MANAGED BY:
SABTU
19 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI
Selasa, 17 September 2019 15:21
Oksigen Mahal, Terpapar Asap, Dua Mahasiswa Dilarikan ke RS
Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran mengecek Posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Kapuas, Senin malam (16/9). (BPBD KAPUAS UNTUK KALTENG POS)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA- Oksigen portabel mendadak ludes di pasaran. Sejumlah apotek yang menjual tabung oksigen berukuran 500cc yang mudah di bawa ke mana-mana itu habis terjual. Jika memang menemukan, tabung oksigen itu dipatok dengan harga mahal. Pantauan Kalteng Pos di sejumlah apotek, harga dipatok di atas harga normal.

“Semua apotek naik mas, ada yang Rp65 ribu, ada yang Rp70 ribu. Biasanya Rp40 ribu saja,”ucap sumber Kalteng Pos yang namanya enggan disebutkan. “Saya enggak jadi beli,”tambahnya.

Wartawan Kalteng Pos mencoba mendatangi sejumlah apotek. Di sekitaran Jalan Rajawali, Jalan RTA Milono, dan Jalan A Yani. Hampir semuanya ludes. “Maaf, untuk sekarang stok tabung oksigen kami kosong,”kata seorang karyawan apotek di Jalan Rajawali.

Di sejumlah apotek Jalan A Yani, ketika didatangi, sudah tidak tersedia oksigen portabel. Habis. Ditanya soal harga, mereka ada yang mematok Rp 50ribu- Rp60 ribu.

Di apotek Jalan RTA milono, dalam satu malam, bisa 30 tabung oksigen portabel terjual. Harga dipatok Rp50 ribu. Warga bisa membeli empat tabung sekaligus. Kini, pihak apotek sedang menunggu kiriman dari luar kota.

Meningkatnya serbuan pembelian oksigen portabel oleh warga ini tidak lepas dari semakin memburuk kondisi udara di Palangka Raya,akibat kabut asap dalam dua hari terakhir.

Menanggapi mahalnya harga dan langka persediaan oksigen portable, Plt Kadinkes Kota Palangka Raya dr Andjar Hari Purnomo sangat menyayangkan.

“Dinkes tidak memiliki kewenangan untuk memberikan patokan harga, karena Dinkes hanya berkaitan dengan kesehatannya saja sedangkan untuk harga itu bukan kewenangan kami,” katanya saat dikonfirmasi Senin (16/9).

Tetapi, pihaknya menyayangkan adanya pihak-pihak yang mengambil kesempatan di balik kondisi kabut asap saat ini. Tetapi, pihaknya enggan menuduh apotek memanfaatkan momen, tapi perlu dilihat dan bisa saja kenaikan harga itu memang dari pengambilan sudah naik karena beberapa alasan.

“Kami mengimbau pelaku apotek tidak menjual dua kali lipat dengan memanfaatkan kesempatan ini,” tegasnya.

Sementara, akibat menghirup kabut asap terlalu banyak, dua mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya tiba-tiba mengalami sesak napas di saat mengikuti pelajaran. Kejadian itu membuat geger penghuni Kelas Prodi Fisika.

Nining dan Arif Prabowo lalu pingsan. Panik. Mencari bantuan. Tim Emergency Response Palangka Raya (ERP) yang mendapat laporan mendatangi kampus. Membawa tabung oksigen. Memberi pertolongan pertama. Memberikan udara segar melalui slang yang dimasukkan di permukaan hidung.

Lalu, membawa tandu. Memasukkan ke dalam mobil menuju UGD RSUD dr Doris Sylvanus.

“Kami merespon laporan dan langsung mendatangi ke kampus IAIN. Kami mendapati dua mahasiswa, Nining dan Arif Prabowo dalam keadaan lemas, lalu kami pasangkan tabung oksigen untuk membantu pernapasan,s elanjutnya kami bawa ke rumah sakit,” ucap Ketua ERP Jean Steve kepada Kalteng Pos. Menurut teman-teman korban, Nining mengeluh pusing. Lalu tak lama pingsan kala mengikuti pelajaran.

"Awalnya mereka sedang belajar, tiba-tiba korban merasa pusing dan sesak napas lalu pingsan" ujar temannya Surya. Saat di rujuk ke rumah sakit kondisinya membaik. Lalu, saat di UGD tiba-tiba kondisi arif ngedrop kembali.

Suasana sempat panik setelah melihat kondisi arif kembali drop, Arif saat itu kembali susah untuk bernapas. Di ketahui kedua mahasiswa mempunyai riwayat asma. "Tadi kondisinya sempat membaik, waktu di ruangan kondisi Arif ngedrop lagi dan sempat jatuh saat naik kasur," tambah Surya. "Sempat hilang napas tadi, kondisinya lemah, susah untuk menghela napas. Terus bola matanya sudah ke atas,”sebutnya.

“Alhamdulillah kondisinya sudah mulai membaik setelah mendapat perawatan dari dokter,”sahut rekan lainnya, Yani.  

KUNJUNGAN KE RUMAH OKSIGEN MELONJAK

Langkah antisipasi sudah dilakukan oleh RSUD dr Doris Sylvanus. Sejak 13 Agustus lalu telah menyiapkan Rumah Oksigen untuk membantu warga yang terdampak kabut asap. Lonjakan kunjungan baru terjadi, dua hari ini, 15-16 September 2019, saat kabut asap semakin pekat.

“Sampai hari ini (kemarin, red), telah merawat 210 pasien. Lewat IGD ada 110 orang, sedangkan yang datang ke Rumah Oksigen ada 100 orang. Angka ini naik, jadi dibandingkan dengan angka layanan di Agustus. Sedangkan yang dirawat inap karena ISPA, baru ada satu orang,” ujar Direktur RSUD dr Doris Sylvanus, drg Yayu Indriaty, Senin (16/9).

Pantauan Kalteng Pos, lonjakan kunjungan ke Rumah Oksigen terjadi selama dua hari. Pada Minggu, layanan rumah oksigen yang harus melayani masyarakat yang datang sampai pukul 02.30 dini hari WIB. Ada balita, anak, dan orang dewasa. Sebagian keluhannya sesak napas. Sementara kemarin pagi sampai siang ada sekitar 50 warga yang datang. Angka ini diperkirakan akan bertambah.

Terkait penangulangan dampak asap terhadap kesehatan, Doris telah berkoordinasi dengan instansi lain. Seperti Dinas Sosial Kalteng, yang telah membuka dua Rumah Oksigen. Yakni di Kantor Dinas Sosial Kalteng, dan Rumah Singgah Jalan Poncowati. “Di sana kami suplai tabung oksigen dan cara menggunakannya,”ujar Yayu yang siang itu didampingi Wakil Direktur, dr Theodorus Sapta Atmaja.

Selain itu bersama dengan BPBD, Dinas Kesehatan dan KKP, mereka melakukan kunjungan ke posko-posko penangulangan Karhutla. Di tempat itu dilakukan layanan kesahatan kepada petugas pemadam yang mengalami gangguan kesehatan, akibat kabut asap.

 

MELEMAHKAN DAYA TAHAN PARU

Sementara itu Dokter Spesialis Paru, dr Itna Wardani mengatakan, partikel-partikel oksidan bebas di dalam asap sangat berdampak buruk bagi paru. Penderita asma, bronchitis yang pertama-pertama akan terdampak terhadap asap ini.

“Oksidan-oksidan bebas dari asap ini tak hanya berdampak pada penderita asma saja, tapi juga akan melemahkan daya tahan paru. Jika oksidan bebas dan racun terkumpul di paru, akan menyebabkan inflmasi yang jelek bagi paru,” ujar dr Itna.

Menurutnya, saat ini yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah mengurangi dampak asap. Langkahnya dengan menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, banyak makan buah, dan makanan bergizi agar daya tahan tubuh meningkat.

Sementara itu, ditemui terpisah Dokter Spesialis Anak dr Arieta R Kawengian mengingatkan orang tua untuk waspada terhadap anak. Karena anak memiliki daya tahan tubuh lebih rendah.

“Memang, yang paling rentan terkena dampaknya adalah anak-anak, karena daya tahan tubuhnya lebih rendah dibandingkan orang dewasa. Makin kecil, makin rawan,” ujar dr Arieta.

Kalau anaknya sudah batuk, pilek sudah diberikan obat selama tiga hari tidak ada perubahan, segera berobat ke fasilitas kesehatan seperti ke puskesmas atau dokter. Kalau batuk, pilek disertai deman dan sesak nafas, meski baru harus segera membawa ke puskesmas, dokter atau rumah sakit.

“Jadi orang tua harus ingat, jika anaknya terkena batuk dan pilek yang disertai dengan deman dan sesak napas, harus segera di bawa ke fasilitas kesehatan, baik itu puskesmas, dokter atau rumah sakit,”ujarnya.

Karena batuk yang disertai demam, ini biasanya sudah diserta inpeksi, dan radang di tenggorakan. Kalau sudah diikuti dengan sesak nafas, ini indikasinya sudah lebih berat. Bisa sudah ke radang paru tapi bukan TBC. (abw/*sja/*oiq/sma/ram)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 15:21

Oksigen Mahal, Terpapar Asap, Dua Mahasiswa Dilarikan ke RS

PALANGKA RAYA- Oksigen portabel mendadak ludes di pasaran. Sejumlah apotek…

Sabtu, 07 September 2019 10:15

Pembunuh Paman dan Tante Dituntut 12 Tahun Penjara

MUARA TEWEH-Sidang kasus pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) Rusnadi dan Astumi…

Sabtu, 31 Agustus 2019 10:01

Menristekdikti Sesalkan Perbuatan Oknum Dosen Cabul

PALANGKA RAYA-Kasus oknum dosen berbuat asusila terhadap mahasiswinya ternyata sudah…

Rabu, 20 Maret 2019 11:32
Pengacara Keberatan Dakwaan Jaksa (jud)

Sidang Perdana, Yantenglie Ditemani Istri

PALANGKA RAYA-Perkara yang menjerat mantan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie mulai…

Senin, 29 Oktober 2018 22:07

Setelah Geledah Dua Kantor Dinas, KPK Datangi DPRD Kalteng

PALANGKA RAYA - Setelah menggeledah dua kantor dilingkup Pemerintah Provinsi Kalteng,…

Senin, 29 Oktober 2018 21:59

Saat KPK Melakukan Penggeladahan DPRD Tiga Anggota Komisi B Datang

PALANGKA RAYA - Sejak Senin (29/10/2018) siang, penyidik Komisi Pemberantasan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:33

Jaga Hubungan Umat Beragama

KUALA KURUN-Bupati Gunung Mas Arton S Dohong mengingatkan masyarakat senantiasa…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:25

Dua Napi Langsung Bebas

TAMIANG LAYANG–Dua Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Tamiang…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:23

Perjuangan Harus Terus Dilanjutkan

PALANGKA RAYA-Pemerintah Kota Palangka Raya, menggelar upacara peringatan Hari Ulang…

Senin, 13 Agustus 2018 11:07

Asprov PSSI Kalteng Siapkan Sanksi untuk Persekap Kapuas

PALANGKA RAYA- Semangat Asosiasi PSSI Provinsi Kalteng untuk terus bergerak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*