MANAGED BY:
SENIN
30 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

METROPOLIS

Sabtu, 21 September 2019 11:15
Kabut Asap untuk ‘Dark Tourism’

PROKAL.CO,

Oleh; Bhayu Rhama PhD

 

SAAT saya sedang menjalani studi S3 di University of Central Lancashire di Inggris pada tahun 2013-2017, beberapa profesor promotor saya sedang fokus pada wisata kelam (dark tourism) atau wisata ke tempat-tempat terjadinya peristiwa yang menimbulkan korban jiwa. Pada umumnya, wisatawan melakukan perjalanan ini untuk mengenang dan mencari pengalaman mengapa bencana tersebut bisa terjadi. Perjalanan yang dilakukan oleh para wisatawan ini ternyata sudah dilakukan jauh sebelum istilah ini muncul pada tahun 1990-an. Misalnya tour spot penembakan Presiden John F Kennedy di Dallas-Amerika Serikat, wisata ke pembantaian manusia di Tuol Sleng-Kamboja, tur genosida di Rwanda, tur genosida oleh Nazi di Desa Oradour-sur-Glane Perancis, dan masih banyak lagi.

Kabut asap yang disebabkan karena kebakaran lahan atau dengan kata lain smoky fog/smog (Des Voeux, 1950) untuk menunjukkan pencemaran udara yang melanda beberapa kota di Indonesia, khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah, mungkin sebentar lagi akan masuk dalam daftar kunjungan dark tourism kalau ada korban jiwa. Apalagi kejadiannya cukup konsisten. Beberapa penelitian memang hanya menyebutkan bahwa kebakaran lahan tersebut mengakibatkan kasus kematian dini (CNN Indonesia, 2016). Meski demikian, pada 2015 lalu telah tercatat lima korban jiwa (Kompas, 2015).

Sejarah mencatat bahwa kabut asap yang disebabkan kebakaran lahan ini sebenarnya telah terjadi sejak tahun 1982, dan berpotensi terjadi secara regular setiap tahun saat musim kemarau (Suryani, 2012). Namun demikian, hingga saat ini tak banyak terobosan yang dilakukan untuk dapat mengurangi tragedi, selain berharap kepada alam agar musim kemarau tidak terlalu panjang. Tindakan kuratif seperti penyediaan helikopter untuk memadamkan api lebih sering digunakan daripada tindakan preventif seperti pemberdayaan masyarakat. Padahal masyarakat adalah ujung tombak untuk menjaga wilayah masing-masing, karena rasa memiliki yang tinggi. Akan tetapi, tidak banyak masyarakat yang bersedia menjadi ujung tombak, karena biasanya juga harus menjadi ujung ‘tombok’ (baca: menalangi tanpa ada jaminan diganti). Terkadang bukan karena masyarakat tidak mau menjadi ujung ‘tombok’, tapi mereka tidak mampu secara ekonomi.

Pemberdayaan masyarakat merupakan tindakan preventif yang sebaiknya dilakukan melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi, sehingga pemahaman akan pentingnya lingkungan yang sehat menjadi nilai kehidupan masyarakat. Konsep sapta pesona, yaitu aman, sejuk, bersih, indah, tertib, ramah tamah, dan kenangan telah digaungkan pemerintah, supaya pariwisata memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Namun, kegiatan-kegiatan sosialisasi atau penyadaran pentingnya sapta pesona tidak boleh berhenti. Frekuensinya justru harus ditingkatkan. Terjadinya kabut asap secara otomatis menghilangkan aspek sejuk, bersih, dan indah dalam sapta pesona, sehingga pariwisata dipercaya tidak akan berkembang. Oleh karena itu, pembentukan kelompok sadar wisata (pokdarwis), yang dilanjutkan dengan program-program untuk mendukung sapta pesona, secara tidak langsung dapat mencegah terjadinya kebakaran lahan.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Sabtu, 24 Oktober 2020 13:38

Kerja Keras dan Menang Melawan Malas

CITA-cita menjadi seorang dokter telah tertanam dalam benak dr Fia…

Kamis, 30 Juli 2020 11:35

Tak Ada Larangan Salat Iduladha

PALANGKA RAYA-Umat muslim wajib menerapkan protokol kesehatan dalam menunaikan ibadah…

Sabtu, 18 Juli 2020 12:20

HUT Palangka Raya, Impian Itu Bernama Adipura

PALANGKA RAYA-Tepat pada HUT ke-63 Kota Palangka Raya, Wali Kota…

Jumat, 17 Juli 2020 11:24

Kalteng Mampu Memenuhi Kebutuhan Pilkada

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng melalui Gubernur Kalteng H Sugianto…

Jumat, 17 Juli 2020 11:24

Melihat Sidang Perdana Dugaan Tipikor Pembangunan Sumur Bor

AGUS JAYA/KALTENG POS Sidang tindak pidana korupsi pembangunan sumur bor…

Rabu, 15 Juli 2020 12:00

Masa Pandemi, Ada Potensi Penyelewengan Dana BOS

PALANGKA RAYA-Tidak semua sekolah membagikan pulsa/kuota data bagi peserta didik.…

Selasa, 14 Juli 2020 13:22

MPLS Daring Serentak se-Kalteng

PALANGKA RAYA-Pandemi Covid-19 masih melanda Kalteng. Kondisi belum normal. Hampir…

Rabu, 08 Juli 2020 12:42

Luas Lahan yang Dibolehkan Dibakar oleh peladang Tradisional, Dua Hektare per Kepala Keluarga

PALANGKA RAYA-Setelah berlarut-larut, DPRD Kalteng akhirnya menyetujui isi Rancangan Peraturan…

Selasa, 07 Juli 2020 12:02
Mengenal Lindu Anugraha, YouTuber Kalteng yang Mengusung Kearifan Lokal (1)

Digarap Serius sejak 2018, Sebulan Pernah Meraup Ratusan Juta

Nama Lindu Anugraha Putra mungkin masih asing terdengar. Namun, di…

Jumat, 03 Juli 2020 12:26

Amunisi Pilkada Sudah Siap

PALANGKA RAYA-Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalteng Ben…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers