MANAGED BY:
KAMIS
23 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

METROPOLIS

Kamis, 28 November 2019 12:48
Banyak Disorot, JPU Bilang Tersangka Karhutla Rugikan Banyak Orang

PROKAL.CO, NANGA BULIK-Menanggapi sorotan dewan terkait kasus karhutla di Lamandau, Jaksa Penuntut Umum Kejakasaan Negeri Lamandau Syahanara Yusti Ramadona angkat bicara. Kata dia, ditahannya para tersangka karena telah merugikan banyak orang. Hal itu, tertuang di UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 108 Jo Pasal 69 Ayat (1) Huruf h. “Dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp10 miliar," bebernya.

Menurutnya di ranah aparat Kepolisian, kasus karhutla yang melibatkan tersangka dari Desa Riam Panahan, tidak ditahan lantaran mengacu Pergub Kalteng Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pengendalian Kebakaran Lahan dan Hutan. Namun, pada tahap II di kejaksaan, jaksa menilai para tersangka bukan melanggar pergub Kalteng, melainkan melanggar UU lingkungan hidup, sehingga dilakukan penahanan.

“Terhadap kasus ini, merupakan kasus nasional dan dampak akibatnya merugikan banyak orang. Kasus ini jelas ada dampak akibatnya. Seperti asap yang merugikan banyak orang," jelasnya.

Untuk diketahui, Polres Lamandau melakukan penyerahan tersangka karhutla beserta barang bukti ke Kejari Lamandau, Senin (25/11). Tersangka yang dilimpahkan ada 5 yakni Nadirin, Akhmad Taufiq, Reto dan Hero, serta Roby Pratama. Empat tersangka ditangkap oleh personel Polres Lamandau pada Senin (19/8) di Desa Riam Panahan, Kecamatan Delang. Sedangkan satu tersangka ditangkap di Desa Kujan, Kecamatan Bulik.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Lamandau dari Fraksi Gerindra Bakar Sutomo memberikan tanggapan dengan aksi interupsi saat sidang paripurna di Aula DPRD Lamandau, Senin (25/11). Ia berharap ada kearifan lokal agar yang membuka lahan untuk makan bisa dibebaskan. Ia berharap aturan pemerintah terkait larangan membakar hutan dan lahan bisa disempurnakan, agar tidak merugikan masyarakat yang hanya sekedar mencari makan. "Karena masyarakat perdalaman masih hidup dari berladang berpindah. Mereka bukan penjahat, hanya ingin memberi makan anak istri. Hal ini harus dapat perhatian serius, karena mereka tidak layak untuk dipenjara," tegasnya. (cho/ami)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 23 Januari 2020 12:24

Maling Kotak Amal Itu Ternyata Mantan Satpam Masjid

PALANGKA RAYA - Kepolisian Sektor (Polsek) Pahandut berhasil mengamankan seorang…

Kamis, 23 Januari 2020 12:22

Sebelum Salat Subuh, Pria Ini Maling Kotak Amal Masjid

PALANGKA RAYA - Seorang pria terciduk petugas keamanan  masjid sedang…

Rabu, 22 Januari 2020 13:45

PT Naga Bhuana Dinilai Ceroboh

  “Bapak Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran sudah Memerintahkan Disnakertrans…

Rabu, 22 Januari 2020 01:17

Dipojokkan, Kadishub Berkata Hidup Mati Saya untuk Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Sikap tegas dilakukan  Kepala Dinas Perhubungan Kota…

Senin, 20 Januari 2020 12:30

Akhirnya, Pemprov akan Ambil Alih Jalan Eks Pertamina

PALANGKA RAYA-Polemik penutupan jalan eks Pertamina yang dilakukan oleh anak…

Jumat, 17 Januari 2020 09:10

Pak RT Ini Minta Maaf ke Warganya, Ternyata Gara-Gara Ini...

PALANGKA RAYA - Merasa nama baiknya dicemarkan, seorang pria melaporkan Ketua RT di…

Jumat, 17 Januari 2020 09:01

Terdakwa Korupsi Pengadaan Tanah RS Telawang Divonis Bebas

PALANGKA RAYA – Terdakwa kasus korupsi penilaian properti pengadaan tanah untuk…

Kamis, 16 Januari 2020 13:28

Jangan Coba-Coba Usik Sarang Tawon Sendirian..!!

PALANGKA RAYA - Menyusul banyaknya sarang tawon yang meresahkan warga…

Kamis, 16 Januari 2020 13:26

Jangan Anggap Enteng, Sengatan Tawon Bisa Bikin Tewas

PALANGKA RAYA - Melihat anaknya seakan tak berdaya karena sengatan…

Kamis, 16 Januari 2020 10:50

Perusahaan Ini Akui Gaji Pekerjanya di Bawah UMK

“Bisa dikenakan sanksi pidana penjara paling singkat 1 tahun dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers