MANAGED BY:
SENIN
06 APRIL
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 10 Maret 2020 11:56
Abdullah Gampang, Perintis Usaha Ukiran Kayu Motif Dayak

Terkadang Kesulitan Modal saat Banjir Pesanan

HASIL KARYA: Berbagai macam ornamen khas Dayak diproduksi oleh Workshop Patra Craft di Kelurahan Sebaru. INSET: Abdullah Gampang menunjukkan hasil kerajinannya.

PROKAL.CO, Hasil kerajinan khas Dayak semakin terkenal dan banyak peminatnya. Mulai dari batik, ukiran kayu, maupun kerajinan lainnya. Hal ini menjadi angin segar bagi usaha pembuatan berbagai macam kerajinan khas Dayak, seperti yang ditekuni oleh Abdullah Gampang. Ia nekat beralih profesi dari buruh bangunan, lalu mengembangkan sayap usaha di bidang kerajinan ukiran kayu.

 

AGUS JAYA, Palangka Raya

 

SUARA mesin bor yang dijalankan para pekerja di Workshop Patra Craft terdengar nyaring saat saya (penulis) bertandang ke bangunan yang beralamat di Perumahan Sri Rejaki II, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sebangau Palangka Raya, Sabtu (7/3).

 

Setelah bertanya tentang pemilik rumah kepada salah satu karyawan perempuan, penulis dipersilakan masuk ke ruangan tengah rumah itu. Langsung disambut oleh Abdullah Gampang selaku pemilik toko dan Workshop Patra Kraft.

“Tunggu sebentar ya Mas,” ucap pria berkacamata yang tengah sibuk membalas pesan WhatsApp yang masuk ke ponselnya. Saya pun dipersilakan untuk duduk.

Di dalam ruangan itu, tampak berbagai macam kerajinan ukiran kayu bermotif khas Dayak. Ada kelawang, patung naga, gantungan kunci, asbak, mangkuk atau piring kayu, serta berbagai macam kerajinan kayu setengah jadi maupun yang sudah jadi. Bertebaran dan berjejer di lemari seta di ruang tengah itu.

Tak lama kemudian, pria yang biasa dipanggil Gampang ini pun selesai dengan urusannya. Pria 50 tahun itu menyambut saya dengan ramah. Obrolan pun mengalir.

Gampang menceritakan awal mula dirinya menekuni kerajinan kayu ornamen khas Dayak ini. Berawal dari mengikuti pelatihan kerajinan kayu yang diadakan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya dan Pemerintah Provinsi Kalteng.

“Ikut pelatihan mulai tahun 2009 sampai 2011. Pada 2013 barulah mulai bisa bikin produk sendiri” kata Gampang memulai kisahnya. Dalam pelatihan itu, ia mendapat bimbingan dari instruktur asal Bali dan Jepara.

Awalnya Gampang menjalankan usaha kerajinan kayu ukiran khas Dayak dengan memanfaatkan waktu usai bekerja sebagai buruh bangunan. Saat malam hari atau saat memiliki waktu senggang, ia belajar membuat ukiran kayu khas Dayak. Lambat laun usaha ukiran yang dijalankannya semakin berkembang hingga saat ini.

Saat ditanya kenapa ia memilih menjalankan usaha kerajinan ukiran kayu motif khas Dayak dibandingkan motif daerah lain, pria berdarah Jawa itu mengatakan bahwa pengetahuan itulah yang didapatkannya saat mengikuti pelatihan.

“Karena yang saya belajar memang motif Dayak. Kalau motif lain saya enggak tahu,” ujar pria yang mengaku tidak sempat menamatkan pendidikan SMA-nya ini sembari tertawa pelan.

Saat mengikuti pelatihan, tutur Gampang, ada instruktur yang mengatakan bahwa ukiran kayu dengan motif lokal (khas Dayak), jika dibuat menjadi seni kerajinan, maka akan memiliki peluang besar untuk dipasarkan. Hal itulah yang memotivasinya untuk mengembangkan ukiran khas Dayak.

Diakui Gampang, saat ini kerajinan kayu yang banyak dipesan konsumen adalah berbagai bentuk telawang, batang garing, miniatur rumah betang, ukiran bentuk patung masyarakat Dayak, hiasan dinding khas Dayak, maupun plakat serta papan nama dengan ukiran khas Dayak.

“Terkadang ada juga pesanan furnitur dengan ukiran khas Dayak,” tambah ayah dua anak ini.

Berbicara tentang berbagai ukiran atau ornamen kayu bermotif Dayak, terutama menyangkut warna ornamen dan bentuk ukiran khas Dayak, Gampang menjelaskan, walaupun sepintas terlihat mirip, akan tetapi setiap ukiran mempunyai kekhasan motif tersendiri, sesuai daerah asal suku Dayak. Ukiran kayu dari Dayak Kalteng, lanjutnya, berbeda dengan ukiran khas suku Dayak Kalbar atau Dayak di Kaltim. Bahkan di antara ukiran kayu khas Dayak Kalteng juga memiliki motif berbeda.

Selama menekuni usaha ini, beberapa kali Gampang menerima pesanan untuk pembuatan ukiran kayu dan ornamen dengan motif khas Dayak yang digunakan khusus dalam acara adat Dayak. Biasanya ukiran yang dibuat itu berbeda dari ukiran diketahui masyarakat pada umumnya.

Selain motif, warna yang digunakan dalam ukiran kayu juga memiliki makna dan maksud tertentu. Gampang memberi contoh warna pada miniatur Batang Garing yang sudah dibuatnya. Menurutnya, warna dominan kuning atau hijau menandakan kemakmuran. Sementara, jika didominasi oleh warna hitam, menggambarkan keagungan pemiliknya.

Referensi pengetahuan tentang arti dan makna dari bentuk ukiran kayu motif Dayak tersebut didapatkannya dari berbagai buku yang membahas tentang kehidupan suku Dayak, khususnya buku histori terkait kebudayaan masyarakat Dayak pada zaman dahulu. Diakui Gampang, tidak mudah baginya untuk mendapatkan berbagai referensi itu.

“Buku buku itu baru bisa saya dapatkan setelah memenangkan berbagai perlombaan menyangkut ukiran suvenir khas Dayak yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan Kalteng. Selain itu, saya juga mempunyai kitab pananturan, sehingga saya bisa tahu mana yang boleh dan tidak boleh,” katanya.

Dalam sekian tahun menjalani usaha di bidang kerajinan kayu ukiran khas Dayak, Gampang benar-benar menyadari bahwa salah satu yang menjadi kendala adalah persoalan modal usaha. Untuk menghidupi usahanya, Gampang masih mengandalkan modal hasil pembayaran dari para pemesan. Hingga saat ini pihaknya belum pernah mendapat sokongan dari dinas atau instansi terkait lingkup pemerintah daerah maupun pusat.

Dengan bermodal usaha pas-pasan, tak jarang Gampang mengalami kesulitan menghadapi pesanan konsumen dalam jumlah yang banyak.

“Kadang saya harus meminta pembayaran DP terlebih dahulu atau pelunasan untuk pengerjaan barang yang dipesan, terutama untuk membeli kayu,” ujar nya lagi.

Mengenai sumber bahan baku khusunya kayu, Gampang mengatakan, pihaknya telah memiliki galangan kayu yang menjadi langganan. Bahan baku yang diutamakan adalah kayu ulin dan benuas.

Meski masih terkatung-katung dengan urusan permodalan, Gampang tetap merasa bersyukur karena saat ini usahanya mulai dikenal luas. Selain sering mendapat pesanan perorangan dari warga Kalteng, pesanan juga datang dari luar daerah seperti Kalbar. Bahkan ada pula pesanan dari luar Pulau Kalimantan, seperti Jakarta, Bandung, dan daerah lainnya.

Untuk mengembangkan usahanya, Gampang memiliki keinginan membuka satu toko lagi. Dengan demikian, ia berharap bisa memperluas pemasaran dan penjualan produk kerajinan kayunya. “Karena dengan adanya toko, kami bisa mendapatkan informasi secara langsung dari konsumen soal kekurangan dari produk kami. Ini sangat penting untuk pengembangan usaha,” pungkasnya. (*/ce)

loading...

BACA JUGA

Senin, 23 September 2019 10:51

Cerita Heroik Pemadam Karhutla di Kalteng

Mereka patut mendapat apresiasi lebih. Tak banyak waktu berkumpul dengan…

Rabu, 24 April 2019 12:13

Harus Menginspirasi Bagi Sesama Perempuan

Hari Kartini memang identik sebagai perayaan bagi kaum perempuan. Siapa…

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers