MANAGED BY:
RABU
02 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 30 Juli 2020 11:31
Penelitian Pembangkit Listrik Tenaga Pico Hidro ala IAIN Palangka Raya

Cahaya 600 Watt dari Arus Sungai Kahayan

PROSES PEMBUKTIAN: Tim peneliti dari Prodi Fisika IAIN Palangka Raya mengambil sampel untuk mengetahui besaran daya listrik yang dapat dihasilkan di Sungai Kahayan, Senin (27/7). JAMIL/KALTENG TV/KALTENG POS GRUP

Alat pembangkit listrik tenaga pico hidro ini juga dilengkapi dengan lampu LED. Saat turbin berputar dan energi tersalurkan ke generator, lampu LED otomatis akan menyala.

Sementara untuk Kalteng, energi listrik tersalurkan dari beberapa pembangkit besar, yakni PLTU Asam-Asam, PLTU Pulang Pisau, dan PLTMG Bangkanai. Belum terhitung dengan PLTU di Tumbang Kajuei. PLTMH 250 KVA di Desa Tumbang Langkai, Kecamatan Suling Tambun juga menjadi salah satu sumber energi yang dapat menerangi desa di kawasan itu.

Disadur dari EBTKE http://ebtke.esdm.go.id/post/2016/12/22/1496/kalteng.miliki.potensi.plta.356.mw, provinsi ini dinilai memiliki potensi yang besar pada energi air. Provinsi ini memiliki potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Riam Jerawi, Kabupaten Katingan. Juga ada bendungan PLTA Muara Juloi di Kabupaten Murung Raya dengan kapasitas 284 MW. Potensi lainnya yakni bisa dibangunnya PLTMH di Desa Tumbang Manyarung, dan PLTA di air terjun Masupa Ria, Kabupaten Kapuas. Untuk Masupa, penulis pun pernah mengulas terkait potensi air terjun dan kelistrikan serta dampaknya bagi warga seperti di https://www.jpnn.com/news/kenikmatan-kecil-di-masupa-ria-desa-lumbung-emas.

Potensi itulah yang coba dikembangkan oleh para peneliti ini. Meskipun, kata Rudi, tim merasa masih banyak yang perlu diperbaiki, lantaran penelitian ini masih pada taraf mahasiswa saja.

Menurut mereka, rancangan ini masih jauh dari ideal seperti pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTMH) yang dapat menghasilkan daya listrik yang lebih besar. “Cukup untuk menerangi satu desa itu,” lanjut Rudi, pria kelahiran Pulang Pisau ini.

Salah seorang mahasiswa yang turut meneliti, M Ridwan mengatakan, penelitian ini dilakukan karena mereka ingin belajar memanfaatkan sumber daya alam Bumi Tambun Bungai -sebutan Kalteng- yang melimpah. Kalteng dikenal dengan sungainya yang banyak, seperti Sungai Barito, Sungai Kahayan, Sungai Kapuas, dan Sungai Mentaya. Belum lagi bila menelisik, masih adanya desa-desa di Kalteng ini yang memerlukan energi listrik. Pihaknya berharap bahwa kelak dapat berkontribusi dengan membangun pembangkit listrik yang lebih baik yang bisa dimanfaatkan semua daerah di Bumi Pancasila ini. (ce/*)

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers