MANAGED BY:
SELASA
31 MARET
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

METROPOLIS

Rabu, 15 Januari 2020 12:18
SDN 2 Panarung Terbakar, Anggaran Pembangunan Segera Diusulkan
Petugas Damkar memadamkan api yang berada di rumah penjaga sekolah. (FOTO : ARDO/KPC)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Dari balik jendela ruangan kelas IV, kepulan asap terlihat membumbung tinggi. Salah satu murid, Karunia, langsung berteriak kepada guru perempuan yang sedang duduk di mejanya. “Ibu, ada asap hitam tebal. Sekolah kita terbakar,” pekik Karunia.

Teriakan Karunia pun mengundang perhatian teman-temannya. Kepanikan pu terjadi. Mereka bergegas keluar dari ruang kelas, sembari membawa peralatan belajar mengajar.

Sesampainya di halaman sekolah, bocah yang memakai kerudung dan membawa tas warna merah muda ini terperanga. Api yang saat itu membakar bangunan rumah penjaga sekolah, dengan cepat merembet ke bangunan ruang guru. Tangis Karunia pecah. Bocah berperawakan kurus itu tak mampu menahan sedih. Air mata bergulir deras di pipinya.

Kebakaran yang terjadi di SDN 2 Panarung kemarin (14/1), mengakibatkan ruangan guru ludes. Tak hanya itu. Ruang rapat, ruang agama Islam, rumah penjaga sekolah, dan toilet sekolah juga ikut terbakar. Belum diketahui secara jelas dari mana si jago merah datang. Api diketahui sudah mulai membesar sekitar pukul 09.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, api diduga berasal dari rumah penjaga sekolah yang berada di pojok bangunan sekolah. Berbatasan dengan bangunan memanjang yang diisi beberapa ruangan, termasuk ruang guru. Tak ada barang-barang di ruangan itu yang terselamatkan.

Iring-iringan kendaraan pemadam kebakaran dengan cepat bergerak menuju Jalan PM Noor di mana sekolah itu berada. Petugas pemadam berjibaku dengan api yang berkobar. Sejam kemudian akhirnya si jago merah itu berhasil dijinakkan.

Proses pemadaman sempat kesulitan karena akses jalan menuju halaman sekolah yang sempit. Apalagi sekitar lokasi dipadati warga yang datang menyaksikan.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri langsung meninjau lokasi kejadian. Ia bersama anggota ikut membantu proses pemadaman. Pria dengan tiga melati di pundaknya itu tak lupa memberikan semangat dan motivasi kepada para murid dan guru agar tak terlalu berlarut dalam kesedihan.

Polisi masih menyelidiki titik asal api. Tim Inafis Polresta Palangka Raya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) demi mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Barang bukti pun diamankan dari lokasi. Di antaranya satu kompor, tabung gas, panci meleleh, meteran listrik, dan sisa kabel yang sudah terbakar. Untuk sementara waktu, kerugian material akibat kejadian itu ditaksir sekitar Rp250-Rp500 juta.

“Untuk hasil sementara dari penyelidikan, sumber api berasal dari rumah penjaga sekolah yang ditempati oleh Segah. Kami juga sedang mendalami, apakah api berasal dari korsleting listrik atau dari kompor gas yang ada di rumah itu,” kata Jaladri.

Dari keterangan Segah kepada polisi, saat kejadian itu, ia bersama Rama (istrinya) berada di kantin SDN-2 Panarung. Tiba-tiba mendengar suara teriakan murid-murid yang berlarian keluar dari ruangan. Karena penasarna, Segah pun keluar dari kantin. Betapa terkejutnya saat melihat api membumbung tinggi di atap rumah tempat tinggalnya. Bergegas ia berlari menuju rumah itu untuk menyelamatkan barang-barang berharga. Akan tetapi, yang bisa ia selamatkan hanyalah satu unit sepeda motor yang saat itu sedang diparkir di halaman rumah.

Rama pun membenarkan bahwa seluruh harta benda dalam rumah ludes terbakar. “Uras barang lepah ih jatun tisa, baju ih tisa je leket ento bitik ih (Semua barang habis tidak ada sisa, baju juga sisa yang lengket di badan ini saja),” ujarnya.

Ia dan suaminya sama sekali tak sempat menyelamatkan barang maupun dokumen-dokumen penting yang disimpan dalam rumah. Menurut perempuan paruh baya ini, saat kebakaran terjadi, rumah dalam keadaan kosong alias tak ada orang. Di tempat yang sama, Kepala SDN 2 Panarung, Tamah menyebut, api muncul dari arah rumah penjaga sekolah dan bangunan toilet. Saat itu ia tengah berada dalam ruangan. Tiba-tiba mencium bau terbakar.

“Saya segera keluar. Saya lihat asap sudah mengepul tebal di atas atap antara ruang toilet dan rumah penjaga sekolah,” ujarnya.

Tamah pun menduga bahwa api berasal dari hubungan arus pendek yang terjadi di antara ruang toilet dan rumah penjaga sekolah. Sejauh diketahuinya, plafon di ruang toilet terbuat dari plywood yang tipis dan kering, sehingga sangat mudah terbakar.

“Melihat kejadian itu, langsung kami suruh murid-murid keluar dari ruang kelas dan menjauh dari bangunan sekolah,” tuturnya.

Menurut Tamah, kerugian yang diderita akibat kebakaran tersebut ditaksir Rp500 juta.

“Untuk bangunan sendiri saja saya taksir kerugian bisa Rp300 juta. Kalau perhitungan ditambah dengan kursi dan bangku bisa mencapai Rp500 juta,” sebut perempuan berkaca mata ini.

Disinggung soal kegiatan belajar mengajar di sekolah itu pada hari-hari selanjutnya, Tamah mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya agar proses belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana biasanya.

“Untuk anak didik yang mau turun (masuk sekolah) akan kami layani. Bagi yang tidak turun, kami kasih dispensasi. Takutnya ada yang masih trauma karena kejadian ini,” terangnya.

Terpisah, Kadisdik Kota Palangka Raya Jhonson Gultom mengatakan, berkaitan dengan kejadian yang menimpa salah satu lembaga pendidikan ini, pihaknya sudah memiliki rencana untuk mengatasi.

"Untuk anggarannya (perbaikan) dalam waktu dekat segera diusulkan, agar secepatnya masalah anggaran ini teratasi," katanya.

Pihaknya tak terlalu khawatir karena yang terbakar bukanlah ruang belajar mengajar anak didik, melainkan ruang guru dan beberapa ruang lain.

"Proses belajar mengajar bagi murid akan tetap berlangsung sebagaimana mestinya. Dan soal ruang guru yang terbakar, ke depannya akan kami bahas lagi bersama pihak sekolah," imbuhnya. (sja/oiq/ce/ram)

loading...

BACA JUGA

Senin, 30 Maret 2020 10:22

Mbak Shopie Bilang, Jangan Malu dan Jujurlah....

PALANGKA RAYA-Menanggapi tentang status Kota Palangka Raya saat ini tanggap…

Senin, 30 Maret 2020 10:19

Demi Pencegahan Covid-19, Tiga Resepsi Pernikahan Dibubarkan Polisi

PALANGKA RAYA - Demi memutus rantai penyebaran Covid-19 atau Virus…

Minggu, 29 Maret 2020 12:49

Lurah, TNI, dan Polri Gagal Meluluhkan Hati, Orangtua Tolak Tunda Pesta Pernikahan

PALANGKA RAYA-Telanjur “tercebur”. Begitulah yang dirasakan Fauzi, tuan rumah resepsi…

Sabtu, 28 Maret 2020 14:07

Disarankan Tutup Akses Keluar Masuk Palangka Raya, Ini Pendapat Wali Kota

PALANGKA RAYA-Seruan dari wakil rakyat yang menginginkan ditutupnya akses keluar…

Kamis, 26 Maret 2020 14:26

Residivis Kasus Pencurian Didor

PALANGKA RAYA-Kebiasan buruk Arif Wijaya kambuh lagi. Setelah bebas dari…

Kamis, 26 Maret 2020 13:39

Yang di Zona Merah, Kurangi Keluar Rumah dan Diimbau Salat Jumat Diganti Zuhur

PALANGKA RAYA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng bersama Majelis Ulama…

Kamis, 26 Maret 2020 13:29

Salut..!! Gaji dan Tunjangan Gubernur untuk Korban Corona

PALANGKA RAYA-Sebagai bentuk keprihatinan atas musibah Covid-19 di Kalimantan Tengah…

Kamis, 26 Maret 2020 12:41

Gubernur : Harus Siap, Keamanan di Bandara Perlu Ditingkatkan

PALANGKA RAYA - Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran bersama Tim…

Rabu, 25 Maret 2020 11:54

Jauh Mainnya..!! Pemuda Asal Surabaya Maling Motor dan Curat di Palangkaraya, Kakinya Ditembak..!!

PALANGKA RAYA - Kepolisian  berhasil memburu AW (45), yang telah…

Senin, 23 Maret 2020 14:57

Ada Mayat Mengambang di Bawah Jembatan Kahayan

PALANGKA RAYA - Penemuan mayat seorang pria yang mengambang di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers