MANAGED BY:
SENIN
27 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Kamis, 09 Januari 2020 12:57
Masa Desak Hentikan Aktivitas Perusahaan di Kinipan dan Batu Tambun, Ini Tanggapan Bupati Lamandau
Bupati Lamandau Hendra Lesmana menemui massa yang melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Bukit Hibul Selatan, depan Kantor Bupati Lamandau, Rabu (8/1). (Foto: Choirul Fuadi)

PROKAL.CO, NANGA BULIK - Masyarakat Desa Kinipan dan Batu Tambun yang berada di Kecamatan Batang Kawa, Lamandau, mendesak Pemkab Lamandau segera menyelesaikan terkait kasus sengketa lahan antara perusahaan dan masyarakat setempat.

Warga mengklaim, perusahaan belum memberikan ganti rugi pembayaran atas tanah yang sudah digarap perusahaan, dan meminta penghentian pembukaan kebun sawit perusahaan PT Sawit Mandiri Lestari (SML) di hutan adat Kinipan, sampai adanya kesepakatan antara perusahaan dan masyarakat setempat, serta kejelasan atau transparansi izin PT SML. Tuntutan tersebut terlontar saat masa melakukan unjuk rasa di Jalan Bukit Hibul Selatan, depan Kantor Bupati Lamandau, Rabu (8/1).

Koordinator aksi Oktalius mengatakan, pihaknya mewakili dan mendampingi masyarakat Desa Kinipan dan Batu Tambun, meminta agar pemkab bisa segera menyelesaikan kasus sengketa lahan ini. "Di Batu Tambun, itu sudah tergarap, sesuai perjanjian, namun belum dibayar. Di Kinipan, katanya ada izin, namun masyarakat belum menerima itu," ungkapnya kepada awak media sesaat usai aksi.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Kinipan Effendi menuturkan, pokok persoalan ada pada kesepakatan yang belum terjadi antara masyarakat dan perusahaan PT SML. Padahal sudah ada ribuan hektare (Ha) hutan di Desa Kinipan yang sudah digarap perusahaan.

"Tapi bagaimana mufakat? Kami minta disetop dulu. Kita sepakati dulu. Ini belum ada kesepakatan, tapi sudah ada 2.300 ha yang digarap," jelasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Batu Tambun Niko Wantoso saat orasinya meminta dengan tegas perusahaan membayar tanah masyarakat yang sudah digarap perusahaan. Dan, meminta Pemkab Lamandau membantu menyelesaikan masalah ini.

"Masyarakat Batu Tambun tidak rumit, jika pemerintah dan SML betul-betul menyelesaikan permasalahan. Tujuan investor untuk kesejahteraan masyarakat, namun hingga hari ini belum dibayar. Bukit buah-buahan kami, sudah habis digarap. Karena tidak ada kejelasan dari PT SML dan pemerintah," ujarnya.

Situasi sempat memanas ketika masa aksi tidak dapat masuk ke kantor bupati. Mereka hanya dapat menyalurkan aspirasi di depan pintu gerbang Kantor Bupati Lamandau.

Dan kemudian terjadilah diskusi antara kordinator aksi dengan Kapolres Lamandau AKBP Titis Bangun HP dan Kasatpol PP Lamandau Triyadi. Tak lama kemudian, Bupati Lamandau H Hendra Lesmana hadir menemui masa aksi yang menunggu kedatangannya. Setidaknya ada 4 poin yang disampaikan Hendra.

"Kaitan dengan tuntutan yang selama ini disuarakan, pemerintah selalu hadir di tengah masyarakat untuk menjamin hak-haknya," ujar Hendra mengawali sambutannya.

Dalam peran pemerintah terhadap warga Kinipan, pihaknya mengklaim telah melakukan berbagai kebijakan demi kesejahteraan masyarakat Desa Kinipan, seperti peningkatan infrastruktur jalan. Selain menyampaikan peran pemerintah dengan masyarakat, orang nomor satu di Bumi Bahaum Bakuba juga menyampaikan legal formal aktivitas PT SML.

"Kaitan dengan PT SML, dari sebelum saya jadi bupati, sudah memiliki izin dan legal," jelasnya.

Ketiga, ia meminta masyarakat untuk menempuh atau upaya hukum jika ada penguasaan lahan atau haknya yang dilanggar perusahaan. "Silakan ke pengadilan, saya akan pastikan proses berjalan," imbaunya.  

Keempat, ia meminta masyarakat yang pro atau kontra untuk tidak saling mempengaruhi. "Yang kontra silakan menyuarakan haknya. Kalau tidak puas, bawa ke ranah hukum," pungkas bupati. (cho/ami/nto)

loading...

BACA JUGA

Senin, 27 Januari 2020 10:34

SEMOGA JERA..!! Dua Pemalak Tidur Dipenjara 10 Bulan

NANGA BULIK - Gara-gara merampas telepon genggam milik pelajar, Andre Fernando…

Senin, 27 Januari 2020 10:31

Ngantuk Berat, Tak Sadar Mobil Sudah Masuk Parit

PALANGKA RAYA - Sebuah mobil terguling hingga masuk parit lantaran…

Jumat, 24 Januari 2020 13:58

Sangkut di Perahu, Dikira Boneka, Sekalinya....

KUALA PEMBUANG - Awalnya, warga menyangka sesosok benda yang larut dan…

Kamis, 23 Januari 2020 13:24

Hayooo, Siapa yang Janji..!! Persatuan Ketua RT Tagih Janji Kenaikan Insentif

PALANGKA RAYA - Sejumlah Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kalteng…

Kamis, 23 Januari 2020 12:34

Masih Ada Sisa Lahan 8 Ha, Masjid Agung Ini Akan Dipercantik

PULANG PISAU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau melalui Dinas Pekerjaan Umum…

Kamis, 23 Januari 2020 11:05

Membunuh, Mayatnya Dikubur, Pelaku Divonis 14 Tahun

MUARA TEWEH-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Teguh Iskandar nyatakan banding atas…

Kamis, 23 Januari 2020 10:14

Heboh di RSUD Murjani, Ada Karyawan Ditarik Makhluk Halus

SAMPIT-Masyarakat Kotim, dan pegawai serta pasien RSUD dr Murjani Sampit…

Rabu, 22 Januari 2020 13:47

Anak Tiri Dicabuli, Pelaku Terancam Penjara dan Denda Rp5 Miliar

KUALA PEMBUANG-Peristiwa dugaan tindak pencabulan kembali terjadi di Kabupaten Seruyan.…

Selasa, 21 Januari 2020 10:24

Gara-Gara Truk Bantir Setir, Suami Istri Dijemput Malaikat Maut

SAMPIT - Nasib nahas dialami pasangan suami istri (Pasutri) H Dadang…

Selasa, 21 Januari 2020 10:18

YES...!! Proyek Jembatan Tumbang Samba Selesai Tahun Ini

PALANGKA RAYA - Jembatan Tumbang Samba ditarget selesasai tahun ini. …
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers