MANAGED BY:
RABU
18 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

NASIONAL

Selasa, 24 Agustus 2021 11:14
57 Pegawai KPK Terus Melawan

Adukan ke Dewas Dugaan Pelanggaran Pimpinan dan Tindak Lanjut Rekomendasi ORI-Komnas HAM

JAKARTA – Polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih berlanjut. Dalam sepekan, perwakilan 57 pegawai (nonaktif) KPK dua kali mengadu kepada Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

Salah satu aduan itu terkait dengan dugaan pelanggaran etik dan perilaku Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Laporan kedua, permintaan kepada dewas untuk mengawasi KPK dalam melaksanakan rekomendasi Ombudsman RI (ORI) dan temuan Komnas HAM terkait dengan TWK.

Soal dugaan pelanggaran etik Alex, Hotman Tambunan selaku perwakilan 57 pegawai KPK menjelaskan bahwa dugaan pelanggaran itu berkaitan dengan pernyataan Alex pada konferensi pers beberapa bulan lalu. Pernyataan yang dianggap mencemarkan nama baik 51 pegawai itu berbunyi, ”Warnanya sudah merah dan tidak bisa dilakukan pembinaan”.

Alex menyampaikan pernyataan tersebut saat mengumumkan hasil rapat KPK dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Saat itu Alex memaparkan bahwa 51 di antara 75 pegawai KPK yang tidak memenuhi syarat (TMS) menjadi ASN tidak bisa dibina. Dengan demikian, para pegawai itu tidak bisa diangkat menjadi ASN sebagaimana pegawai yang memenuhi syarat (MS). ”Pernyataan (Alex) yang disematkan kepada 51 pegawai telah merugikan,” kata Hotman (21/8).

Merujuk Peraturan Dewas KPK tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK, pernyataan Alex tersebut dinilai melanggar nilai dasar keadilan. ”Laporan dugaan pelanggaran etik itu dilakukan tujuh pegawai yang menjadi perwakilan 57 pegawai,” jelas Hotman.

Terkait dengan permohonan pengawasan, Hotman menuturkan bahwa dewas perlu turun tangan lantaran sampai saat ini pimpinan KPK enggan menindaklanjuti rekomendasi ORI maupun temuan Komnas HAM. ”Jadi, mohon kiranya dewas dapat mengawasi pelaksanaannya agar tepat waktu serta menghindari kerugian dan tindakan sewenang-wenang lebih lanjut,” tutur dia.

Sebagaimana diketahui, ORI menemukan adanya praktik maladministrasi dalam proses TWK. Dalam rekomendasinya, Ombudsman meminta dilakukan sejumlah koreksi terhadap keputusan terkait dengan TWK. Sementara itu, hasil pemantauan dan penyelidikan Komnas HAM menemukan sebelas dugaan pelanggaran HAM dalam TWK. ORI dan Komnas HAM meminta Presiden Jokowi mengambil alih persoalan alih status pegawai KPK menjadi ASN tersebut.

Belum ada tanggapan dari KPK perihal aduan ke dewas tersebut. Alex maupun Juru Bicara KPK Ali Fikri tidak merespons permintaan konfirmasi dari koran ini. (tyo/c14/fal)


BACA JUGA

Senin, 16 Mei 2022 12:01

KPK Selidiki 396 Laporan Gratifikasi Idulfitri 1443 H

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima laporan 395 barang atau objek…

Jumat, 22 April 2022 16:08

IndiHome Utamakan Kepuasan Pelanggan dengan Berbagai Inovasi

Jakarta- Komitmen IndiHome memberikan layanan internet terbaiknya bagi masyarakat Indonesia…

Senin, 04 April 2022 11:36
Berkah Buat Mereka, Derita Buat Rakyat

HELEHHH...!! Saat Harga Pertamax Naik, Gaji Direksi- Pegawai Pertamina Juga Naik

Di saat harga BBM naik, justru gaji direksi dan pegawai…

Jumat, 25 Maret 2022 11:16

11 Tahun Menikah, Suharso Monoarfa Ceraikan Istri Keduanya

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas sekaligus Ketua Umum PPP,…

Selasa, 22 Februari 2022 09:30

DUKA..!! Pesantren di Karawang Terbakar, Delapan Santri Tewas

Kepolisian Resor Karawang menyatakan, delapan santri Pondok Pesantren Miftahul Khoirot…

Selasa, 24 Agustus 2021 11:14

57 Pegawai KPK Terus Melawan

JAKARTA – Polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) di Komisi Pemberantasan…

Senin, 06 April 2020 10:10

Ke Luar Rumah Wajib Pakai Masker

TARGET rapid test gagal terpenuhi. Pemetaan kasus pun kandas. Dampaknya,…

Rabu, 25 Maret 2020 19:45

Miris, Dokter dan Perawat Pasien COVID-19 Dilarang Pulang oleh Tetangga

JAKARTA- Kabar menyedihkan disampaikan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Mereka…

Selasa, 24 Maret 2020 16:58

Dukung Pencegahan Penyebaran Virus Corona, Bank Mantap Ubah Jam Layanan

JAKARTA–Menyikapi semakin meluasnya penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19), mendapat perhatian…

Selasa, 17 Maret 2020 10:06

Ternyata 49 TKA Cina Masuk di Kendari Benar, Tak Seperti yang Dibantah Polisi

VIDEO viral rombongan tenaga kerja (TK) Cina berjumlah 49 orang yang…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers