MANAGED BY:
SENIN
20 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Kamis, 16 Juli 2020 11:53
Soal Penanganan Karhutla, Sinergi Pemangku Kepentingan Belum Optimal

PALANGKA RAYA-Sekda Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri memaparkan permasalahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2019 dan langkah strategis dan konkret pengendalian di tahun ini. Ada lima poin permasalahan yang disampaikan kepada peserta Virtual Telabang Talk Bersama Atasi Karhutla, kemarin pagi (15/7).

Forum diikuti Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Indro Wiyono, Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Purwo Sudaryanto, Kabinda Kalteng Brigjen Pol M Slamet Urip Widodo, dan para bupati se-Kalteng dan instansi terkait. Tidak ada tanya jawab. Peserta dari masyarakat di luar itu tak bisa menyampaikan kritikan atau masukan kepada pemangku kepentingan terkait karhutla.

Lima permasalahan karhutla tahun lalu yang membuat 317.749 hektare lahan terbakar berdasar citra satelit itu meliputi belum terbentuk satgas pencegahan dan kesiapsiagaan sampai kelurahan/desa, terbatasnya sarana dan prasarana dalam penanganan,kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat, belum memadai dan optimalnya anggaran yang fokus pencegahan dan kesiapsiagaan. Terakhir, sinergi pemangku kepentingan belum optimal dalam pelaksanaan, pencegahan, dan penanganan karhutla. Untuk tahun ini, Pemprov Kalteng mempersiapkan langkah strategis dan konkret pengendalian karhutla.

“Ada tiga langkah teknis, yakni, pemerintah kabupaten/kota membentuk satgas pencegahan sampai kelurahan/desa, memperkuat sosialisasi, diseminasi, pendampingan, pelatihan, dan patroli. Pemerintah daerah juga harus menentukan status kesiagaan dan darurat karhutla dengan cepat dan tepat. Ada 8.313 petugas gabungan yang terlibat,” ungkap Fahrizal.

Sementara, Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Indro Wiyono yang membuka kegiatan itu menyampaikan jika saat ini Polda Kalteng sudah mendata jumlah petani/peladang di Kalteng. Secara tertulis. Belum mengecek langsung. Tahun lalu, diakuinya, banyak pembakar lahan yang mengatasnamakan peladang/petani, yang mengakibatkan pembukaan lahan tak terkendali.

Kabinda Brigjen Pol M Slamet Urip Widodo yang mendapat kesempatan setelahnya juga terheran-heran ketika ada protes dalam penegakan hukum terhadap mereka yang membakar lahan. “Saya berharap peraturan gubernur yang mengatur petani/peladang, segera direalisasikan cepat, biar tidak ada lagi yang menunggangi,” ucapnya.

Dalam forum yang hanya berlangsung tak lebih dari dua jam itu, para bupati atau yang mewakili menyampaikan program-program dan inovasi dalam pencegahan karhutla.

Seperti yang disampaikan Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat. Yang memperkenalkan inovasi sistem penyediaan air (SPA). Inovasi itu muncul lantaran pemadaman karhutla menggunakan helikopter water bombing, sekat kanal, hingga hujan buatan dinilai tidak efektif dan efisien. Di Kapuas sendiri, dari 16 kecamatan, ada dua kecamatan dengan risiko tinggi. Kecamatan Mantangai, dan Kecamatan Basarang.

Sementara, di forum virtual lain yang diinisiasi Badan Restorasi Gambut (BRG), Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Esau L Tambang memaparkan rencana pelaksanaan tugas pembantuan restorasi gambut Kalteng tahun 2020. Sumur bor restorasi tahun 2017-2019 ada 9.680 unit yang berada di luar konservasi. Masyarakat Peduli Api (MPA) yang dibentuk di 103 desa di delapan kabupaten/kota se-Kalteng ada 2/060 anggota.Masing-masing desa ada 20 orang. Untuk sekat kanal restorasi di tahun yang sama ada 2.775 unit di luar konservasi. (oiq/ram)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 30 Juli 2021 13:03

Kurang Barcode, Surat Bebas Covid-19 Dicurigai Palsu

PALANGKA RAYA-Kasus dugaan pemalsuaan surat bebas Covid-19 yang tertangkap di…

Jumat, 16 Juli 2021 11:23
Kisah Anggota DPRD yang Terpapar Covid-19

Sudah Divaksin dan Prokes Superketat, Dinyatakan Positif di Kota Orang

Virus korona penyebab Covid-19 terus menyebar tanpa henti. Semua lapisan…

Kamis, 01 Juli 2021 14:01
Penyesalan Sang Ayah yang Tak Percaya Corona

Bingal, Judul Film Pendek Karya Polres Kobar Raih Juara 2 Nasional

Film pendek berdurasi 7 menit ini berhasil menarik perhatian. Jalan…

Kamis, 01 Juli 2021 10:53
Masuk Kalteng Wajib Kantongi Dokumen PCR Negatif Covid-19

Di Kalteng, Oktober Vaksinasi Ditarget Tuntas

PALANGKA RAYA-Melonjaknya kasus Covid-19 di Kalteng beberapa pekan terakhir membuat…

Kamis, 01 Juli 2021 09:52

Surat Edaran Gubernur Keluar, Perusahaan Pelayaran Stop Sementara

Surat Edaran Gubernur Kalteng terhadap pelaku perjalanan masuk Kalteng yang…

Senin, 21 Juni 2021 11:23
Pelantikan Presiden MADN di Kota Cantik

Mantan Bupati Malinau Terpilih Jadi Ketua Majelis Adat Dayak Nasional

PALANGKA RAYA-Setelah menggelar Musyawarah nasional (Munas) Majelis Adat Dayak Nasional…

Senin, 07 Juni 2021 11:26

Demokrat Melejit, Koyem Minta Kader Tak Jemawa

PALANGKA RAYA-Elektabilitas Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Ketua Umum (Ketum)…

Sabtu, 18 Juli 2020 12:44

Disdukcapil Jamin Tidak Ada Data Ganda

PALANGKA RAYA-Kendati sudah melampaui target nasional perekaman Kartu Tanda Penduduk…

Sabtu, 18 Juli 2020 12:22

HUT Palangka Raya, Drainase dan Jalan Jadi Sorotan

Dalam pembangunan infrastruktur Kota Cantik, hal yang paling diperhatikan Fairid…

Kamis, 16 Juli 2020 11:53

Soal Penanganan Karhutla, Sinergi Pemangku Kepentingan Belum Optimal

PALANGKA RAYA-Sekda Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri memaparkan permasalahan kebakaran hutan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers