MANAGED BY:
JUMAT
21 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Rabu, 15 Januari 2020 12:29
Ada IKN, Kalteng Juga "Diserang" Arus Urbanisasi, Perlu Sinkronisasi dengan Kaltim

Termasuk Membahas Masalah Perbatasan

Presiden Joko Widodo saat meninjau lahan IKN di Pemaluan, Sepaku, Penajam Paser Utara beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Ditetapkannya Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) tentu memberikan dampak bagi Kalteng, baik dari segi perekonomian maupun infrastruktur bahkan segi aktivitas. Melihat wilayah Kalteng yang masih luas, Kaltim yang berbatasan dengan Kalteng ini tidak akan mampu membendung kaum urban yang melakukan urbanisasi.

Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kalteng yang membidangi pemerintahan, kesejahteraan masyarakat (kesra) dan hukum, Hamka menyebut, ketika Kaltim tidak mampu menampung banyaknya urbanisasi maka mereka (urban,red) akan lari ke Kalteng. Untuk itu, Kalteng dan Kaltim berkenaan dengan IKN ini harus sinkron.

“Kaltim sendiri tidak cukup, tidak mampu membendung urbanisasi tersebut. Jangan sampai ada permasalahan di kemudian hari dengan adanya IKN ini,” kata Hamka saat diwawancarai di Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (14/1).

Diungkapkannya, untuk mengantisipasi permasalahan-permasalahan yang akan ditumbulkan dengan adanya pembangunan IKN ini pihaknya akan merapatkan bersama Pemprov Kaltim. Baik itu steakholder hingga lembaga-lembaga lainnya yang terkait dengan pembangunan IKN ini. “Kita (Pemprov Kalteng,red) harus mengadakan pertemuan dengan Pemprov Kaltim, seluruh stakeholder baik itu BPN dan pemerintahannya juga,” ungkapnya kepada awak media.

Untuk itu, lanjutnya, Pemprov Kalteng terus mendorong penyelesaikan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalteng untuk segera diselesaikan, termasuk mengenai perbatasan antara Kalteng dengan Kaltim. Agendanya, 2020 ini permasalahan perbatasan telah diselesaikan.

“Laporan dari Biro Pemerintahan Setda Kalteng sebetulnya permasalahan itu sudah hampir selesai, hanya saja masih terjadi ego masing-masing kabupaten yang tidak mau menandatangani perbatasan itu, padahal sudah tidak ada masalah,” katanya.

Dijelaskannya, belum lama ini pihaknya sudah menyelesaikan permasalahan perbatasan Kalteng dengan Kalbar, saat ini sudah masuk di kementerian dalam negeri (Kemendagri). “Selanjutnya tergantung Kemendagri bagaimana, sebetulnya masalah RTRWP ini menjadi prioritas. Tergantung KLHK dan Kemenhut saja,” jelasnya.

Padahal, tambahnya, seharunya sesama Pulau Kalimantan harus sinkron, sehingga tahun selanjutnya kegiatan-kegiatan berkenaan dengan penyangga IKN sudah tidak menjadi permasalahan. “Masak sama-sama Pulau Kalimantan tetapi sulit menyatu, hilangkan saja ego-ego,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kalteng Pelopor menyebutkan, Kalteng harus siap terhadap dampak positif maupun negatif pembangunan ibu kota baru pengganti DKI Jakarta tersebut. Karena Ketika ada aktivitas masif dalam pembangunan ibu kota negara di Kaltim, paling tidak sekitar 1,5 juta orang dari luar akan datang ke Kaltim. Tentu hal itu berdampak pula pada peningkatan kebutuhan akan makan minum maupun tempat tinggal.

“Tentu saja Kalteng berpeluang untuk menjadi ruang bagi banyaknya aktivitas baru yang saat ini belum terbayangkan,” ungkap Pelopor saat menghadiri salah satu acara, Senin (13/1). Untuk itu, tegasnya, Kalteng harus siap. Jika tidak, maka Kalteng akan menjadi imbas dari pembangunan ibu kota. Apalagi aktivitas pembangunan di pusat ibu kota akan sangat dibatasi. Aktivitas penunjang tidak dibolehkan di lokasi ibu kota, alias kegiatan lain harus di luar PPU.

“Melihat gambaran tersebut, saya mewanti-wanti agar masyarakat Kalteng segera mendaftarkan tanahnya. Mungkin saat ini tidak berharga, tapi ke depan akan sangat bernilai,” katanya.

Antisipasi Pencaplokan Lahan

Anggota Komisi I Bidang Hukum Pemerintahan dan Keuangan DPRD Provinsi Kalteng, Hj Rusita Irma mengatakan dengan lokasi wilayah yang luas, tentu masih banyak lahan yang kosong. “Hal ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik melalui lahan pertanian dan lain-lain, agar bisa menyokong pangan terutama untuk wilayah yang sangat dengan dengan IKN,” katanya kepada Kalteng Pos, Selasa (14/1).

Jika dipersiapkan dengan baik sejak saat ini, kata dia, maka akan berdampak positif bagi perkembangan dan kemajuan Kalteng di bidang pangan serta mendapatkan keuntungan yang cukup.

“Selain itu masyarakat juga akan merasakan dampak secara lainsung. Perekonomian meningkat dan kesejahteraan juga akan mengikuti,” lanjut politikus PKB Kalteng tersebut.

Selain itu pengaruh lain yang dirasakan adalah peningkatan tenaga kerja yang memiliki sumber daya manusia yang baik, agar tidak hanya menjadi buruh kasar saja. “Memang dampak dari dekatnya ibukota negara ini dengan wilayah Kalteng harus di cermati oleh kita bersama, baik pemerintah dan pihak swasta, juga masyarakat kalteng umumnya,” terangnya.

Oleh karena itu, untuk lahan-lahan yang masih kosong harus perlu kehati-hatian, sebab dampaknya bisa merugikan masyarakat Kalteng. “Kalau lahan-lahan masih belum punya dokumen, maka akan rentan terjadi perebutan. Maka mulai sekarang lahan-lahan tersebut diurus dokumennya dengan baik,” harapnya.

Pihaknya juga mengkhawatirkan lahan-lahan yang dicaplok dan di jual kepada pengusaha nakal, sehingga berdampak kepada msyarakat Kalteng. Jangan sampai masyarakat Kalteng terpinggirkan dan menjadi penonton. (abw/nue/ala)


BACA JUGA

Rabu, 19 Februari 2020 10:14

Kendaraan Ditarik Debt Collector, Laporkan Polisi

Kapolres Kobar AKBP E Dharma B Ginting: “Laporkan ke Kami,…

Selasa, 18 Februari 2020 13:59

Panik..!! Tapi Terdiam Mematung saat Rumah Terbakar

PURUK CAHU-Warga Muara Sumpoi Kecamatan Murung digegerkan dengan peristiwa kebakaran…

Selasa, 18 Februari 2020 13:58

Potensi Ada, Tinggal Promonya

PALANGKA RAYA- Amelia Nurmawati Edmil akan tampil pada grand final…

Selasa, 18 Februari 2020 13:54

Tawon Berbahaya Ini Buat Sarang di Kursi, Pemiliknya Disengat di Kepala

PALANGKA RAYA - Tim Rescue dari Dinas Damkar dan Penyelamatan…

Selasa, 18 Februari 2020 13:53

Ya Tuhan..!! Ada yang Tega Buang Orok, Diduga Digugurkan Pakai Obat-obatan

KUALA KAPUAS - Polsek Selat dibackup Polres Kapuas masih memburu…

Selasa, 18 Februari 2020 13:51

Gubernur Bertemu Buruh Sawit, Ini yang Disampaikannya...

PALANGKA RAYA-Aktivitas PT Sukajadi Sawit Makmur (SSM) sedang menjadi sorotan.…

Senin, 17 Februari 2020 11:44

Begini Jadinya Kalau Baca Berita Cuma Lihat Judulnya

PALANGKA RAYA - Hendaklah menjadi pelajaran bagi kita semua. Kalau…

Senin, 17 Februari 2020 11:42

Sudah Saatnya Larangan Ekspor Rotan Dicabut

PALANGKA RAYA - Larangan ekspor hasil hutan berupa rotan, mendapat…

Senin, 17 Februari 2020 11:38

Melukai Polisi, Pencuri Ini Terkapar Mati Ditembak

KUALA KAPUAS- Langkah tegas ditempuh oleh kepolisian dalam melumpuhkan terduga…

Senin, 17 Februari 2020 11:35

Dayak Jangan Saling Sikut, Jangan Mau Diadu Domba

FOTO   Abdul Rasyid AS Sugianto Sabran     “Sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers