MANAGED BY:
SENIN
20 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

METROPOLIS

Selasa, 27 Juli 2021 11:52
Subuh Membara di Palangka Raya
Akses Jalan yang Sulit, 139 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
MEMBARA: Seorang warga menyelamatkan barang-barang berharga keluar rumah saat kobaran api membakar kompleks pemukiman, Minggu (25/7) pukul 02.00 WIB. DENAR/KALTENG POS

PALANGKA RAYA-Kompleks mendawai kembali berkobar, puluhan bangunan rumah dan koskosan atau barak berkobar. Tiga RT di kawasan permukiman padat penduduk di Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya ini dilalap si jago merah. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (25/7) dini hari ini menyebabkan 139 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Peristiwa kebakaran yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB tersebut langsung menimbulkan kepanikan warga di kawasan padat penduduk tersebut. Karena saat kejadian masih banyak warga yang diperkiraan sedang tertidur pulas. Alhasil, akibat kepanikan itu banyak diantara warga yang mengaku tidak sempat menyelamat barang barang berharga miliknya.

Sebelum pemadam tiba ke lokasi, beberapa warga terlihat memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tak lama kemudian puluhan petugas kebakaran baik dari pemerintah kota Palangka Raya maupun pemadam kebakaran swakarsa yang mendapat laporan kejadian kebakaran tersebut langsung meluncur ke lokasi dan berjibaku untuk memadamkan api.

Namun akses jalan ke lokasi kebakaran yang cukup sulit karena terletak di tengah pemukiman penduduk dan di tambah bahan bangunan yang terbakar rata terbuat dari kayu itu serta tiupan angin yang juga saat peristiwa ini terjadi berhembus cukup kencang, membuat upaya petugas untuk menjinakkan api mendapat hambatan. Berdasar informasi warga , Api akhirnya berhasil benar benar dipadamkan sekitar pukul 05.30 wib.

Meskipun tidak ada korban jiwa tetapi akibat peristiwa kebakaran ini, satu orang warga setempat bernama Sapto Arianto (59 tahun) mengalami luka bakar di tangan dan bagian kaki akibat dirinya berusaha menyelamat barang barang berharga dari dalam rumahnya. Korban langsung dibawa Rumah Sakit Umum Daerah dr Doris Sylvanus Palangka Raya untuk mendapat perawatan.

Menurut penuturan Sapto Harianto (59) dimana rumah miliknya berada berseberangan dengan bangunan barak 7 pintu yang diduga tempat api berasal mengatakan kejadian begitu cepat, saat itu dirinya sedang istirahat, tiba-tiba mendengar suara berisik dari seberang rumah dan mulai ramai orang keluar rumah.

“Pas saya dengar orang ribut diluar ada yang berteriak ada api, pas saya lihat api sudah besar membakar atap barak nomor 2, lali saya membangunkan istri dan juga anak saya agar membawa cucu untuk menyelamatkan diri,” ungkap Sapto yang akrab disapa Kai Arul kepada wartawan saat itu.

Sebelum kejadian Kai Arul mengaku melihat ada lima orang pemuda sedang asik menenggak minuman keras di salah satu kamar barak yang terbakar, bahkan Kai Arul sempat menegur kawanan pemuda tersebut, namun tidak diindahkan. Menurut Kai Arul kawanan pemuda tersebut sekitar 1 bulan menempati barak.

“Sering saya lihat mereka minum, dan berisik di barak itu sesekali saya tegur, namun tetap saja kadang setiap malam mereka minum miras ditambah suara mereka gaduh, kadang tetangga juga risih karena mereka ribut. Pas tadi sebelum kebakaran mereka keluar dari barak entah kemana,” lanjut Sapto.

 

Tidak ingin keluarganya dan cucunya jadi korban, Kai Arul menerjang kobaran api dan melintas di jalan setapak untuk kembali ke rumahnya yang saat itu sebagian sudah dilalap api dan nekat masuk kedalam rumah." Yang penting Istri, anak dan cucu saya selamat, saya tidak peduli itu mending mereka yang selamat duluan," ceritanya.

Bahkan Kai Arul tidak sadar bahwa lengan kananya melepuh akibat terkena api, namaun dirinya tetap menerobos rumah miliknya padahal saat itu rumah miliknya sebagian sudah terbakar. Beruntung Pemadam dan Anggota relawan melihat Sapto masih berada dirumah, sedangkan atap rumahnya sudah mulai dilalap api.

Alvin Marcelino, Anggota Relawan ERP Palangka Raya yang saat itu sedang memadam api melihat pria tua masuk kedalam rumah yang saat itu sedang di siram, sontak anggota Relawan tersebut langsung berteriak memanggil rekan pemadam bahwa ada 1 orang masih berada dalam rumah dan melapor kepada anggota Polisi.

"Saya kaget bapak-bapak masuk kedalam rumah miliknya saat itu mulai terbakar, saat kami masuk beliau tidak mau keluar dan beralasan mau menyelamatkan harta benda didalam rumah, lalu kami lapor ke petugas kepolisian akhirnya pemilik rumah mau keluar dengan tangan kanan melepuh akibat luka bakar, kemudian dibawa ke RS terdekat untuk diobati," tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dari Maimunah yang merupakan ketua RT 07/07 menyebut, akibat peristiwa kebakaran diperkirakan terdapat kurang lebih 139 jiwa dari tiga RT yakni RT07 dan 08 di RW 07 dan RT 06 di RW05 Kelurahan Palangka kehilangan tempat tinggalnya. “Untuk di RT saya sendiri sementara ada sekitar 31 KK atau 99 jiwa yang kehilangan tempat tinggalnya,” ujar perempuan Ketua RT 07.

Dia juga mengatakan bahwa sebagian besar korban kebakaran sendiri memilih tinggal di tempat kerabat mereka yang ada di lingkungan tersebut. Dikatakan Maimunah, demi membantu meringankan beban para korban kebakaran, pihak RT telah menyediakan satu tempat di yakni aula Masjid Silahul Mu’ min sebagai tempat pengungsian sekaligus posko dapur umum bagi korban kebakaran.

“Kami sudah bicara dengan kaum dan pengurus di masjid ini, dan mereka sudah mempersilahkan kita menggunakannya demi kebaikan seluruh warga,” terangnya.

Terkait bantuan untuk korban kebakaran sendiri Maimunah mengatakan yang terpenting dibutuhkan oleh para korban kebakaran sendiri saat ini adalah bantuan sembako dan pakaian layak pakai bagi para korban.

“Larena banyak dari para korban ini yang sama sekali tidak sempat membawa barang apa apa, kecuali baju di badan,” terang Maimunah sambil mengatakan bahwa salah satu contoh korban yang sama sekali tidak sempat menyelamat barang tersebut adalah orang tuanya sendiri.

Menurut salah seorang saksi mata kejadian , Nasrullah ( 29 tahun ) ,api terlihat berasal dari bagian belakang salah satu kamar barak Dua Saudara milik Abdianoor (47 ) yang juga warga setempat. Nasrullah yang juga penghuni barak Dua Saudara itu menceritakan ,bahwa awalnya istrinya yang bernama Sartini terbangun dan pergi ke kamar mandi. Pada waktu itu ,dia mendengar suara mencurigakan dari arah samping kamarnya.

“Habis dari wc istriku mendengar suara kayu terbakar api ,suara kretek kretek gitu , terus dia membangun aku, kami berdua keluar, melihat arah kesebelah kanan yaitu dapur dari rumah ( kamar ( red) nomor 5 atau 6 ,mengeluarkan api sudah,” kata Nasrullah.

Nasrullah memastikan bahwa api tersebut memang berasal dari bagian dapur karena pada saat dia melihat awal kejadian itu, dikatakannya belum ada asap yang muncul di bagian tengah kedua kamar barak tersebut. Dia menambahkan bahwa setelah mengetahui peristiwa kebakaran tersebut, ia dan istrinya langsung berteriak memberitahukan membangunkan warga sekitar. Nasrullah sendiri sempat kembali ke dalam barak untuk menyelamatkan sejumlah surat dan barang berharga dan juga kendaraan sepeda motor miliknya yang yang kebetulan terparkir di depan kamar baraknya tersebut.

“Istri ku sambil lari menyelamatkan diri bersama anaknya tapi sempat teriak membangunkan tetangga di kamar nomor 8, baru orang orang di sini pada sadar ada kebakaran,” ujarnya sambil menambahkan bahwa ada seorang penghuni barak tersebut yang dipanggil dengan panggilan Abah Ila juga ikut berteriak membangunkan warga sekitar.

Nasrulah sendiri mengaku sempat tiga kali masuk ke dalam rumah untuk mengambil barang barang berharga miliknya. Meskipun demikian sejumlah barang berharga elektronik seperti mesin cuci ,kulkas dan seisi lemari pakaian tidak sempat terselamatkan.

“Waktu aku berusaha menyelamatkan sepeda motor api sudah ada di depan rumah jadi , gak sempat lagi,” kata Nasrullah yang mengakui mengalami kerugian puluhan juta rupiah akibat peristiwa kebakaran tersebut.

Nasrullah juga menceritakan bahwa pada saat awal kejadian kebakaran tersebut , warga sekitar komplek tersebut sudah berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya termasuk menggunakan mesin pompa yang dimiliki warga.

“Waktu itu mesin mesin milik warga juga sudah mulai dinyalakan tetapi mungkin karena tenaganya yang kurang besar jadi cuman bisa untuk memperlambat ,tidak untuk memadamkan,” kata Nasrullah.

Jika Nasrullah masih sempat menyelamatkan sejumlah barang berharga, Nasib malang menimpa Abdianoor yang merupakan pemilik dua bersaudara ini. Abdianoor mengaku seluruh bangunan benda dan barang berharga miliknya ludes terbakar tanpa sisa.

Selain barak dua saudara miliknya , ikut pula hangus terbakar dua buah bangunan rumah miliknya beserta barang barang di dalamnya. Yang lebih memprihatinkan lagi, pada saat peristiwa kebakaran tersebut terjadi Abdianoor sendiri sempat pingsan di depan rumahnya akibat saking dirinya terkejut melihat kejadian terkejut.

“Aku waktu kejadian itu, cuman tahu sebentar aja, habis itu pingsan dan dipapah orang ke sana,” kata Abdianor dengan suara sedih sambil menunjukkan ke salah satu tempat dirinya di bawa warga. Ironisnya tempat dimana dirinya di bawa warga itu ternyata kemudian turut terbakar juga dan sehingga dia pun pingsan lagi karena melihat tempat tersebut terbakar ikut.

Akhirnya Abdianoor mengaku dirinya di bawa warga ke aula mesjid Silahul Mu’min yang berada tidak jauh dari tempat kejadian kebakaran. Abdianoor sendiri mengaku kalau barak Dua Saudara miliknya itu terdiri atas 9 pintu atau kamar. Barak yang seluruh bahan bangunannya terbuat dari kayu dan papan itu baru di bangunnya sekitar lebih dari 5 tahun yang lalu. Dia juga menyebutkan kalau seluruh kamar di barak dua saudara itu juga semuanya terisi.

“Semua terisi ,cuman kebetulan sebagian ada yang lagi keluar,” ujarnya lagi sambil menambahkan dirinya tidak mengetahui persis nama penghuni barak kamar no 5 dan 6 yang di sebut sebut sebagai tempat asal mula api.

“Tapi yang jelas orang kuliahan cuman kadang kadang dia, kadang kakak yang ada di situ,” ucapnya lagi.

Ketika ditanyakan terkait asal mula api itu sendiri Abdianoor mengaku sama sekali tidak mengetahui sama sekali kejadian tersebut.

“Aku kan yang paling terakhir dibangunkan, waktu bangun tidur itu ku lihat sudah penuh asap di dalam rumah sampai depan di rumah, habis itu aku pingsan,” kata Abdianoor yang mengaku tinggal di dalam rumahnya berdua dengan istrinya tersebut. Beruntung sang istri juga berhasil menyelamatkan diri dalam kejadian tersebut.

Abdianoor sendiri memperkirakan total kerugian yang dialaminya akibat kehilangan dua buah rumah dan juga barak 9 pintu itu mencapai lebih dari Rp 300 juta. “Barak ini sama dua rumah dan barang barang didalam rumah semuanya habis,” pungkas Abdianoor. (sja/ena/ala)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 12:26

Hasil Pemeriksaan Kasus Penyegelan Ribuan Kubik Kayu PT HPL, Belum Ada Titik Terang

PALANGKA RAYA-Hampir dua pekan berlalu, kasus penyegelan ribuan kubik kayu…

Sabtu, 18 September 2021 12:22

Polda Kalteng Musnahkan 1,3 Kilogram Sabu

PALANGKA RAYA-Polda Kalteng memusnahkan 1.374 gram sabu-sabu hasil sitaan Ditresnarkoba…

Rabu, 15 September 2021 13:43
Mengenal Sigit Ari Wibowo, Kepala UT BKN Palangka Raya

Minta Restu Orang Tua sebelum Ikut Tes CPNS

Sigit Ari Wibowo awalnya tidak memiliki minat menjadi abdi negara.…

Selasa, 14 September 2021 13:42

Terjunkan Petugas Medis untuk Pengobatan Korban Banjir

Masih tingginya banjir di Kota Palangka Raya membuat dinas kesehatan…

Selasa, 14 September 2021 13:40

Di Palangka Raya, Jumlah Titik Banjir Terus Bertambah

Titik banjir di Kota Palangka Raya bertambah. Seperti yang terjadi…

Jumat, 10 September 2021 11:34

Green Peace Bilang, Banjir Kalteng karena Kerusakan Alam yang Parah

PALANGKARAYA-Green Peace menyoroti banjir parah yang terjadi di Kalimantan Tengah…

Jumat, 10 September 2021 11:32

Terpapar Covid-19, Tiga Peserta Dijadwalkan Ulang

PALANGKA RAYA-Unit Pelaksana Tugas (UPT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Palangka…

Kamis, 09 September 2021 12:11

Mengunjungi Gereja Katolik Tertua di Kalteng yang Masuk Cagar Budaya

Keberadaan Gereja Katedral St Maria Palangka Raya menjadi simbol kehadiran…

Kamis, 09 September 2021 12:08

SKD Pemprov Kalteng Dilaksanakan Enam Hari

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD)…

Kamis, 09 September 2021 12:01

Suroso, Petani Sukses yang Mengubah Lahan Gambut Jadi Agrowisata

Menjadi seorang petani bukanlah profesi rendahan. Suroso bisa membuktikan bahwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers