MANAGED BY:
SABTU
19 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Selasa, 17 September 2019 15:17
Asap Kian Pekat, Layak Tanggap Darurat

Pemprov Surati Presiden dan Dua Kementerian

Kapal tugboat ketika hendak berlabuh di Pelabuhan Sampit di tengah kepungan asap pekat, Minggu sore (15/9)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Kondisi asap di Kota Palangka Raya dua hari beruturut-turut tidak menujukkan perbaikan. Status kualitas udara masih berbahaya. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatoligi dan Geofisika (BMKG) Kota Palangka Raya visibility di Kota Palangka Raya tidak mengalami perubahan dari hari sebelumnya. Tidak lebih dari satu kilometer.

Pemerintah Provinsi Kalteng (Pemprov) Kalteng telah merapatkan kenaikan status siaga darurat menjadi tanggap darurat berkenaan dengan kondisi asap yang terjadi di Ibu Kota Provinsi yakni Kota Palangka Raya ini. Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya menyebutkan berdasarkan indikator yang terjadi saat ini Kota Palangka Raya sudah layak ditetapkan sebagai tanggap darurat karhutla.

“Ada sebelas parameter penetapan tanggap darurat karhutla, dan Kota Palangka Raya sudah memenuhi syarat tersebut,” katanya saat di wawancara wartawan di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Senin (16/9).

Hanya saja, satu kriteria yang tidak terpenuhi yakni data jumlah pasien yang terdampak asap yaitu penyakit ISPA hanya mengalami kenaikan 40 persen dari minggu sebelumnya. Padahal, seharusnya penderita Ispa harus mengalami kenaikan dua kali lipat dari minggu sebelumnya.

“Peningkatan hanya 40 persen ini yang kami khawatirkan yakni adanya masyarakat yang terdampak ISPA tetapi berobat ke dokter khusus, sehingga tidak terdata oleh Dinas Kesehatan (Dinkes),” ucapnya.

Apabila Kota Palangka Raya ini sudah menetapkan status tanggap darurat karhutla maka di tingkat provinsi pun akan segera menetapkan status tanggap darurat karhutla. Tentu, penetapan ini akan berimplikasi kepada pembiayaan yang akan digunakan pada status tanggap darurat karhutla.

“Setelah tanggap darurat diberlakukan maka pasien di RS tentu tidak bisa di tanggung oleh BPJS, karena berdasarkan undang-undnag apabila ditetapkan KLB maka BPJS tidak menangung pengobatan tersebut, sehingga ditanggung oleh pemerintah,” bebernya.

Habib menyebutkan, hasil daripada rapat bersama beberapa instansi terkait di tingkat provinsi bahkan dihadiri oleb Wali Kota Palangka Raya menyebutkan siap menaikkan status menjadi tanggap darurat karhutla.

“Tadi malam kami sudah bertanya kepada instansi dan pihak-pihak terkait apakah mereka siap? Dan mereka mengatakan siap,” tegas Habib.

Saat ini, pihaknya hanya menunggu keputusan kenaikan status dari Kota saja, karena Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah menaikkan status menjadi tanggap darurat.

“Kami sudah berkirim surat kepada presiden dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kementerian Polhukam tentang keadaan dan keperluan untuk tanggap darurat ini,” ucapnya.

Sementara itu, terkait penyegelan beberapa perusahaan perkebunan di Kalteng yang diduga terjadi kebakaran di wilayah kerjanya oleh Kementerian LHK, saat ini Pemprov Kalteng tengah meminta data kepada kepolisian terhadap kasus ini karena kewenangan penindakan kasus ini berada di kepolisian.

“Kami sudah memberikan warning tentang hal ini, tetapi penindakan kewenangannya berada di kepolisian, nanti jika sudah ditetapkan bersalah secara dan sudah inkrah maka Pemprov bisa memberikan sanksi misal saja pencabutan izin dan lain sebagainya,” katanya.

Melihat kondisi kabut asap Kota Palangka Raya yang kian buruk beberapa minggu terakhir ini. dan terganggunya sejumlah aspek kehidupan dan aktivitas manusia. Harusnya Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menaikan status siaga menjadi tanggap darurat karhutla.

Menurut Ketua Sementara DPRD Palangka Raya Sigit K Yunianto, bila melihat kondisi kabut asap di wilayah Kota Palangka Raya saat ini, maka sudah semestinya atau sudah memungkinkan adanya peningkatan status karhutla menjadi tanggap darurat asap.

“Memang sudah selayaknya jadi status tanggap darurat kabut asap dan mendorong pemko segera menyiapkan banyak hal, baik berupa posko kesehatan pelayanan kepada masyarakat yang terpapar kabut asap ini,” tegasnya saat dikonfirmasi via telepon, Senin (16/9).

Menurut Sigit, dirinya belum mengetahui secara persis hal-hal atau kriteria apa saja yang bisa membuat pemko dapat segera menaikan status darurat asap tersebut. Namun ketika melihat akan kualitas udara yang kian buruk maka itu menjadikan salah satu indikator acuan penetapan status tersebut.

“Ya, kalaupun memang mengacu banyak indikator, maka bisa secepatnya dipenuhi. Nanti saya akan segera berkoordinasi dengan wali kota segera mungkin,” katanya.

Diterangkan Politikus PDP Perjuangan ini, tentu semua pihak harus bisa memahami kondisi saat ini, terutama bagaimana pemerintah harus mengambil sebuah kebijakan strategis dengan penuh kehati-hatian.

“Kami tentunya dari dewan tetap mendorong adanya peningkatan status darurat asap ini dengan cepat, sehingga pemerintah akan lebih cepat merespon dan peduli terhadap masyarakat, jangan menunggu banyak jatuh korban,”cetusnya.

HELI WATER BOMBING LUMPUH TOTAL

Kondisi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng khususnya di Ibu Kota Provinsi yakni Kota Palangka Raya dan Sampit semakin mengkhawatirkan. Helikopter bomber air atau yang sering disebut water bombing (WB) lumpuh total pada Minggu (15/9).

Koordinator helikopter WB di Bandara Tjilik Riwut Kapten Irvan menyebutkan bahwa kondisi asap yang semakin tebal memang melumpuhkan pengoperasian helikopter WB ini. Pasalnya, meski WB bertugas memadamkan karhutla tetapi dalam kondisi kabut asap semakin tebal tidak dapat dipaksakan.

“Minggu itu (15/9) kondisi kabut asap sangat tebal, bahkan pagi itu sekitar 200 meter saja jarak pandangnya, tentu ini membahayakan WB apabila dipaksa terbang,” katanya saat dikonfirmasi Kalteng Pos, kemarin.

Dijelaskannya, jarak pandang minimal untuk WB dapat terbang harus diatas satu kilometer dengan alasan berbagai pertimbangan. Meski pada dasarnya syarat trebang sama dengan minimal jarak pandang pesawat pada umumnya minimal 800 meter.

“Tetapi, untuk WB sendiri melintasnya di atas perkotaan atau bahkan permukiman warga, ditakutkan dengan jarak pandang yang sangat rendah akan mengganggu bahkan dapat membahayakan yang berada di permukaan misal saja menabarak tiang listrik,” jelasnya Irvan.

Dalam kondisi asap ini, terakhir kali WB terbang yakni pada Sabtu (14/9) lalu, apabila kondisi asap sudah membaik dan minimal jarak pandang sudah memenuhi syarat untuk terbang maka akan beroperasi kembali. Untuk saat ini, Peprov kembali mengusulkan tambahan helikopter WB dan sudah datang ke Palangka Raya satu WB.

“Benar, Pemrprov memang telah mengusulakan penambahan WB dan terealisasi sebanyak dua WB untuk dikirim ke Palangka Raya, tetapi saat ini hanya satu WB yang sudah datang. Sementara satu WB masih dalam proses kemngkinan 2-3 hari akan datang,” bebernya.

Ditambahkannya, dengan penambahan ini maka jumlah helikoter yang ada di Pemprov Kalteng sebanyak delapan WB dan dua helikopter patroli.

#JOKOWILIHATKALTENG

Jeritan masyarakat melalui akun media sosial banyak terlontar. Meminta belas kasihan dan perhatian dari Presiden RI Joko Widodo. Seperti postingan miliki @olamaya yang menyebutkan “Bayi 10 bulan ku, sedihnya” dengan postingan bayi menggunakan masker.

Kalimat menohok juga diposting oleh akun @handi_wjy yang memposting tiga gambar dengan kalimat “Cukup hidung dan mulutmu kau tutupi, mata hatimu jangan”, “Mungkin Kalimantan yang resah Indonesia tidak”, “Saat kalian tutup mata, tutup mulut dan telinga, tidak mustahil kami tutup usia”.

Berbeda dengan postingan akun @puspitasari_net27 yang tidak mengucapkan kalimat berarti. Hanya menuliskan kata singkat dan santun, “Dengan hormat, Pak @jokwi lihatlah Kalteng”.

Cuitan ramai dengan hastag #jokowilihatkalteng juga mmebanjiri akun-akun di instagram seperti @infoplk, @kota_sampit, @seputarkuala kurun, @jelawat_tv, @aslipurukcahu, @seputaranplk, @infopbun, @diskominfokalteng, @kabarjakarta1. (abw/ari/ala)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*