MANAGED BY:
MINGGU
24 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Sabtu, 01 Mei 2021 11:07
TENANG..!! Lahan Petani Food Estate Diasuransikan
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat mengunjungi food estate di Kalteng.

PALANGKA RAYA-Ancaman gagal panen memang menjadi risiko sektor pertanian. Tak terkecuali di kawasan Food Estate yang sedang gencar dikembangkan oleh pemerintah di Kalimantan Tengah (Kalteng) ini. Meski demikian, para petani tidak perlu waswas lagi. Pasalnya pemerintah sudah melakukan antisipasi. Tiap saat selalu mengawasi, mendampingi, bahkan membentengi petani mencegah gagal panen.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng Sunarti mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan asuransi bagi para petani jika sewaktu-waktu terjadi gagal panen. Untuk hal ini pemerintah bekerja sama dengan Jasindo.

"Menghadapi kemungkinan gagal panen yang dialami oleh petani, pemerintah sudah menyiapkan ganti ruginya berupa asuransi," kata Sunarti, (30/4).

Lebih lanjut diungkapkannya, pada dasarnya petani harus membayar iuran asuransi sebesar Rp36 ribu per musim, sementara Rp144 ribu dibayarkan oleh pemerintah. Namun, besaran iuran yang dibebankan kepada petani itu dibayarkan oleh pemerintah.

"Sebetulnya Rp36 ribu dibayar oleh petani dan Rp144 ribu dibayar oleh pemerintah, tapi gubernur meminta agar petani tidak perlu membayar iuran (asuransi) ini alias gratis," ungkapnya.

Menurutnya, asuransi ini akan sangat berguna bagi petani di kemudian hari apabila terjadi gagal panen karena serangan hama, kekeringan, puso, dan lainnya. Asuransi yang didapatkan petani sebesar Rp6 juta per hektare per musim.

"Pemerintah sudah bekerja sama dengan Jasindo untuk memberi asuransi kepada petani yang mengalami gagal panen dengan besaran Rp6 juta per hektare per musim," bebernya.

Sunarti menambahkan, dalam pengembangan Food Estate tahun lalu, ada beberapa petani yang diketahui mengalami gagal panen karena puso. Wilayah yang mengalami gagal panen yakni Desa Tahai, Kabupaten Pulang Pisau.

"Terhadap petani yang mengalami gagal panen di lokasi tersebut sudah diberi ganti rugi" tegasnya.

Dengan demikian, meskipun terjadi gagal panen, para petani tidak akan mengalami kerugian. Pada pengembangan tahun lalu, dari 30 hektare lahan yang digarap, hanya 124 hektare yang mengalami gagal panen. "Asuransi sudah dibayarkan kepada mereka," tutupnya.

 

Antisipasi Ancaman Kekeringan, Petani Dambakan Bantuan Pompa Air ===judul baru

 

Sementara itu, sejumlah petani di Desa Belanti Siam Blok A, Kecamatan Pandih Batu mendambakan bantuan pompa air untuk membasahi lahan pertanian yang mulai mengering karena minimnya curah hujan. Untuk mengatasi masalah tersebut, para petani mengharapkan adanya droping mesin pompa air ke lahan garapan mereka.

Salah satu petani di Desa Belanti Siam, Mulyono mengungkapkan, di wilayahnya belum ada bantuan mesin pompa air sehingga kondisi lahan masih mengering. “Harapan kami orang dinas turun ke sini, agar kami tidak dianggap mengada-ada, saya juga sudah menelepon orang dinas, tapi belum ada respons,” kata dia.

Mulyono mengaku bahwa di wilayahnya ada banyak lahan sawah yang sudah mulai mengering. “Saya juga sudah mengirimkan foto kondisi lahan ke dinas terkait sebagai bukti, sekaligus meminta bantuan mesin sedot air,” ucapnya.

Mulyono menyebut, mesin pompa yang ada saat ini tidak mampu mengairi seluruh lahan sawah. “Kalau satu mesin untuk mengairi dua hektare sawah, meskipun dihidupkan satu hari satu malam, tetap saja belum mencukupi,” ungkap dia.

Dia menambahkan, saat ini kondisi persawahan di Jalur Cempaka banyak yang mulai mengering. “Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, tidak ada hujan, serta air pasang tidak besar, maka dipastikan kondisi lahan pertanian akan sangat memprihatinkan,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah (DTPHP) Provinsi Kalteng Hj Sunarti saat dikonfirmasi terkait hal ini mengaku bahwa pihaknya telah melakukan droping mesin pompa air. “Termasuk tambahan pompa dari tim pengendali iklim, ada 12 unit,” sebutnya.

Sunarti juga mengatakan bahwa pihaknya telah menurunkan tim ke lapangan untuk mengecek kondisi lahan sawah para petani. “Tidak seperti itu kejadiannya (kekeringan lahan),” ucapnya. (abw/art/ce/ala)


BACA JUGA

Senin, 18 Oktober 2021 13:58

Anggaran Food Estate Harus Diawasi, Warga Lokal Disebut Tak Dilibatkan Penggarapan

KUALA KAPUAS-Mega proyek food estate atau lumbung pangan di Desa…

Rabu, 13 Oktober 2021 11:55

Jangan Terlena Penurunan Covid-19 di Kalteng, Tetap Patuhi Prokes

PALANGKA RAYA-Kasus Covid-19 di Kalteng lebih dari sebulan terakhir ini…

Senin, 11 Oktober 2021 09:59

Bongkar Habis Jaringan Sabu Narapidana, Siap Razia Lapas dan Rutan se-Kalteng

PALANGKA RAYA – Terungkapnya sejumlah jaringan pengedar sabu yang dikendalikan…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:32
Semangat Menggebu Pejuang Pendidikan di Kalteng

Siswa dan Guru Bertaruh Nyawa Melawan Derasnya Arus, Patungan Beli Tanah untuk Bangun Ruang Guru

Akses jalan menjadi jantung kehidupan masyarakat. Terutama bagi peserta didik…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:13

Dinkes Dorong PTM Terbatas, Demi Mencetak Generasi Penerus yang Berkualitas

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng tengah mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran tatap…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:05

Penerimaan PPPK, Minta Pertimbangan Khusus terhadap Guru yang Puluhan Tahun Mengabdi

PALANGKA RAYA-Informasi kelulusan peserta seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja…

Jumat, 08 Oktober 2021 10:45

Sidang Perdana Mantan Direktur PDAM Tanpa Didampingi Pengacara

PALANGKA RAYA-Kasus tindak pidana korupsi (tipikor) yang menjerat mantan Direktur…

Jumat, 08 Oktober 2021 10:43

Dinkes Dorong PTM Terbatas, Demi Mencetak Generasi Penerus yang Berkualitas

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng tengah mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran tatap…

Kamis, 07 Oktober 2021 15:35

508 Peserta Tidak Hadir SKD

PALANGKA RAYA-Seleksi kompetensi dasar (SKD) yang dilaksanakan di Unit Pelaksana…

Kamis, 07 Oktober 2021 15:04
Terkait Dugaan Tipikor Kasus Dana Hibah Pilgub 2020

Geledah Kantor KPU Kapuas, Penyidik Kejaksaan Bawa Satu Koper dan 12 Boks

KUALA KAPUAS-Perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di Komisi Pemilihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers