MANAGED BY:
SELASA
22 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Jumat, 07 Mei 2021 16:37
Praktik Rapid Antigen Ilegal Terbongkar, Buka Praktik Dekat Posko Penyekatan
INTEROGASI: Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti disampingi Kabag Ops Kompol Aris S, dan Kasatereskrim AKP Kristanto Situmeang menunjukan tersangka beserta barang bukti, saat press rilis Kamis (6/5). GALIH/KALTENG POS

PROKAL.CO,

KUALA KAPUAS-Terjadi kehebohan menjelang pemberlakuan pengetatan di perbatasan Kalteng-Kalsel Km 12,5 Anjir Serapat, Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas. Tiga orang warga Kalimantan Selatan nekat membuka praktik ilegal pemeriksaan rapid antigen, Rabu (4/5) pukul 23.50 WIB. Lokasinya tak jauh dari pos penyekatan, tepatnya depan salah satu rumah yang berjarak 100 meter dari pos pengawasan.

Kejadian bermula ketika anggota Polsek Kapuas Timur, yaitu Bripka Bayu Iri Kardono, Briptu Aries, Bripka Bani, dan Bripka Rahman menjalankan tugas di pos penyekatan perbatasan Kalteng-Kalsel. Kemudian datanglah truk dari arah Kalsel. Mereka pun memeriksa kelengkapan dokumen kesehatan sopir truk itu. Karena tidak memiliki surat hasil pemeriksaan rapid antigen, sang sopir diminta untuk kembali ke Kalsel.

"Namun tak lama kemudian kendaraan itu datang lagi. Kali ini si sopir membawa serta surat hasil pemeriksaan rapid antigen yang dikeluarkan Klinik Apotek Asy-Syaafi," ucap keempat anggota Polsek Kapuas Timur tersebut.

Mereka pun mencurigai keaslian dokumen tersebut, lalu menggali lebih banyak informasi dari sopir truk itu. Diketahuilah bahwa surat keterangan tersebut didapatkan dari salah satu tempat praktik yang tak jauh dari pos penyekatan. Keempat personel pun bergegas menuju lokasi dimaksud. Benar saja ada praktik pemeriksaan rapid antigen diduga ilegal di lokasi itu.

Pantauan langsung di lokasi, petugas mengamankan Rijali Rahman (31) warga Alalak, Kabupaten Barito Kuala dan Muhammad Barlianor (26) warga Kota Banjarmasin. Setelah diinterogasi, petugas juga membekuk Muhammad Rosihanur (30) warga Alalak Utara, Kota Banjarmasin. Selain pelaku, sejumlah barang bukti juga dibawa petugas menuju Mapolsek Kapuas Timur. Yakni printer, mobil Nissan Serena DA 1373 CP, tas, identitas, cap, surat rapi test antigen dari Klinik Asy-Syaafi Kota Banjarmasin, uang senilai Rp1,8 juta, alat pemeriksaan rapid antigen, dan telepon seluler.

"Iya benar pak (melakukan praktik ilegal pemeriksaan rapid antigen), untuk satu surat hasil pemeriksaan rapid antigen dipatok harga Rp220 ribu," ungkap Muhammad Rosihanur.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers