MANAGED BY:
RABU
11 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

METROPOLIS

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:21
Begini Cara Memasyarakatkan Koperasi di Kalangan Generasi Milenial

Kopma UPR Benahi Manajemen, Kopsis SMAN 2 Berhasil Juara

Salah satu koperasi yang dikelola mahasiswa.

PROKAL.CO, Seiring berjalannya waktu, keberadaan koperasi ternyata telah menjalar ke kalangan milenial. Terbukti di Kota Palangka Raya ada beberapa koperasi yang aktif. Pengurusnya pun begitu serius untuk mengelola koperasi masing-masing.

GILANG RAHMAWATI, Palangka Raya

TENGAH hari menjadi waktu yang paling ramai di kafetaria Kopma UPR. Terbukti ketika saya mengunjunginya, Senin (14/10), jajaran kursi yang tersedia di kopma terisi penuh oleh mahasiswa, mulai dari warung hingga sudut parkiran. Ada yang sedang asyik berbincang, ada pula yang sibuk mengisi perut yang kosong.

“Beginilah suasananya kalau siang. Apalagi kalau sekitar jam 10 pagi,” ucap Ketua Pengurus Kopma UPR, Adit Saputra, sembari mempersilakan saya menikmati segelas es teh manis dari salah satu warung di kopma ini.

Rupanya suasana ramai seperti ini sempat tidak terasa di kopma yang berdiri sejak tahun 1985 ini pada beberapa tahun belakangan. Diceritakannya, itu karena kepengurusan yang tak jelas, terlebih soal pengelolaan manajemen keuangan.

Kondisi itu akhirnya membuat pengurus yang bekerja di tahun ini memiliki pekerjaan berat. Adit pun bertekad ingin memperbaiki manajemen koperasi tersebut. Dimulai dari sumber daya manusia (SDM), hingga yang terpenting soal pengelolaan manajemen keuangan. Tekad itu pun mulai diwujudkan.

Pengurus mulai menerapkan sistem 70 banding 30, yaitu 70 persen diisi oleh mahasiswa dan 30 persen untuk masyarakat. “Dengan 30 persen itu, tujuannya agar universitas juga merasakan kehadiran masyarakat. Begitu juga sebaliknya, masyarakat juga mengenal universitas lewat koperasi ini,” ucap Adit.

Kemudian, jatah 70 persen, artinya mereka (pengurus, red) dengan tangan terbuka menerima mahasiswa yang ingin berbisnis di koperasi ini.

“Bagi teman-teman mahasiswa yang ingin membuka usaha di sini, kami dukung dari nol sampai dia (mahasiswa, red) bisa. Kalau dia menyerah, dia keluar, kami tetap mencari atau mengajak yang baru untuk menggantikan,” tambah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini.

Akhirnya, saat ini sudah ada lima warung yang aktif berjualan. Juga ada usaha fotocopi, walau saat ini masih belum berjalan karena mesinnya sedang rusak.

Mereka juga menggandeng pihak ketiga atau pemerintah untuk mendapat dukungan. Ada pihak ketiga yang memberikan dana untuk pembenahan kafetaria, dan ada pula dari pemerintah yang memberikan rombong jualan. Dari rombong ini jugalah banyak mahasiswa yang tertarik membuka usaha.

Sementara itu, bila ada mahasiswa atau masyarakat yang ingin bergabung, pengurus tak membuat persyaratan yang rumit. Cukup menyerahkan kartu identitas dan menandatangani kontrak kerja sama. Salah satu isi kesepakatan kontrak menyinggung tentang penyewaan lokasi kafetaria.

Bila pertama kali bergabung, pengurus menerapkan sistem penyewaan secara gratis dalam jangka waktu yang disepakati. Setelah bisnis mahasiswa berkembang (pemasukan lancar, red), barulah pengurus akan menarik biaya sewa. Penerapan ini sudah berjalan lancar. Tak ada satu pun yang keberatan.

Ia juga sempat melontarkan kegelisahan terkait SDM. Ia sangat menyayangkan bisnis makanan dan minuman (mamin) yang dibuka oleh mahasiswa di kafetaria kopma ini tidak beragam. Mamin didominasi bisnis dari tren yang sedang berkembang, bukan inovasi baru dari mahasiswa.

“Padahal dari awal bergabung kami sempat mengarahkan mereka untuk membuat inovasi baru, bukan yang sedang menjadi tren saat ini. Mereka berpikir bisnis itu sedang booming, jadi pasti sukses juga untuk mereka,” ujarnya.

Masih soal SDM, ia pun juga sudah membenahi keanggotan dalam koperasi ini. Anggota yang masuk benar-benar diseleksi. “Pada saat penerimaan mahasiswa baru, kami menginformasikan keberadaan Kopma UPR. Nanti bagi yang bergabung kami beri pelatihan dasar koperasi terlebih dahulu,” ujar pria kelahiran Mampuak, 16 Agustus 1998 ini.

Apabila SDM sudah mumpuni, Adit punya keinginan untuk membenahi kawasan kafetaria. Tata letak kursi dan meja di kafetaria masih terbilang berantakan. Apalagi terdapat sepeda motor yang diparkir sembarangan.

Soal kondisi berantakan tersebut, diakui mahasiswa UPR Henny Puspita Sari. Terpisah, ia mengatakan, kafetaria kopma UPR baginya sudah cukup nyaman menjadi wadah bersantai. “Yang perlu dibenahi adalah lokasi parkir. Sebab, ketika memasuki jam makan siang, kopma pasti penuh dan tempat parkirnya amburadul. Lokasi parkir perlu diperluas,” ucapnya.

Kopma UPR ini menjadi salah satu koperasi yang dikelola generasi milenial. Ada pula koperasi siswa. Salah satunya di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Palangka Raya. Kota Cantik (julukan bagi Palangka Raya, red) patut berbangga. Pasalnya, tim Kopsis SMAN 2 Palangka Raya berhasil meraih juara I dan II pada Lomba Tangkas Terampil Koperasi (LTTK) yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palangka Raya, beberapa waktu lalu.

Ketua Pengurus Kopsis SMA 2 Palangka Raya, Aditya Triwijaya, bercerita tentang keseruan dirinya ketika mengurus koperasi di sekolah yang beralamat di Jalan Ahmad Yani-Jalan KS Tubun ini. Selama ini, satu hal yang membuatnya ingin bergabung menjadi pengurus, tak lain karena niatnya ingin bisa belajar banyak cara berwirausaha atau berbisnis.

Pasalnya, sebagaimana pendirian koperasi siswa ini memang menjadi wadah bagi peserta didik untuk belajar pengelolaan koperasi sejak sekolah. Untuk itulah, bukan hanya pengurus saja yang merupakan siswa, tetapi anggotanya pun siswa di sekolah tersebut.

“Koperasi kami berdiri sejak 13 Desember 1986. Untuk saat ini, kami membuka pelayanan koperasi pada jam istirahat siswa saja, seperti jam istirahat pertama (pukul 09.45 WIB) dan jam istirahat kedua (11.30 WIB),” ujar Aditya yang saat ini duduk di kelas XI IPS 2.

Selayakannya koperasi siswa, mereka membuka pelayanan berupa penjualan peralatan sekolah. Bahkan ada penjualan baju olahraga maupun makanan dan minuman. Keberadaan koperasi di sekolah itu dirasakan sangat membantu para siswa. Apalagi saat membutuhkan peralatan sekolah.

Selama mengurus koperasi, Aditya mengaku mengalami suka dan duka. Bukan soal anggotanya, tapi soal jadwal sekolah. Ia harus bisa membagi waktu. Ketika jam pelajaran, tentunya ia harus fokus pada pelajaran. “Kadang saya merasa capek, punya tugas belajar di sekolah dan harus ngurus koperasi juga,” ujarnya.

Selama mengurus koperasi tersebut, ia tak hanya fokus dengan cara berbisnis. Pengurus kopsis wajib menggelar rapat anggota tahunan (RAT). Melalui RAT inilah, pengurus yang didominasi siswa berusia 15 tahun sampai 17 tahun itu belajar untuk menyelesaikan masalah terkait koperasi mereka.

Cowok kelahiran Palangka Raya, 8 Agustus 2003, bercerita bahwa semenjak bergabung menjadi pengurus koperasi, ia berkeinginan untuk mendirikan usaha sendiri. “Saya terinspirasi ingin membuat bisnis kafe, seperti yang lagi hits di Palangka Raya, kafe dengan menu minuman kopi,” tambahnya.

Sementara itu, saat ini pemerintah pun terus berupaya memasyarakatkan koperasi di kalangan milenial. Sebagaimana diutarakan Kasi Keanggotaan Penerapan Peraturan Dinas Koperasi dan UKM Kota Palangka Raya Yunita Puji Lestari. Zaman sekarang ini, pihaknya (pemerintah, red) terus merangkul kaum milenial melalui koperasi.

Yunita mengatakan, ada banyak manfaat yang dirasakan koperasi sekolah. Salah satunya, peserta didik bisa belajar langsung bagaimana berbisnis. “Seperti kantin sekolah, melalui koperasi ini tentunya para siswa itu terbantu dan mereka pun dapat belajar bagaimana cara pengelolaan koperasi dengan baik, terutama soal pelaporan dan neraca keuangan dari setiap anggota,” terangnya.

Koperasi sekolah tentu berbeda dengan koperasi secara umum yang mesti memiliki badan hukum yang dibuat notaris. Koperasi sekolah di bawah pengawasan pihak sekolah. Kaum milenial, diakui Yunita, sangat penting ikut berkoperasi. Melalui koperasi sekolah, kaum muda dapat mengelola dan membantu menyejahterakan anggota berdasarkan asas kekeluargaan dan musyawarah. (ari/ce/ram)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 10 Desember 2019 13:15

Kepala Bocah SD Itu Ditanam di Dekat Sini...

PALANGKA RAYA -  Setelah mengungkap pelaku pemenggalan kepala yang dialami bocah…

Selasa, 10 Desember 2019 10:31

Jalan Provinsi yang Rusak Diklaim Tersisa Segini....

PALANGKA RAYA-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi…

Jumat, 06 Desember 2019 09:35

DORRRR....!! Penjudi di Samping Madrasah Tunggang Langgang Digerebek Polisi

PALANGKA RAYA- Puluhan personel Direktorat Samapta Bhayangkara (Ditsabhara) Polda Kalteng…

Selasa, 03 Desember 2019 10:02

Jarak Tempuh dan Medan Terlalu Berat, Piton Itu Tak Jadi Dilepas

PELEPASLIARAN terhadap dua ekor ular piton dengan panjang 8 meter dan 6 meter akhirnya…

Senin, 02 Desember 2019 10:01

Lokalisasi Pal 12 Ditutup, Kemana PSK-nya...??

PALANGKA RAYA – Setelah beberapa kali mengalami penundaan, akhirnya lokalisasi Bukit…

Jumat, 29 November 2019 11:04

Terkait Jalan Eks Pertamina ! Jika Tidak Ditemukan Jalan Keluar, Ini yang akan Dilakukan Gubernur

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng memanggil PT Pertamina dan anak…

Jumat, 29 November 2019 11:00

Kolam Bekas Tambang Telan Korban

KASONGAN-Warga Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan geger. Pasalnya,…

Kamis, 28 November 2019 12:48

Banyak Disorot, JPU Bilang Tersangka Karhutla Rugikan Banyak Orang

NANGA BULIK-Menanggapi sorotan dewan terkait kasus karhutla di Lamandau, Jaksa…

Selasa, 26 November 2019 13:41

Muncikari Prostitusi Online Ditangkap di Hotel

PALANGKA RAYA – Aparat Polda Kalteng berhasil meringkus seorang perempuan muncikari…

Senin, 25 November 2019 11:11

22 Paket Proyek Multiyears, Rata-Rata Progresnya Segini...

PALANGKA RAYA-Sebanyak 22 paket proyek multiyears jalan maupun jembatan yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.