MANAGED BY:
RABU
23 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

METROPOLIS

Rabu, 08 Juli 2020 12:42
Luas Lahan yang Dibolehkan Dibakar oleh peladang Tradisional, Dua Hektare per Kepala Keluarga

DPRD Kalteng Menyetujui Rancangan Perda Pengendalian Kebakaran Lahan

PROKAL.CO,

PALANGKA RAYA-Setelah berlarut-larut, DPRD Kalteng akhirnya menyetujui isi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengendalian Kebakaran Lahan. Kesepakatan tersebut terlihat dalam forum rapat gabungan bersama Pemprov Kalteng yang dilaksanakan di ruangan rapat gabungan, Gedung DPRD Kalteng, (6/7). Dalam sidang yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kalteng Wiyatno itu, tujuh fraksi dalam laporan pandangan akhir menyatakan sepakat dan menerima Raperda Pengendalian Kebakaran Lahan.

Selanjutnya raperda ini akan dibawa ke Sidang Paripurna V DPRD Kalteng, yang rencananya dilaksanakan Selasa (7/7). Ketua Bapemperda H Maruardi menyampaikan, ada sejumlah revisi poin-poin penting terkait substansi raperda hasil koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Antara lain menghilangkan frasa “hutan” dari kalimat awalnya “pengendalian kebakaran hutan dan lahan” menjadi “pengendalian kebakaran lahan”. Alasannya, selama ini pengelolaan kawasan hutan adalah tanggung jawab pemerintah pusat, kecuali kawasan hutan kota.

Selain itu, menegaskan kembali jika ada dalam pasal tertera bahwa luas area lahan yang diperbolehkan untuk dilakukan pembakaran oleh peladang tradisional maksimal dua hektare per kepala keluarga (KK). Tidak mengubah sanksi kurungan bagi yang melanggar aturan di dalam perda tersebut, yaitu kurungan penjara selama enam bulan dan sanksi denda Rp50 juta.

Pada 28 Januari 2020 rapat kerja antara tim Bapemperda DPRD dengan tim dari Pemprov Kalteng membahas hasil fasilitasi dari Kemendagri. Pada prinsipnya secara umum dewan menyetujui hasil fasilitasi itu. Akan tetapi, DPRD memberikan beberapa catatan dan masukan kepada pihak pemprov untuk dikonsultasikan kembali dengan Kemendagri.

Ada pergantian frasa dalam salah satu pasal. Kalimat “oleh masyarakat hukum adat” dihanti menjadi “oleh petani peladang atau pekebun”. Penggantian frasa tersebut dilakukan mengingat  belum adanya penetapan masyarakat hukum adat secara  yuridis formal.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Kamis, 30 Juli 2020 11:35

Tak Ada Larangan Salat Iduladha

PALANGKA RAYA-Umat muslim wajib menerapkan protokol kesehatan dalam menunaikan ibadah…

Sabtu, 18 Juli 2020 12:20

HUT Palangka Raya, Impian Itu Bernama Adipura

PALANGKA RAYA-Tepat pada HUT ke-63 Kota Palangka Raya, Wali Kota…

Jumat, 17 Juli 2020 11:24

Kalteng Mampu Memenuhi Kebutuhan Pilkada

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng melalui Gubernur Kalteng H Sugianto…

Jumat, 17 Juli 2020 11:24

Melihat Sidang Perdana Dugaan Tipikor Pembangunan Sumur Bor

AGUS JAYA/KALTENG POS Sidang tindak pidana korupsi pembangunan sumur bor…

Rabu, 15 Juli 2020 12:00

Masa Pandemi, Ada Potensi Penyelewengan Dana BOS

PALANGKA RAYA-Tidak semua sekolah membagikan pulsa/kuota data bagi peserta didik.…

Selasa, 14 Juli 2020 13:22

MPLS Daring Serentak se-Kalteng

PALANGKA RAYA-Pandemi Covid-19 masih melanda Kalteng. Kondisi belum normal. Hampir…

Rabu, 08 Juli 2020 12:42

Luas Lahan yang Dibolehkan Dibakar oleh peladang Tradisional, Dua Hektare per Kepala Keluarga

PALANGKA RAYA-Setelah berlarut-larut, DPRD Kalteng akhirnya menyetujui isi Rancangan Peraturan…

Selasa, 07 Juli 2020 12:02
Mengenal Lindu Anugraha, YouTuber Kalteng yang Mengusung Kearifan Lokal (1)

Digarap Serius sejak 2018, Sebulan Pernah Meraup Ratusan Juta

Nama Lindu Anugraha Putra mungkin masih asing terdengar. Namun, di…

Jumat, 03 Juli 2020 12:26

Amunisi Pilkada Sudah Siap

PALANGKA RAYA-Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalteng Ben…

Minggu, 28 Juni 2020 11:55

Truk Menabrak Iring-iringan Sepeda Motor Patroli

PALANGKA RAYA-Untung tak ada korban jiwa. Empat orang meliputi sopir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers