MANAGED BY:
SELASA
26 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Kamis, 16 Juli 2020 11:53
Soal Penanganan Karhutla, Sinergi Pemangku Kepentingan Belum Optimal

PROKAL.CO,

PALANGKA RAYA-Sekda Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri memaparkan permasalahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2019 dan langkah strategis dan konkret pengendalian di tahun ini. Ada lima poin permasalahan yang disampaikan kepada peserta Virtual Telabang Talk Bersama Atasi Karhutla, kemarin pagi (15/7).

Forum diikuti Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Indro Wiyono, Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Purwo Sudaryanto, Kabinda Kalteng Brigjen Pol M Slamet Urip Widodo, dan para bupati se-Kalteng dan instansi terkait. Tidak ada tanya jawab. Peserta dari masyarakat di luar itu tak bisa menyampaikan kritikan atau masukan kepada pemangku kepentingan terkait karhutla.

Lima permasalahan karhutla tahun lalu yang membuat 317.749 hektare lahan terbakar berdasar citra satelit itu meliputi belum terbentuk satgas pencegahan dan kesiapsiagaan sampai kelurahan/desa, terbatasnya sarana dan prasarana dalam penanganan,kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat, belum memadai dan optimalnya anggaran yang fokus pencegahan dan kesiapsiagaan. Terakhir, sinergi pemangku kepentingan belum optimal dalam pelaksanaan, pencegahan, dan penanganan karhutla. Untuk tahun ini, Pemprov Kalteng mempersiapkan langkah strategis dan konkret pengendalian karhutla.

“Ada tiga langkah teknis, yakni, pemerintah kabupaten/kota membentuk satgas pencegahan sampai kelurahan/desa, memperkuat sosialisasi, diseminasi, pendampingan, pelatihan, dan patroli. Pemerintah daerah juga harus menentukan status kesiagaan dan darurat karhutla dengan cepat dan tepat. Ada 8.313 petugas gabungan yang terlibat,” ungkap Fahrizal.

Sementara, Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Indro Wiyono yang membuka kegiatan itu menyampaikan jika saat ini Polda Kalteng sudah mendata jumlah petani/peladang di Kalteng. Secara tertulis. Belum mengecek langsung. Tahun lalu, diakuinya, banyak pembakar lahan yang mengatasnamakan peladang/petani, yang mengakibatkan pembukaan lahan tak terkendali.

Kabinda Brigjen Pol M Slamet Urip Widodo yang mendapat kesempatan setelahnya juga terheran-heran ketika ada protes dalam penegakan hukum terhadap mereka yang membakar lahan. “Saya berharap peraturan gubernur yang mengatur petani/peladang, segera direalisasikan cepat, biar tidak ada lagi yang menunggangi,” ucapnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2013 14:22

Terdakwa Pembunuhan Berlagak Bego

<div> <div>PALANGKA RAYA-Sidang atas kasus pembunuhan yang menimpa Kokon, dengan terdakwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers