…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:13

Dinkes Dorong PTM Terbatas, Demi Mencetak Generasi Penerus yang Berkualitas

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng tengah mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran tatap…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:05

Penerimaan PPPK, Minta Pertimbangan Khusus terhadap Guru yang Puluhan Tahun Mengabdi

PALANGKA RAYA-Informasi kelulusan peserta seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja…

Jumat, 08 Oktober 2021 10:45

Sidang Perdana Mantan Direktur PDAM Tanpa Didampingi Pengacara

PALANGKA RAYA-Kasus tindak pidana korupsi (tipikor) yang menjerat mantan Direktur…

Jumat, 08 Oktober 2021 10:43

Dinkes Dorong PTM Terbatas, Demi Mencetak Generasi Penerus yang Berkualitas

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng tengah mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran tatap…

Kamis, 07 Oktober 2021 15:35

508 Peserta Tidak Hadir SKD

PALANGKA RAYA-Seleksi kompetensi dasar (SKD) yang dilaksanakan di Unit Pelaksana…

Kamis, 07 Oktober 2021 15:04
Terkait Dugaan Tipikor Kasus Dana Hibah Pilgub 2020

Geledah Kantor KPU Kapuas, Penyidik Kejaksaan Bawa Satu Koper dan 12 Boks

KUALA KAPUAS-Perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di Komisi Pemilihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers