MANAGED BY:
KAMIS
27 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Jumat, 24 Januari 2020 14:06
Apa Kabar Perempuan Terberat di Kalteng, Titi Wati? Tak Lagi Semangat Diet, Segini Timbangan Terakhirnya....
Titi Wati tengah menikmati kebersamaan bersama anak semata wayangnya Herlina, ketika ditemui di rumahnya, Kamis (23/1). (DENAR/KALTENG POS)

PROKAL.CO,  Berat badan sebelum dioperasi sekitar 220 kilogram. Pada Februari 2019, ditimbang lagi. Berat badannya turun jadi 211 kilogram. Terakhir ditimbang, tepatnya awal Juli, berat badannya 209 kilogram. Lalu, bagaimana kondisi saat ini? Ia sendiri pun tak tahu. Tak pernah lagi ditimbang.

 

Titi Wati masih sama seperti dahulu. Wanita yang bisa dikata sebagai manusia terberat di Kalteng ini tetap murah senyum. Senyuman itu kembali terlihat ketika penulis menyambangi rumahnya di Jalan G Obos XXV, Palangka Raya, dua hari lalu. Ia masih berada di atas ranjang. Dalam posisi tengkurap. Bingkai jendela persis di samping ranjangnya menjadi penghibur untuk melihat halaman depan rumah. Tubuhnya dibalut selimut. Sesekali jari-jarinya mengutak-atik ponsel. Menjelajah dunia maya menjadi hiburan baginya.

Saat penulis mengajaknya berbincang-bincang terkait kondisi berat badannya, perempuan paruh baya itu menerima dengan tangan terbuka. Anak semata wayang yang selalu berada di sampingnya, Herlina, juga tak keberatan.

Titi Wati mengatakan, saat ini ia menyibukkan diri dengan mengasuh bayi tetangga. Di teras depan rumahnya, ia membuka usaha kecil-kecilan. Jualan minuman saset dan jajan anak-anak. “Lumayan, buat meringankan biaya menyambung hidup,” ucapnya.

Ia membeberkan bahwa terakhir dirinya menjalani kontrol berat badan yakni pada awal Juli 2019 lalu. Bobot tubuhnya saat itu 209 kilogram. Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Dan sampai hari ini, ia tak tahu lagi berapa berat badannya.

Ditanya soal pola makan, Titi Wati mengatakan, hingga kini ia masih tetap menjalankan saran dokter. Makan dalam porsi sedikit dua kali sehari,serta menghindari konsumsi kerupuk dan ikan asin. Tak disangkanya, kini ia malah doyan mengonsumsi ikan gabus dan patin.  

“Sesekali minum air es,” ucapnya sembari tertawa kecil. Ibu satu anak yang memiliki hobi menyanyi itu mengakui, saat ini dirinya tak fokus lagi menjalani diet. Ada banyak hambatan baginya untuk menjalani program yang disarankan petugas medis.

Perempuan berambut panjang itu juga merasa miris akan kabar yang beredar di dunia maya, yang justru memojokkan dan menghancurkan perasaannya. Bahkan pada media sosial TikTok yang saban hari ia mainkan, malah ada yang mengatakan jika dirinya sudah meninggal.

“Saya hanya bisa mengelus dada,” ucapnya.

Titi menuturkan, selama ini ia sering berbagi cerita soal diet dengan salah satu dokter dari Bali yang menanganinya. Akan tetapi selalu ada oknum yang mencibirnya, bahkan membuatnya takut untuk kembali menjalani operasi. Tak hanya itu. Titi Wati juga mengaku sering di-bully oleh para netizen. Tak sedikit yang berkomentar jika dirinya hanya mencari sensasi dan tidak menjalankan program diet dengan sungguh-sungguh. Komentar-komentar itu pun membuat Titi jadi tidak percaya diri. “Anak saya sampai menangis di dekat saya setelah mendengar kabar itu,” beber Titi.

Bukan hanya alasan itu yang membuatnya tak fokus menjalani diet. Bahtera rumah tangganya bersama sang suami kandas. Padahal ia tengah semangat menurunkan berat badan agar bisa kembali memiliki bodi ideal seperti dahulu.

“Tiga bulan pascaoperasi, ada permasalahan yang membuat kami berpisah,” ungkapnya.

"(Tak fokus diet, red) mungkin ada bawaan faktor emosi juga. Ngapain juga saya harus mati-matian menjalani diet, kalau ujung-ujungnya hubungan rumah tangga harus berakhir seperti ini," tambahnya.

Dengan mata yang berkaca-kaca, Titi Wati menyebut bahwa ia sudah mengikhlaskan mantan suaminya itu untuk mencari wanita lain sebagai pengganti dirinya. Namun, tiga bulan 10 hari kemudian, Titi Wati menemukan tambahan hati yang baru. Seorang pria berusia 40 tahun datang meminangnya.

Herlina yang saat itu menemani Titi, juga ikut menyambung pembicaraan. Ia mengatakan bahwa saat ini tak ada perubahan signifikan pada ibunya itu. Tak ada perubahaan (penurunan berat badan, red) meski menjalani puasa. "Sewaktu bulan Ramadan, ibu jalani puasa penuh. Bukannya turun (berat badan, red), tapi malah bertambah," jelasnya.

Untuk mencegah penambahan berat badan ibunya itu, Herlina mencoba mengatur porsi makan Titi. Dikurangi porsinya. Dalam hatinya, ia berdoa agar apa yang menjadi harapan masyarakat, pemerintah, dan semua pihak yang mendukung ibunya untuk mendapat bobot ideal, suatu saat menjadi kenyataan. “Harapan itu masih ada. Tapi jika tidak bisa sama sekali, saya juga pasrah,” ujar Herlina.

 ”Kalau memang masih ada harapan, siapa yang tidak mau untuk melanjutkan (diet, red) lagi. Jujur, saya juga tidak mau merepotkan orang lain. Keadaan sekarang jauh lebih baik lagi daripada sebelum operasi. Sudah banyak perubahan. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada semua yang telah berjasa,” timpal Titi Wati. (fiq/ram)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers