MANAGED BY:
SENIN
20 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Selasa, 29 Juni 2021 12:17
Perusahaan Terbukti Merusak Lingkungan

TAMIANG LAYANG-Kehadiran PT Sawit Graha Manunggal (SGM) di Kabupaten Barito Timur (Bartim) memunculkan persoalan serius. Bukannya membuat masyarakat sejahtera, kehadiran korporasi yang bergerak pada sektor perkebunan kelapa sawit ini malah membuat masyarakat merana. Aktivitas pembukaan lahan atau land clearing yang dilakukan perusahaan terbukti merusak lingkungan.

Proyek pembukaan lahan yang dilakukan oleh PT SGM dinyatakan melanggar aturan, karena melakukan penggusuran sempadan Sungai Bumut di Desa Saing, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Bartim. Penggarapan lahan melalui proyek land clearing swasta perkebunan tersebut telah merusak sumber mata air masyarakat setempat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bartim, Lurikto menyebutkan, terkait dugaan penggusuran Sungai Bumut telah ditindaklanjuti. Tim telah menelusuri ke lapangan untuk melakukan pengecekan.

“Dari laporan masyarakat telah dilakukan tinjau lapangan berupa pengecekan dan pengambilan sampel, tim terdiri dari bidang pengendalian dan hukum serta pihak perusahaan dengan kesimpulan kondisinya betul adanya (digusur),” ucap Lurikto, diwawancarai, Senin (28/6).

Lurikto mengakui, pada tahun 2019 terdapat kasus sama yakni, PT SGM juga melakukan aktivitas penggarapan lahan namun untuk wilayah hulu Sungai Bumut. Kemudian, sambungnya, yang terulang saat ini di hilir.

Atas aktivitas tersebut perusahaan telah diminta menghentikan aktivitas. DLH mengintruksikan PT SGM melakukan perbaikan sesuai ketentuan. PT SGM melakukan pengerukan sungai dan memindahkan aliran sungai menggunakan ekskavator. Hal tersebut berdasarkan informasi yang disampaikan tim tinjau lapangan.

“Berita acara sudah dibuat, tindakan sementara penghentian aktivitas (PT SGM) di situ (Sungai Bumut),” sebut Lurikto.

Dia menambahkan, sesuai ketentuan dan DLH sudah sering menyampaikan jika aktivitas perusahaan ada batasan. Untuk sungai kecil jaraknya 25 meter dan sungai besar 50 meter. “Yang terjadi di Sungai Bumut adalah anak Sungai Buyau seharusnya jaraknya 25 meter,” rinci Lurikto.

Masih kata Lurikto, meski penggarapan masuk dalam HGU dan lahan plasma, tetap harus mengikuti aturan. DLH tetap memberikan tindakan.

Ditanya terkait, adanya tindakan lain akibat aktivitas perusahaan yang dianggap melanggar selain penghentian aktivitas, Lurikto menyampaikan masih menunggu hasil uji sampel air yang telah dikirim ke laboratorium di Banjarbaru.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Bartim Ariantho S Muler menyikapi adanya pengusuran sempadan sungai di wilayah itu dewan turut perihatin. DPRD secara kelembagaan mengintruksikan, teknis pemerintah bisa menindaklanjuti dan mengiventarisasi persoalan dengan serius.

Meskipun DLH telah menginstruksikan perusahaan menghentikan aktivitas di Sungai Bumut, pihak Manajemen PT SGM menyikapinya dengan santai permasalahan lingkungan ini. Berkaitan dengan persoalan tersebut mereka memberikan jawaban yang sama dengan pernyataan sehari sebelumnya.

“Kita menunggu dari DLH, untuk PT SGM terkait itu dari sana nanti baru akan ditindaklanjuti," tulis Humas PT SGM Rico melalui pesan WhatsApp. (log/ala)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 16 September 2021 13:21

Banjir Bukit Rawi Berangsur Surut, Minibus Belum Dibolehkan Melintas

Perkembangan terbaru dari Kabupaten Pulang Pisau yang berstatus siaga darurat…

Senin, 13 September 2021 13:49

Mobil Relawan Hantam Posko Penyekatan, Pengawasan Ketat di Perbatasan Dihentikan

PULANG PISAU – Kecelakaan tunggal menimpa relawan BPK Tirta Borneo…

Kamis, 09 September 2021 13:00

Jalur Terputus, Suplai Ayam ke Katingan Dihentikan

AKIBAT bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Katingan, distribusi pasokan…

Jumat, 03 September 2021 14:14

Percepat Penuntasan Berkas Tipikor PDAM Kapuas

PALANGKA RAYA-Penyidik bidang pidana khusus (pidsus) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati)…

Jumat, 20 Agustus 2021 12:51

Hari Ketiga Pencarian Kapal Nelayan Karam Masih Nihil

PANGKALAN BUN-Tim gabungan TNI-Polri, Basarnas, dan BPBD terus melakukan pencarian…

Jumat, 13 Agustus 2021 12:54

DUH GAWAT..!! Stok Oksigen di Kapuas Menipis

KUALA KAPUAS-Ketersediaan tabung oksigen bagi pasien yang dirawat di RSUD…

Selasa, 10 Agustus 2021 13:48

CPO Cemari Sungai Mentaya, Dewan Soroti Kinerja Pelindo III

SAMPIT-Tumpahan crude palm oil (CPO) mengotori Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin…

Selasa, 10 Agustus 2021 13:46

Ratusan Karyawan PDAM akan Dirumahkan

KUALA KAPUAS - Ratusan karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)…

Rabu, 04 Agustus 2021 13:34

Tipikor Dana Hibah Pilkada, Kejari Kapuas Periksa 16 Saksi

KUALA KAPUAS-Pengelolaan dana hibah untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalteng…

Selasa, 27 Juli 2021 12:04

Terkait Mosi Tidak Percaya, Golkar Panggil Ketua DPRD Kapuas dan Anggota Fraksi

PALANGKA RAYA-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Kalimantan Tengah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers