MANAGED BY:
SENIN
20 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 05 Agustus 2021 12:44
Wilayah PPKM Level IV di Kalteng Bisa Bertambah

Angka Kematian Masih Tinggi, Gubernur Dorong Perkuat 3T

Penyekatan selama PPKM (ilustrasi)

PALANGKA RAYA-Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran telah menetapkan pemberlakukan PPKM level IV untuk Kota Palangka Raya, sementara kabupaten lainnya memberlakukan PPKM level III. Pelaksanaannya akan terus dievaluasi. Bisa saja sewaktu-waktu dilakukan addendum apabila mengharuskan ada penambahan wilayah atau kabupaten yang dinaikkan ke level IV.

“Ada kabupaten lain yang juga berpeluang tinggi mengarah ke level IV. Ini sifatnya fleksibel, sewaktu-waktu bisa dilakukan addendum jika kondisi mengharuskan kabupaten naik ke level IV,” kata Ketua Harian Satgas Covid-19 Kalteng Erlin Hardi.

Jika dilihat secara keseluruhan hasil penilaian risiko kenaikan kasus penyebaran Covid-19, lanjut Erlin, maka Kalteng berada pada kategori risiko tinggi atau zona merah dengan skor 1,45 status terdampak.

“Oleh sebab itu bupati/wali kota diminta untuk terus memperhatikan zonasi risiko kenaikan kasus penyebaran Covid-19 di Kalteng demi kesehatan dan keselamatan masyarakat di wilayah masing-masing,” jelasnya kepada Kalteng Pos, Rabu (4/8).

Pemerintah kabupaten/kota juga diminta untuk terus meningkatkan sinergi dalam upaya percepatan pemutusan penyebaran Covid-19. Ada enam kabupaten di Kalteng yang mengalami perubahan risiko kenaikan kasus penyebaran Covid-19, yaitu Pulang Pisau, Katingan, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Barito Timur, dan Barito Selatan. Kabupaten tersebut berpotensi naik dari risiko sedang atau zona oranye menjadi risiko tinggi atau zona merah.

Berdasarkan arahan gubernur, lanjut Erlin, seluruh kepala daerah se-Kalteng diminta memperkuat 3T (testing, tracing, treatment). Dengan maksimalnya testing, maka angka kasus konfirmasi positif juga akan ikut meningkat. “Namun jika 3T itu dimaksimalkan, maka mereka yang positif bisa segera diisolasi dan warga lain terlindungi,” ungkapnya.

Data akan terus dilaporkan, termasuk angka kenaikan kasus dan kematian, sebagai bahan evaluasi pelaksanaan PPKM level IV ini. “Nanti akan kami lihat, setelah 3T maksimal, maka kemungkinan kasus akan tinggi dalam satu minggu, dan setelahnya kurvanya akan menurun,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan, pihaknya terus mendorong agar 3T di seluruh kabupaten dapat dilaksanakan secara maksimal. Tracing dilakukan setiap hari dengan sasaran minimal 30 orang.

“Memang tracer ini (pihak yang melakukan tracing) masih kurang, tetapi kami coba koordinasi dengan TNI dan Polri untuk mengikutsertakan babinsa dan babinkamtimbas yang sudah dilatih,” tuturnya.

Pihaknya juga mendorong agar kabupaten/kota bisa mencapai target tracing yang sudah ditentukan. Saat ini pun sudah dibolehkan menggunakan swab antigen. “Untuk di Kota Palangka Raya yang menjalankan PPKM level IV, antigen disuplai dari provinsi,” bebernya.

Dengan maksimalnya 3T ini, juga perlu ada solusi pemerintah untuk menyediakan isolasi terpusat. Sementara ini, untuk Kota Palangka Raya menggunakan fasilitas asrama haji sebagai lokasi isolasi terpusat.

“Namun ada opsi lain seperti menggunakan asrama BPSDM, Hotel Dandang Tingang, dan Hotel Batu Suli Internatioal, tapi yang menjalani isolasi mandiri terpusat itu pasien yang tidak bergejala atau bergejala ringan dan sedang, yang berat tetap akan dirawat di rumah sakit,” tegasnya.

Suyuti menambahkan, gubernur berharap beberapa daerah lain bisa naik ke level empat sehingga bisa berkolaborasi menyelesaikan masalah ini. “Saat ini ada kabupaten yang di level III dengan angka kematian tinggi, di antaranya Kobar, Kotim, Gumas, dan Sukamara,” tambah dia.

Terkait angka kematian yang setiap hari masih naik terjadi pada orang yang berisiko tinggi, mereka adalah pasien yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti hipertensi, diabetes, jantung, asma, hingga gagal ginjal. Selain itu, orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah, berusia lanjut yakni di atas 60 tahun dan mereka yang mengalami obesitas atau berat badan berlebihan. (abw/nue/sja/ce/ala)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers