MANAGED BY:
SENIN
20 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

METROPOLIS

Selasa, 01 Juni 2021 12:55
Mahasiswa STIH Desak Dikti Cabut Sanksi

PALANGKA RAYA-Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Tambun Bungai Palangka Raya masih resah dan gelisah. Perguruan tinggi (PT) yang telah menghasilkan banyak lulusan sarjana hukum tersebut masih disanksi oleh Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek), sehingga status PT yang memiliki akreditasi baik (B) tersebut masih dalam pembinaan. Jika polemik internal tidak segera diselesaikan, bukan mustahil jika sanksinya bisa berujung pada penutupan kampus.

Mengetahui sanksi administrasi berat yang masih disempatkan kepada kampus, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIH Tambun Bungai telah bersurat kepada tim evaluasi kinerja akademik Direktorat Kelembagaan Kemendikbud-Ristek saat berkunjung ke kampus yang beralamat di Jalan Sisingamangajara tersebut.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua BEM Eliudi Nazara dan Sekretaris BEM Agustinus F Laga itu, tertulis pernyataan menolak sanksi yang dijatuhkan oleh Ditjen Dikti dan mendesak agar sanksi pelanggaran administrasi berat tersebut segera dicabut. Para mahasiswa pun menolak untuk dipindahkan.

“Melalui surat ini kami mohon kepada tim evaluasi kinerja akademik Direktorat Kelembagaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset untuk membatalkan sanksi administratif, karena kami sebagai mahasiswa STIH dan BEM menolak dengan tegas sanksi administratif tersebut.” Demikian tertera dalam surat yang disampaikan kepada Kalteng Pos.

Sementara itu, juru bicara BEM STIH Ahmad Taufik mengatakan, dalam dialog antara pengurus BEM STIH-TB dengan tim evaluasi lembaga tersebut, para pengurus BEM meminta agar pihak Ditjen Dikti segera mencabut sanksi.

“Pengurus BEM STIH berusaha memperjuangkan agar sanksi administrasi itu segera dicabut oleh Dirjen Dikti,” kata Ahmad Taufik kepada Kalteng Pos, Sabtu (29/5).

Lebih lanjut dikatakan Taufik, seluruh mahasiswa STIH merasa dirugikan dengan adanya sanksi pelanggaran administratif berat tersebut. Dalam dialog itu pengurus BEM STIH tetap beranggapan bahwa tidak ada alasan legal bagi Ditjen Dikti Kemendikbud-Ristek untuk menjatuhkan sanksi terhadap STIH Tambun Bungai.

“Karena tidak ada dualisme yayasan di STIH Tambun Bungai, jadi tidak ada masalah di STIH,” tutur Taufik dengan merujuk pada amar putusan kasasi perkara Nomor: 1888K/Pdt/2019 yang menyatakan pengurus Yayasan Tambun Bungai yang sah adalah berdasarkan Akta Notaris Nomor 1 Tahun 2006 .

Taufik menyebut, pengurus BEM STIH masih menunggu keterangan resmi hasil pertemuan segitiga antara tim evaluasi kinerja akademik Direktorat Kelembagaan Kemendikbud-Ristek dengan pihak Yayasan Tambun Bungai dan Ketua STIH Tambun Bungai, sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Hasil resminya mungkin bisa kita tahu setelah diumumkan, kira-kira pertengahan Juni nanti,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Pengurus Yayasan Tambun Bungai Afridel Djinu menyebut, pihak pengurus yayasan berusaha keras agar kampus STIH tidak sampai dijatuhi sanksi penutupan. Hal tersebut disampaikan Afridel Djinu ketika ditanyakan terkait hasil pertemuan antara pengurus Yayasan Tambun Bungai dengan tim evaluasi kinerja akademik Direktorat Kelembagaan Kemendikbud-Ristek yang datang ke Palangka Raya beberapa hari lalu.

Afridel mengatakan, kedatangan tim evaluasi bertujuan mengumpulkan fakta-fakta dan data-data penyelenggaraan pendidikan untuk mengevaluasi kinerja akademik STIH.

“Tim ini datang untuk mengumpulkan fakta dan data tentang kinerja akademik STIH, dan tim ini belum mengambil kesimpulan,” terang Afridel ketika dihubungi Kalteng Pos melalui sambungan telepon.

Afridel membenarkan bahwa dirinya selaku ketua yayasan telah bertemu dengan tim evaluasi kinerja akademik Direktorat Kelembagaan Kemendikbud-Ristek.

“Pertemuan berlangsung secara terpisah di suatu tempat selama satu jam tiga puluh menit,” tutur Afridel sembari menambahkan bahwa dalam pertemuan itu dibicarakan berbagai hal, mulai dari fakta dan kronologi kejadian terkait pergantian pengurus Yayasan Tambun Bungai hingga soal opsi-opsi penyelenggaraan STIH ke depannya.

Afridel mengatakan, selaku ketua Yayasan STIH ia sudah berusaha agar sanksi administrasi berat tersebut bisa segera dicabut pihak Ditjen Dikti. Karena apabila sanksi tersebut tetap berlaku, akan sangat merugikan para mahasiswa.

Oleh karena itu, Afridel meyakinkan tim evaluasi bahwa pihak Yayasan Tambun Bungai siap melakukan perdamaian dengan pengelola STIH Tambun Bungai.

“Apa pun syaratnya, islah sekalipun tidak jadi masalah, yang penting hak-hak mahasiswa tidak sampai dirugikan, kami minta agar sanksi itu dicabut dan STIH tidak boleh ditutup,” kata Afridel.

Dengan adanya perdamaian tersebut, berbagai perbedaan yang selama ini terjadi di STIH diharapkan bisa segera diatasi. “Yang paling penting bagi kami, jangan sampai kampus STIH ini ditutup,” tegas Afridel.

Afridel menambahkan, hasil pertemuan bersama tim dari Ditjen Dikti Kemendikbud-Ristek ini akan dibawa lagi ke tingkat pusat untuk kemudian dibahas dan dievaluasi oleh pihak Ditjen Dikti. Setelah itu akan ada pertemuan lagi antara empat pihak, yakni Ditjen Dikti, L2Dikti, pengurus yayasan, dan pengelola STIH, untuk membahas masalah sanksi terhadap STIH Tambun Bungai.

“Nanti akan rapat besar lagi untuk membahas masalah ini, cuma waktunya belum dikasih tahu,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua STIH Tambun Bungai Palangka Raya Dekie GG Kasenda yang dihubungi Kalteng Pos melalui WhatsApp, hingga berita ini naik cetak belum memberi komentar terkait hasil pertemuan dengan tim evaluasi kinerja akademik Direktorat Kelembagaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset. (sja/ce/ala)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 12:26

Hasil Pemeriksaan Kasus Penyegelan Ribuan Kubik Kayu PT HPL, Belum Ada Titik Terang

PALANGKA RAYA-Hampir dua pekan berlalu, kasus penyegelan ribuan kubik kayu…

Sabtu, 18 September 2021 12:22

Polda Kalteng Musnahkan 1,3 Kilogram Sabu

PALANGKA RAYA-Polda Kalteng memusnahkan 1.374 gram sabu-sabu hasil sitaan Ditresnarkoba…

Rabu, 15 September 2021 13:43
Mengenal Sigit Ari Wibowo, Kepala UT BKN Palangka Raya

Minta Restu Orang Tua sebelum Ikut Tes CPNS

Sigit Ari Wibowo awalnya tidak memiliki minat menjadi abdi negara.…

Selasa, 14 September 2021 13:42

Terjunkan Petugas Medis untuk Pengobatan Korban Banjir

Masih tingginya banjir di Kota Palangka Raya membuat dinas kesehatan…

Selasa, 14 September 2021 13:40

Di Palangka Raya, Jumlah Titik Banjir Terus Bertambah

Titik banjir di Kota Palangka Raya bertambah. Seperti yang terjadi…

Jumat, 10 September 2021 11:34

Green Peace Bilang, Banjir Kalteng karena Kerusakan Alam yang Parah

PALANGKARAYA-Green Peace menyoroti banjir parah yang terjadi di Kalimantan Tengah…

Jumat, 10 September 2021 11:32

Terpapar Covid-19, Tiga Peserta Dijadwalkan Ulang

PALANGKA RAYA-Unit Pelaksana Tugas (UPT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Palangka…

Kamis, 09 September 2021 12:11

Mengunjungi Gereja Katolik Tertua di Kalteng yang Masuk Cagar Budaya

Keberadaan Gereja Katedral St Maria Palangka Raya menjadi simbol kehadiran…

Kamis, 09 September 2021 12:08

SKD Pemprov Kalteng Dilaksanakan Enam Hari

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD)…

Kamis, 09 September 2021 12:01

Suroso, Petani Sukses yang Mengubah Lahan Gambut Jadi Agrowisata

Menjadi seorang petani bukanlah profesi rendahan. Suroso bisa membuktikan bahwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers