MANAGED BY:
SELASA
26 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

METROPOLIS

Minggu, 10 Mei 2020 13:40
Transmisi Lokal Bisa Diputus, Begini Langkahnya
Suyuti Syamsul

PROKAL.CO, Salah satu alasan PSBB di Kota Palangka Raya adalah tingginya angka transimisi lokal penyebaran Covid-19 di Kota Palangka Raya. Transmisi lokal di Kota Cantik ini berkisar antara 15 hingga 20 persen. Ini bisa diputuskan jika masyarakat disiplin dalam melaksanakan PSBB.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan, kasus Covid-19 di Kalteng dan Kota Palangka Raya sebagian besar masih kasus impor. Yang disebut impor adalah salah seorang dari luar Kalteng dan dinyatakan positif, maka yang bersangkutan dan orang-orang di sekitar misal suami atau istri masih menjadi kasus impor. Akan tetapi, jika penularan itu sudah keluar, maka menjadi kasus transmisi lokal.

 “Di Kota Palangka Raya sekitar 15 hingga 20 kasus transmisi lokal, selebihnya masih kasus impor. Apabila masyarakat disiplin, maka angka transmisi lokal ini dapat diturunkan bahkan bisa kita hentikan, dengan catatan masyarakat harus disiplin. Jika tidak, maka penerapan PSBB pun tak akan ada gunanya,” katanya saat diwawancarai di Aula Istana Isen Mulang Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Kalteng.

Meski angka transmisi lokal di Kota Palangka Raya cukup tinggi, rencana pelaksanaan tes massal pun, sebut Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kalteng ini, tidak mampu dilaksanakan. Lantaran, dalam melaksanakan tes masal harus tetap pada acuan seperti tes masal bagi orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP), atau mereka yang masuk dalam klaster.

 “Rencana tes massal tetap akan kami laksanakan, tetapi tetap harus ada acuannya. Berkenaan dengan transmisi lokal ini, maka OTG menjadi sasaran kami. Jika OTG bisa kami kejar, maka bisa dipetakan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, alat yang akan menggunakan yakni polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM). Diperkirakan alat tersebut akan mampu untuk 200 hingga 250 pemeriksaan saja.

“Jika Kota Palangka Raya harus tes massal, kami tidak akan sanggup. Maka dari itu, tetap harus ada titik tertentu. Meski kondisi saat ini sudah PSBB, tapi bisa dipetakan dari penyelidikan epidemologinya, siapa saja yang sudah kontak dengan pasien positif,” jelasnya.

loading...

BACA JUGA

Rabu, 13 Mei 2020 10:36

Bandara Tjilik Riwut Sudah Buka Layanan Penerbangan

Bandar Udara (Bandara) Tjilik Riwut Palangka Raya sudah mulai membuka…

Senin, 11 Mei 2020 11:29

Kalteng Sempat Kehabisan Reagen PCR

PALANGKA RAYA-Sejak Senin (4/5) lalu, laboratorium mikrobiologi Rumah Sakit Umum…

Senin, 11 Mei 2020 11:27

Satu Nakes Terjangkit Covid-19, Puskesmas Panarung Lockdown

PALANGKA RAYA-Selama pandemi Covid-19, sudah ada tiga puskesmas di Kalteng…

Minggu, 10 Mei 2020 13:40

Transmisi Lokal Bisa Diputus, Begini Langkahnya

Salah satu alasan PSBB di Kota Palangka Raya adalah tingginya…

Selasa, 28 April 2020 12:30

2.055 Karyawan Dirumahkan, 160 Karyawan di-PHK

Hampir dua bulan pandemi Covid-19 melanda Kota Palangka Raya, dan…

Sabtu, 25 April 2020 14:39

Usai Ditangkap Polisi, Warga Ponton Meninggal

PALANGKA RAYA-Penggerebekan di Kompleks Ponton meninggalkan kabar duka. Di antara…

Senin, 20 April 2020 11:40

Pengusaha Tahu Ditusuk Karyawannya

PALANGKA RAYA-Kasus perkelahian terjadi antara pengusaha tahu dengan karyawannya. Kejadian…

Sabtu, 18 April 2020 11:22

Perlu Pemahaman, Rapid Test Bukan Diagnosis Pasti

 Sementara itu, berkenaan dengan meninggalnya tiga PDP di Kalteng sebelum…

Kamis, 16 April 2020 12:55

Di Kalteng Tiga Transmisi Lokal, Lima Klaster Gowa

PALANGKA RAYA-Senin lalu (13/4), Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan…

Rabu, 15 April 2020 12:38

Realokasi APBD Kalteng Masih Berproses

Sesuai arahan pemerintah pusat, seluruh pemerintah daerah wajib melakukan realokasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers