MANAGED BY:
SENIN
26 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 24 September 2020 10:42
Bulan Depan Mulai Program Food Estate, Target Garap 30 Ribu Hektare Lahan
LIHAT LOKASI: Presiden RI H Joko Widodo saat melihat langsung persiapan lahan food estate di Kalteng.

PROKAL.CO,

JAKARTA– Program lumbung pangan nasional alias food estate segera dimulai. Bulan depan pemerintah menanami lahan di Kalimantan Tengah. Selain padi dan singkong, lahan itu akan ditanami produk hortikultura lain yang mampu menjamin kelangsungan pangan Indonesia.

Kemarin (23/9) Presiden Joko Widodo memimpin rapat kabinet terbatas untuk membahas kelanjutan program tersebut. Untuk saat ini, program itu diprioritaskan di tiga kabupaten. Yakni, Kapuas dan Pulang Pisau di Kalteng serta Humbang Hasundutan di Sumut. ’’Setelah ini (selesai), mulai pengerjaan di lapangan untuk provinsi lain, yaitu Papua, NTT, dan Sumatera Selatan,’’ katanya.

Total lahan yang disiapkan di Kalimantan seluas 770 ribu hektare. Sekitar 148 ribu hektare di antaranya merupakan kawasan irigasi. ’’Ini yang dipakai untuk tanam padi,’’ lanjutnya. Selebihnya, 622 ribu hektare, merupakan lahan nonirigasi yang akan ditanami singkong, jagung, dan tanaman lain plus peternakan.

Presiden juga meminta akses segera dikerjakan untuk memudahkan alat mesin pertanian (alsintan) masuk. Kemudian, pengembangannya ke depan harus dihitung agar yang ditanam hanya tanaman yang dibutuhkan. Termasuk model bisnisnya. Bila modelnya sudah tepat, provinsi-provinsi lain bisa menggunakannya.

Penanaman dimulai di Kalteng bulan depan pada lahan seluas 30 ribu hektare. ’’Kurang lebih (selama) 44 hari,’’ terang Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo seusai ratas. Pengolahan lahan sudah selesai, tinggal penanaman. Komoditas yang akan ditanam adalah padi.

Food estate akan menjadi percontohan korporasi petani dan korporasi pertanian. Karena itu, tanaman hortikultura juga ditanam, terutama jeruk. Juga dibuat kawasan perkebunan, terutama untuk kelapa. ’’Kita berharap tidak menjual gabah di sana. Yang ada adalah menjual beras,’’ lanjut Yasin.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Sabtu, 24 Oktober 2020 13:43

Fakultas Kedokteran UPR Masih Kekurangan SDM Pengajar

PALANGKA RAYA -Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Palangka Raya (UPR) menjadi…

Sabtu, 24 Oktober 2020 13:41

Tunjangan dan Insentif Dokter Selalu Lancar

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalteng dr Mikko Uriamapas Ludjen…

Sabtu, 24 Oktober 2020 13:39

Menumpuk di Kota, 24 Puskesmas Tak Punya Dokter

PALANGKA RAYA- Setiap 24 Oktober dirayakan sebagai Hari Dokter Nasional.…

Sabtu, 24 Oktober 2020 13:36

Cerita dr Djono Koesanto selama Mengabdi di Tanah Borneo

Dokter Djono Koesanto memiliki pengabdian yang luar biasa pada bidang…

Jumat, 09 Oktober 2020 14:17
Presiden Jokowi Tinjau Percontohan Kawasan Food Estate Kalteng

Garap Food Estate dengan Teknologi Canggih

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan lapangan ke Desa Belanti Siam,…

Kamis, 08 Oktober 2020 12:36

Lion Air Berpenumpang 123 Orang Mendarat Darurat

PALANGKA RAYA-Pesawat Lion Air Boeing 737-900ER dengan rute penerbangan dari…

Kamis, 08 Oktober 2020 12:32

Di Kalteng, Kampanye Tatap Muka Masih Dominan

PALANGKA RAYA-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kalteng menilai sejauh ini…

Selasa, 29 September 2020 10:38

Muhamad Aditia, Memberi Semangat Teman dan Guru lewat Lagu

Penonton begitu menghayati ketika Muhamad Aditia menyanyi. Tak sedikit yang…

Minggu, 27 September 2020 13:11

Buka Food Estate di Gumas, Petani Lokal Punya Peran

PALANGKA RAYA-Lumbung pangan bukan hanya di wilayah Kabupaten Kapuas dan…

Minggu, 27 September 2020 09:56

Cerita Mereka yang Bekerja di Balik Persiapan Pelaksanaan Megaproyek Food Estate

 Andai tiada aral, megaproyek food estate akan meluncur pekan pertama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers