MANAGED BY:
SENIN
20 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Senin, 15 Maret 2021 13:34
Kapuas-Pulpis Kecewa Keputusan DPP, Kader PKB Kalteng Ramai-Ramai Mundur
LEPAS ATRIBUT: Mantan Ketua DPC PKB Pulpis Idham Amur melepas baju PKB dan menyatakan mundur dari keanggotaan partai saat Muscab PKB Zona 1 di salah satu hotel, Jalan Adonis Samad, Palangka Raya, Minggu (14/3).

PALANGKA RAYA-Kabar mengejutkan datang dari arena Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Zona 1 Kalteng. Kader partai dari dua kabupaten yakni Pulang Pisau (Pulpis) dan Kapuas ramai-ramai menyatakan mundur dan keluar dari partai politik (parpol) yang sudah puluhan tahun mereka besarkan. Mereka mundur karena kecewa atas putusan dewan pimpinan pusat (DPP) terkait susunan pengurus periode 2021-2026.

Arena muscab zona 1 yang diikuti oleh Kota Palangka Raya, Kapuas, Gunung Mas, Katingan, dan Pulang Pisau pun mendadak memanas. Kondisi itu terjadi saat pimpinan sidang Arief Budiatmo membacakan putusan DPP terkait kepengurusan DPC.

Adalah Idham Amur Ketua DPC Pulang Pisau (Pulpis) demisioner menyatakan mundur dari PKB. Keputusan itu diambil setelah pimpinan sidang muscab Arief Budiatmo membacakan putusan DPP terkait susunan kepengurusan. Idham Amur yang sudah 20 tahun bersama PKB dan 15 tahun memimpin DPC PKB Pulpis tak terima dengan penggantian atau regenerasi oleh piahk DPP PKB.

"Saya menyatakan mundur dari PKB, karena saya pikir putusan DPP tidak menghargai perjuangan kami selama ini," ucap Idham Amur, Minggu (14/3).

Dirinya mengaku kecewa terhadap DPP yang menunjuk orang baru sebagai pengurus DPC PKB Pulang Pisau. "Intinya kami kecewa, selanjutnya kami tentu akan ikut partai yang mau menampung kami," tegasnya.

Keputusan Idham Amur untuk mundur diikuti oleh beberapa pengurus anak cabang (PAC) di Kabupaten Pulang Pisau. Sebagai ungkapan kekecewaan, Idham Amur langsung melepas baju PKB yang sedang dikenakannya.

Usai pembacaan susunan kepengurusan DPC PKB Pulang Pisau dan menyatakan mundur dari PKB, Idham Amur dan beberapa DPAC PKB Pulang Pisau keluar dari arena muscab yang digelar di salah satu hotel, Jalan Adonis Samad, Palangka Raya.

 

Sementara itu, Arief Budiatmo selaku pimpinan sidang mengatakan bahwa sesuatu yang wajar jika terjadi dinamika dalam intern partai. "Wajar terjadi dinamika di arena muscab, tapi kami menyayangkan sikap Pak Idham Amur yang menolak secara langsung putusan DPP, apalagi beliau itu senior di PKB," ucapnya.

Diakuinya bahwa Idham Amur menyatakan mundur karena merasa kecewa atas putusan DPP yang menunjuk Sentot Siswanto sebagai ketua DPC PKB periode 2021-2026. "Sebagai kader, sejatinya kita tunduk dan patuh pada putusan DPP, karena kita merupakan petugas partai, harus siap ditugaskan oleh DPP," tegasnya.

Dengan pernyataan mundurnya Idham Amur dan pengurus PAC PKB, akhirnya pimpinan sidang memutuskan untuk tidak melanjutkan muscab dan menyerahkan keputusan kepada DPP. "Setelah beberapa kali dilakukan skors, kami putuskan bahwa untuk Pulang Pisau kami kembalikan ke pihak DPP, kita tunggu saja bagaimana keputusan DPP," tandasnya.

Arief juga mengatakan, pada awalnya rapat berjalan baik. Namun suasana berubah saat pelaksanaan pleno keempat yakni pembacaan nama-nama pengurus.

"Kami di daerah tidak tahu terkait tidak adanya nama Idham Amur, hingga teman-teman PAC mengundurkan diri, karena mereka menghendaki Idham Amur jadi ketua, akhirnya Idham Amur juga ikut mundur," katanya saat dikonfirmasi, tadi malam.

Diungkapkannya, kejadian itu mengakibatkan rapat diskors dua kali. PAC dan anggota dewan dari Pulpis juga mengusulkan agar putusan dari DPP PKB mencantumkan nama Idham Amur.

"Rapat ini belum selesai karena kami harus teruskan ke pusat soal usulan teman-teman, jadi belum ada keputusan siapa menjadi ketua," ungkapnya kepada Kalteng Pos.

Pihaknya berharap agar usulan dari daerah diakomodasi oleh DPP, karena yang lebih mengetahui kondisi daerah adalah orang-orang yang ada di daerah sendiri. Juga untuk mencegah terjadinya perpecahan di daerah.

"Aksi pengunduran diri Idham Amur itu merupakan emosi sesaat di lokasi muscab, tidak ada pengunduran tertulis terkait hal ini, sidang kami skors hingga adanya keputusan dari DPP," pungkasnya.

Kepengurusan DPC PKB Pulang Pisau yang ditetapkan DPP yakni H. Jamian sebagai Ketua Dewan Syura, Supardi selaku Sekretaris Dewan Syura, Sentot Siswanto sebagai Ketua Dewan Tanfidz, M Yamin Amur selaku sekretaris, dan Damek menjabat bendahara.

Pengunduran diri serupa juga dilakukan pengurus DPC PKB Kabupaten Kapuas. Hal itu dibenarkan oleh salah satu kader yang juga Ketua DPC Kapuas, Aliansyah Noor ST, saat di konfirmasi Kalteng Pos, tadi malam.

“Memang betul ada pernyataan pengunduran diri itu, mulai hari ini (kemarin, red) kami menyatakan mengundurkan diri sebagai pengurus partai maupun sebagai kader PKB,” kata Aliansyah dalam wawancara melalui sambungan telepon.

Aliansyah yang dalam kepengurusan DPC PKB sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Kapuas menerangkan bahwa alasan pengunduran diri tersebut disebabkan karena para kader PKB di Kabupaten Kapuas merasa dalam kegiatan muscab kali ini banyak sekali terjadi kejanggalan dan ketentuan-ketentuan AD/ART partai yang dilanggar.

Dibeberkannya, salah satu ketentuan yang jelas-jelas dilanggar ialah menyangkut penentuan susunan kepengurusan DPC PKB Kabupaten Kapuas periode 2021-2026 yang langsung ditentukan oleh DPP PKB.

“Hasil muscab ini tanpa ada pemilihan, langsung ada SK dari pusat," terang Aliansyah.

Menurutnya, seyogianya penentuan pemilihan Ketua Dewan Syuro, Ketua Dewan Tanfidz, sekretaris, dan bendahara dalam kepengurusan DPC PKB ditentukan berdasarkan hasil pemilihan suara dari para PAC.

Namun, lanjutnya, dalam muscab kali ini tak ada satu suara atau usulan dari pengurus PAC Kabupaten Kapuas yang terpakai.

“Karena di dalam SK kepengurusan dari pusat ini sudah ada lampirannya," kata Aliansyah yang dalam SK kepengurusan DPC PK tahun 2021-2026 diamanahi sebagai Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kapuas.

Hal yang paling disesalkan oleh para kader karena dalam SK tersebut DPP PKB tidak memilih kader partai sebagai ketua cabang PKB.

“Yang dipilih sebagai ketua ini bukan kader PKB, tetapi justru orang dari organisasi di Kapuas," kata Aliansyah lagi yang menyatakan menyayangkan hal tersebut.

Saat ditanya apakah dirinya mengetahui alasan DPP PKB mengeluarkan SK kepengurusan tersebut, Aliansyah menjawab jika dirinya tidak mengetahui hal itu.

“DPP tidak memberi tahu alasannya, dalam muscab juga tidak diberi tahu,” sebutnya.

Menurut Aliansyah, dengan adanya hasil muscab yang mengecewakan itu, sejumlah pengurus PAC dari Kapuas menyatakan membubarkan seluruh kepengurusan PAC, sekaligus mengundurkan diri sebagai kader PKB. Pernyataan pengunduran diri dari pengurus partai sekaligus kader partai ini ditulis di kertas bermeterai.

“Tadi ada sekitar 12 kepengurusan PAC yang menyatakan membubarkan diri, dari ketua sampai tingkat paling bawah," terang Aliansyah yang juga mengaku ikut mengundurkan diri sebagai wujud solidaritasnya terhadap pernyataan sikap para pengurus PAC PKB Kabupaten Kapuas. (tim/abw/sja/ce/ala)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 16 September 2021 13:21

Banjir Bukit Rawi Berangsur Surut, Minibus Belum Dibolehkan Melintas

Perkembangan terbaru dari Kabupaten Pulang Pisau yang berstatus siaga darurat…

Senin, 13 September 2021 13:49

Mobil Relawan Hantam Posko Penyekatan, Pengawasan Ketat di Perbatasan Dihentikan

PULANG PISAU – Kecelakaan tunggal menimpa relawan BPK Tirta Borneo…

Kamis, 09 September 2021 13:00

Jalur Terputus, Suplai Ayam ke Katingan Dihentikan

AKIBAT bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Katingan, distribusi pasokan…

Jumat, 03 September 2021 14:14

Percepat Penuntasan Berkas Tipikor PDAM Kapuas

PALANGKA RAYA-Penyidik bidang pidana khusus (pidsus) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati)…

Jumat, 20 Agustus 2021 12:51

Hari Ketiga Pencarian Kapal Nelayan Karam Masih Nihil

PANGKALAN BUN-Tim gabungan TNI-Polri, Basarnas, dan BPBD terus melakukan pencarian…

Jumat, 13 Agustus 2021 12:54

DUH GAWAT..!! Stok Oksigen di Kapuas Menipis

KUALA KAPUAS-Ketersediaan tabung oksigen bagi pasien yang dirawat di RSUD…

Selasa, 10 Agustus 2021 13:48

CPO Cemari Sungai Mentaya, Dewan Soroti Kinerja Pelindo III

SAMPIT-Tumpahan crude palm oil (CPO) mengotori Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin…

Selasa, 10 Agustus 2021 13:46

Ratusan Karyawan PDAM akan Dirumahkan

KUALA KAPUAS - Ratusan karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)…

Rabu, 04 Agustus 2021 13:34

Tipikor Dana Hibah Pilkada, Kejari Kapuas Periksa 16 Saksi

KUALA KAPUAS-Pengelolaan dana hibah untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalteng…

Selasa, 27 Juli 2021 12:04

Terkait Mosi Tidak Percaya, Golkar Panggil Ketua DPRD Kapuas dan Anggota Fraksi

PALANGKA RAYA-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Kalimantan Tengah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers