MANAGED BY:
SABTU
28 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Sabtu, 12 September 2020 12:38
Mengunjungi Desa Belanti Siam, Lumbung Pangan Nasional

Delapan Tahun Baru Mendapatkan Hasil

SUDAH MODERN: Mesin pemanen padi tak menyisahkan batang-batang padi di sawah milik Manto, petani di Desa Belanti Siam, beberapa waktu lalu. AGUS PRAMONO/KALTENG POS

“Petani di sini diatur sama air,” sebutnya.

Untuk mengatasi keasaman, para petani sudah mengantisipasinya dengan memberikan kapur. Untuk satu hektare minimal membutuhkan 800 kilogram atau 8 kwintal kapur, dengan harga Rp95 ribu per kwintal. Untuk pupuk Hibrida, bisa menghabisakan 9 kwintal, dengan harga Rp260 ribu per kwintal.

Hampir semua petani di Desa Belanti Siam biasa menjual padi ke tengkulak. Harganya Rp5.000 per kilogram. Jika panen raya, harga jual justru merosot jadi Rp4.500 per kilogram.

“Bisa harga enam ribu, tapi sistem utang,” ucapnya sambil tertawa lepas. (*/ce)

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers