MANAGED BY:
SELASA
26 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 09 April 2020 13:42
WADUH..!! Kotawaringin Barat Deteksi 182 OTG
Suyuti Syamsul

PROKAL.CO, “OTG ini bisa berjalan ke mana-mana selayaknya orang sehat, dan saat itu pula ia menyebarkan kuman melalui droplet infection seperti ingus maupun ludah yang keluar saat batuk atau bersin”

 

Suyuti Syamsul

Kadinkes Kalteng

 

 

PALANGKA RAYA-Orang tanpa gejala (OTG) menjadi perhatian serius Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 se-Kalteng. Apalagi, berdasarkan catatan pasien yang sudah dinyatakan positif, justru banyak yang tidak memiliki gejala sebelumnya, bahkan layaknya seperti orang sehat pada umumnya. Di Kotawaringin Barat (Kobar), tercatat ada 182 orang yang terdeksi sebagai OTG.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kobar, pada Rabu (8/4) pukul 12.00 WIB, tercatat ada tiga kecamatan yang memiliki OTG, yakni di Kecamatan Pangkalan Lada 110 orang, Arut Selatan 69 orang, dan Kotawaringin Lama (Kolam) tiga orang.

Menyikapi wabah Covid-19 di Kalteng, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng yang juga Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemprov Kalteng, Suyuti Syamsul mengatakan, sebelumnya telah dikampanyekan bahwa penggunaan masker hanya untuk orang sakit dan tenaga medis. Namun, lanjutnya, dengan meningkatnya kasus OTG, maka ketentuan itu diubah. Saat ini bukan hanya orang sakit maupun tenaga medis yang perlu mengenakan masker, tapi juga semua warga diwajibkan.

“OTG ini bisa berjalan ke mana-mana selayaknya orang sehat, dan saat itu pula ia menyebarkan kuman melalui droplet infection seperti ingus maupun ludah yang keluar pada saat batuk atau bersin. Karena itu, semua orang yang keluar rumah maupun di dalam rumah wajib memakai masker,” ucap Suyuti, Rabu (8/4).

Diungkapkannya, apabila tak memilik masker, maka alternatifnya adalah menggunakan sapu tangan atau kain untuk menutup hidung dan mulut. Hal ini dimaksudkan agar saat batuk atau bersin, kuman atau virus tidak keluar dan menempel pada benda-benda. Dengan cara ini, proses penularan virus bisa dicegah.

“Terkait hal ini, maka imbauan untuk menjaga jarak dan menghindari kontak fisik harus betul-betul diperhatikan. Termasuk rajin mencuci tangan. Sebab, jika kuman berada di tangan, lalu tangan menyentuh area wajah, maka hanya butuh waktu 30 menit saja bagi kuman untuk sampai ke hidung dan masuk ke paru-paru,” ungkapnya.

Selain OTG, saat ini jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) di Kalteng terus meningkat. Bahkan Rumah Sakit Umum dr Doris Sylvanus (RSDS) Palangka Raya pun sudah penuh. Demi mencegah terjadinya lonjakan pasien yang ditangani di RSDS, maka RS Muara Teweh akan segera difungsikan sebagai rumah sakit rujukan untuk wilayah timur (DAS Barito).

“Saat ini ada tren peningkatan jumlah PDP di wilayah Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, dan Murung Raya,” bebernya.

Diperkirakan jumlah PDP dan ODP akan terus meningkat ke depan, kemampuan RSDS sebagai rumah sakit rujukan untuk menampung pasien memiliki batasan. Apalagi RSDS harus menampung pasien dari Kapuas, Katingan, Gunung Mas, dan Pulang Pisau. RS ini, lanjut Suyuti, oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Gubernur Kalteng mendapat alokasi DAK yang lebih banyak melalui DAK bantuan selama lima tahun terakhir ini.

“Sehingga kami berharap pengelola RSUD Muara Teweh betul-betul siap jika terjadi peningkatan pasien yang kemungkinan akan berstatus PDP maupun positif. Berdasarkan koordinasi dengan direktur RSUD Muara Teweh, sangat mungkin dua hari ke depan sudah siap menerima pasien,” pungkasnya.

 

Bantu Warga Terdampak Covid-19  

Segala upaya dilakukan oleh Pemerintah provinsi (Pemrpov) Kalteng dalam rangka menanggulangi virus corona termasuk dampak sosial kepada masyarakat. Pempov Kalteng tengah mengusulkan untuk mengeluarkan cadangan beras pemerintah (CBP) untuk dibagikan kepada daerah atau wilayah yang masuk ke dalam zona merah Covid-19. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kalteng Budi Santoso menyebutkan, pihaknya sudah menyarankan kepada pimpinan agar zona merah segera mengeluarkan CBP. Pasalnya, CBP sudah tersedia 100 ton setiap kabupaten/kota. Nantinya, beras itu bisa dibagikan kepada sekelompok orang dan keluarga positif Covid-19, pasien dalam pengawasan (PDP) maupun orang dala pengawasan (ODP). 

“Nanti akan dihitung, berapa keperluan yang akan dibagikan dengan mendata siapa berapa orang terdampak,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (7/4).

 Sementara itu, Kepala Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Divisi Regional Kalteng, Mika Ramba menyebutkan, untuk CBP mekanisme penyalurannya melalui Dinsos kabupaten/kota. Bulog kata dia, stand by untuk penanggulangan bencana non alam yakni Covid-19 ini. 

“Jadi memang selain ketahanan pangan untuk konsumsi, kami juga ada untuk penanggulangan bencana non alam yang penyalurannya berada di setiap kabupaten/kota dengan masing-masing jatah 100 ton per tahun dan provinsi 200 ton per tahun, total 1.600 ton CBP,” ungkapnya. 

Saat ini, lanjut dia, untuk CBP ini belum digunakan dan masih disimpan di gudang Bulog Kalteng. Tetapi, beberapa wilayah di Indonesia sudah mengeluarkan untuk daerah zona merah. Tapi tentunya itu kembali berpulang kepada penguasa wilayah setempat untuk mengambil kebijakan tersebut.

 “Sampai saat ini yang sudah berkoordinasi dengan kami yakni Kota Palangka Raya dan Dinsos Kalteng. Kami persiapkan nanti kalau ada pengajuan resminya akan langsung kami tindaklanjuti,” pungkasnya. (abw/nue/oiq/ce/ala)

loading...

BACA JUGA

Senin, 25 Mei 2020 11:52

Ini Data Terbaru Kasus Covid-19 di Kalteng

Berdasarkan data terbaru yang dirilis Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan…

Kamis, 14 Mei 2020 15:04

Jalan Masuk ke Palangka Raya Tutup Total, 700-an Kendaraan Putar Balik

Semenjak pemberlakuan PSBB, semua jalan yang menjadi akses keluar masuk…

Kamis, 14 Mei 2020 15:02

Masih Banyak yang Melanggar Aturan PSBB

PALANGKA RAYA-Hingga hari ketiga penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),…

Rabu, 13 Mei 2020 10:38

PSBB Palangka Raya, Jangan Lupa Penuhi Hak-Hak Warga

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palangka…

Rabu, 13 Mei 2020 10:33

Mulai Hari Ini, Tak Ada Toleransi, Warga Wajib Mematuhi Aturan PSBB Palangka Raya

"Hari Pertama dan Kedua Penerapan PSBB, Kami Masih Beri Toleransi…

Rabu, 13 Mei 2020 10:27

Syukurlah, Banyak Pasien Covid-19 di Kalteng Mulai Sembuh

PALANGKA RAYA-Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemprov Kalteng meriliskan…

Senin, 11 Mei 2020 11:30

Dari Enam Klaster, Gowa Belum Terselesaikan

Kasus Covid-19 di Kalteng bermula karena impor, yakni adanya masyarakat…

Senin, 11 Mei 2020 11:25

Perwali PSBB Palangka Raya Keluar, Sanksi Langsung Diterapkan

PALANGKA RAYA-Sampai tadi malam (10/5), peraturan wali kota (perwali) sebagai…

Minggu, 10 Mei 2020 13:45

Masih Sosialisasi, Didraf Perwali PSBB Masih Tanpa Sanksi

PENERAPAN Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palangka Raya…

Minggu, 10 Mei 2020 13:43

Ada Wacana Tes Massal OTG dan ODP

LABORATORIUM mikrobiologi untuk tes swab pasien Covid-19 sudah ada dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers