MANAGED BY:
SELASA
26 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

METROPOLIS

Minggu, 05 April 2020 11:48
Jangan Salah..!! Meski Ada Corona, Penyidikan Kasus Korupsi Sumur Bor Berlanjut
Tim Kejari Palangka Raya saat memeriksa ulang barang bukti dugaan kasus tipikor sumur bor sebelum dilimpahkan ke Pengadilan. (AGUS JAYA/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pembangunan sumur bor yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Palangka Raya ternyata terus berjalan. Tidak lama lagi kasus tersebut akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Palangka Raya untuk segera disidangkan. Hal tersebut tersebut tersirat dari keterangan yang disampaikan langsung oleh Kejari Palangka Raya Zet Tadung Allo. 

"Sudah rampung penyidikan tinggal menunggu waktu uuntuk pelimpahan ke PN untuk disidangkan," sebut Kajari melalui pesan WhatsApp kepada wartawan. Kajari juga menampik dugaan banyak orang bahwa dengan adanya penetapan dua tersangka sebelumnya Penyidikan kasus tersebut  sudah berhenti saat ini. Kajari memastikan bahwa pihak penyidik masih tetap bekerja untuk terus mengembangkan kasus korupsi tersebut.

“Penyidikan tetap berlanjut untuk tempat yang lain sambil menunggu waktu yang baik dulu,” terang Zet. Sedangkan saat ditanya kemungkinan pelimpahan kasus tersebut ke pengadilan diundur mengingat kondisi tanggap darurat Corona saat ini hingga bisa berpengaruh terhadap masa penahanan terhadap para tersangka sendiri, Zet memastikan hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan.

“Masih cukup untuk dua bulan andaikan keadaan masih darurat corona," tegas Kajari mengakhiri penjelasannya.

Kemungkinan tentang akan segera dilimpahkan nya kasus tersebut sudah tampak ketika berapa hari yang lalu sejumlah pegawai Kejari Palangka Raya terlihat sibuk menginventarisir barang bukti yang disita terkait kasus tersebut.

Sebelumnya, pada 29 Februari 2020 lalu pihak penyidik telah menetapkan dua orang tersangka berinisial A yang merupakan pegawai di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng dan MS selaku konsultan pengawas dari PT Kalangkap sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan sumur bor tahun 2018 tersebut.

Adapun diperkirakan kerugian negara dalam proyek yang bernilai total Rp21 miliar tersebut disebut mencapai Rp933 juta. (sja)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 13 Mei 2020 10:36

Bandara Tjilik Riwut Sudah Buka Layanan Penerbangan

Bandar Udara (Bandara) Tjilik Riwut Palangka Raya sudah mulai membuka…

Senin, 11 Mei 2020 11:29

Kalteng Sempat Kehabisan Reagen PCR

PALANGKA RAYA-Sejak Senin (4/5) lalu, laboratorium mikrobiologi Rumah Sakit Umum…

Senin, 11 Mei 2020 11:27

Satu Nakes Terjangkit Covid-19, Puskesmas Panarung Lockdown

PALANGKA RAYA-Selama pandemi Covid-19, sudah ada tiga puskesmas di Kalteng…

Minggu, 10 Mei 2020 13:40

Transmisi Lokal Bisa Diputus, Begini Langkahnya

Salah satu alasan PSBB di Kota Palangka Raya adalah tingginya…

Selasa, 28 April 2020 12:30

2.055 Karyawan Dirumahkan, 160 Karyawan di-PHK

Hampir dua bulan pandemi Covid-19 melanda Kota Palangka Raya, dan…

Sabtu, 25 April 2020 14:39

Usai Ditangkap Polisi, Warga Ponton Meninggal

PALANGKA RAYA-Penggerebekan di Kompleks Ponton meninggalkan kabar duka. Di antara…

Senin, 20 April 2020 11:40

Pengusaha Tahu Ditusuk Karyawannya

PALANGKA RAYA-Kasus perkelahian terjadi antara pengusaha tahu dengan karyawannya. Kejadian…

Sabtu, 18 April 2020 11:22

Perlu Pemahaman, Rapid Test Bukan Diagnosis Pasti

 Sementara itu, berkenaan dengan meninggalnya tiga PDP di Kalteng sebelum…

Kamis, 16 April 2020 12:55

Di Kalteng Tiga Transmisi Lokal, Lima Klaster Gowa

PALANGKA RAYA-Senin lalu (13/4), Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan…

Rabu, 15 April 2020 12:38

Realokasi APBD Kalteng Masih Berproses

Sesuai arahan pemerintah pusat, seluruh pemerintah daerah wajib melakukan realokasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers