MANAGED BY:
MINGGU
05 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Jumat, 02 April 2021 13:44
Ketika Asrama Haji Tak Lagi Menjadi Lokasi Karantina, 67 Pasien Covid-19 Dipindah ke Hotel Batu Suli
Pasien saat dipindahkan.

Kementerian Agama (Kemenag) RI menginstruksikan kepada seluruh kemenag provinsi se-Indonesia agar melakukan persiapan jelang pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Menindaklanjuti instruksi tersebut, maka Asrama Haji Al Mabrur Palangka Raya dipersiapkan sebagai tempat penginapan bagi calon jemaah haji (CJH) yang akan berangkat ke Tanah Suci. Untuk itu, asrama haji yang selama ini digunakan sebagai rumah sakit perluasan (RSP) untuk penanganan para pasien Covid-19 harus disterilkan. Otomatis puluhan pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan, dipindahkan ke lokasi baru.

 

ANISA B WAHDAH-PATHUR RAHMAN, Palangka Raya

 

PEMERINTAH Kota (Pemko) Palangka Raya melakukan pemindahan terhadap 67 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari RSP Asrama Haji Al Mabrur menuju tempat baru yakni Hotel Batu Suli, Kamis (1/4).

Terkait kegiatan tersebut, Kepala RSP Kota Palangka Raya dr Probo Wuryantoro menyampaikan, ada sebanyak 67 pasien terkonfirmasi positif dipindahkan ke Hotel Batu Suli yang dipilih menjadi lokasi RSP baru. Dikatakannya, giat pemindahan pasien tersebut dilakukan setelah adanya permintaan dari Kementerian Agama (Kemenag) supaya area Asrama Haji Al Mabrur segera bisa disterilkan, sehingga selanjutnya bisa digunakan oleh para CJH.

“Alhamdulillah hari ini sebanyak 67 pasien yang rata-rata memiliki gejala ringan bisa kami pindahkan ke RSP baru yang ditunjuk Pemerintah Kota Palangka Raya. Prosesnya berjalan lancar dan aman,” ucap dr kepada Kalteng Pos, Kamis (1/4).

Ia menyebut, pemindahan pasien mulai dilakukan pihaknya pukul 10.00 WIB dengan menggunakan dua alat transportasi yakni bus dan ambulans. Lebih lanjut ia mengungkapkan, daya tampung RSP yang baru ini bisa untuk 120 orang. Kapasitasnya kurang lebih sama dengan RSP sebelumnya.

Menurut dr Probo Wuryantoro, di RSP baru ini pihaknya lebih fokus menangani perawatan kepada pasien terkonfirmasi positif dengan gejala ringan hingga sedang. Sementara RSUD Kota yang terletak di Kalampangan akan difokuskan untuk menangani pasien bergejala sedang hingga berat.

“Pada hari ini (kemarin, red) semua pasien sudah kami pindahkan ke RSP baru, selanjutnya kami harus melakukan pemindahan semua peralatan medis, itu akan dilakukan secara bertahap,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kalteng HM Asbli mengatakan, Asrama Haji Al Mabrur Palangka Raya selama ini memang digunakan sebagai fasilitas kesehatan untuk menangani para pasien Covid-19. Semenjak adanya instruksi dari pusat, lanjutnya, maka per 1 April (kemarin, red) asrama haji sudah harus dikosongkan untuk disterilkan, karena akan digunakan oleh para CJH tahun ini.

“Bukan hanya Kemenag Kalteng, tapi semua kemenag se-Indonesia diinstruksikan untuk melakukan persiapan keberangkatan CJH, karena itulah asrama haji harus segera dikosongkan dan disterilkan,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (1/4).

Diungkapkannya lagi, pihaknya hanya mendapat instruksi untuk melakukan persiapan, sementara terkait kapan kepastian pelaksanaan haji, masih harus menunggu instruksi lanjutan. Bahkan ia mengaku bahwa pihaknya masih belum mengetahui berapa calon jemaah haji dari Kalteng yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci tahun ini.

“Kami juga masih belum tahu kapan asrama haji itu digunakan dan berapa orang yang akan menggunakannya, karena kami hanya sebatas diminta untuk melakukan persiapan saja, ketika sewaktu-waktu ada informasi kepastian soal keberangkatan haji, maka kami sudah siap,” ungkapnya kepada Kalteng Pos.

Lebih lanjut ia mengatakan, melihat dari jumlah pendaftar saat ini, diperkirakan ada sekitar 1.500 lebih CJH tahun ini. Di tengah pandemi, ada isntruksi untuk melakukan vaksinasi kepada setiap CJH yang akan berangkat ke Tanah Suci. HM Asbli menyebut, beberapa CJH Kalteng sudah mengikuti program vaksinasi.

“Iya, mereka harus divaksin terlebih dahulu, CJH Kalteng yang sudah menjalani vaksinasi sekitar 40 persen, vaksinasi lebih diutamakan bagi yang lanjut usia (lansia),” pungkasnya. (*/ce/ala)


BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers