MANAGED BY:
SABTU
19 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Senin, 16 September 2019 15:10
Kotim Naikkan Status Jadi Berbahaya, Palangka Raya Belum
Stadion Tuah Pahoe diselimuti asap tebal, kemarin (15/9). (AGUS PRAMONO/KALTENG POS)

PROKAL.CO, BERBAHAYA. Begitu kategori kualitas udara di Kota Palangka Raya dan Kotawaringin Timur (Kotim). Jarak pandang juga terbatas. Belum lagi penderita ISPA yang menembus ambang batas. Bupati Kotim Supian Hadi menggelar Rapat Koordinasi kemarin (15/9) bersama instansi terkait.

Pemkab Kotim resmi menaikkan status siaga karhutla menjadi status tanggap darurat. “Kualitas udara di Kotim saat ini berbahaya. Kami menaikkan status,”katanya.

Supian Hadi juga meminta seluruh perangkat daerah (PD) turun untuk membantu memadamkan karhutla agar bisa mengurangi asap yang saat ini semakin pekat, Pemkab Kotim telah menetapkan libur sekolah pada 16-21 September 2019. Sementara, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya juga  menggelar Rapat Koordinasi dengan seluruh unsur terkait, mulai dari BPBD Kalteng, dan pihak-pihak yang tergabung dalam Satgas Karhutla. Mereka membahas status Kota Cantik. Tetap siaga darurat, atau tanggap darurat.

Beberapa pihak terkait menyampaikan pendapatnya. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tjilik Riwut menyebut bahwa Palangka Raya jarak pandang maksinal hanya 200 meter saja kemarin (15/9). Bahkan, hingga sore tidak ada perubahan yang signifikan. Hanya 600 meter menjelang petang.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng Norliani menyebutkan selama empat hari berturut-turut Kota Palangka Raya menunjukkan kualitas udara lebih dari angka PM10 300 mikrogram/m3, yang artinya berbahaya. Melihat kondisi tersebut Pemprov Kalteng boleh mengambil sikap. Yakni meningkatkan status menjadi tanggap darurat. Kota Palangka Raya indikator sudah memenuhi syarat menaikkan status,”ungkapnya saat Rapat Koordinasi Penetapan Status Karhutla di Kantor Wali Kota Palangka Raya.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng Mofit Saptono mengatakan, Kota Palangka Raya sebagai ibu kota provinsi memiliki status berbeda dengan kabupaten lain. Apabila pemko sudah menetapkan status karhutla menjadi tanggap darurat, maka provinsi juga akan menaikkan status menjadi tanggap darurat karhutla tingkat provinsi.

 “Ketika pemko meningkatkan status, maka Pemprov Kalteng akan meningkatkan pula, saat ini Kotim memang sudah naik status, tapi ini tidak cukup. Kecuali Kota Palangka Raya. Meski kabupaten lain belum naik status tetapi kota sudah naik maka provinsi akan menaikkan status pula,” ungkapnya, kemarin.

Acuannya, lanjut Mofit, apabila pemko sudah menetapkan status menjadi tanggap darurat, maka semua struktur berubah drastis. Salah satunya, pemko selama 1x24 jam harus bersurat kepada Pemprov Kalteng.

 “Jika sudah, status tanggap darurat ini akan berlaku sampai 30 hari,” tegasnya. Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin ketika dalam rapat sempat berucap menaikkan status tanggap darurat, dan akan berkirim surat ke Pemprov Kalteng disertai melengkapi sejumlah indikator untuk penetapan status tersebut

Namun, usai rapat, menaikkan status menjadi tanggap darurat urung dilakukan. Pihaknya terus melakukan rapat secara maraton dan sambil melihat kondisi cuaca di Kota Palangka Raya sebelum penetapan itu dilakukan. Sebab semua indikator harus terpenuhi.

Sementara itu, Sekda Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu menyampaikan, kalau saat ini pihaknya akan terus memantau akan kondisi asap di kota, apabila keadaan kabut asap kian memburuk maka bisa dilakukan penetapan tanggap darurat sembari memenuhi indikator tersebut.

 “Karena prosedur tanggap darurat itu harus memenuhi semua indikator tadi, nah kami sambil mematau kondisi di kota,” ucapnya.

HUJAN BUATAN DIUSULKAN

Sekda Kalteng Fahrizal Fitri menyebutkan Pemprov Kalteng sudah mengusulkan melakukan hujan buatan atau yang disebut Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Proses TMC ini akan mendatangkan pesawat herkules sebagai armada untuk melaksanakan TMC ini.

 “Iya, kami sudah mengusulkan dan informasinya kemarin, Sabtu (14/9) sudah akan didatangkan,” katanya saat dikonfirmasi, kemarin.

Pihaknya menyebutkan bahwa selama ini pemerintah sudah berusaha semaksimal mungkin dalam rangka pencegahan dan penanggulan karhutla di Kalteng ini. Tetapi, pihaknya menyayangkan adanya kelompok-kelompok tertentu yang menganggap bahwa kejadian ini adalah kegagalan pemerintah.

 “Kamis sudah turun tangan, tetapi memang karhutla ini masih masif terjadi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang diduga membakar hutan dan lahan ini,” ucapnya kepada Kalteng Pos per telepon.

Menurutnya, kejadian ini agar tidak saling menyalahkan tetapi juga harus sama-sama berbuat sesuatu. Tidak ada, lanjutnya, pemerintah yang menginginkan hal ini terjadi dan membiarkannya.  “Jangan hanya kritik saja, mereka juga harus berbuat. Tidak ada keinginan pemerintah terhadap hal ini,” tegas Fahrizal.

Sementara itu, Prakirawan di BMKG Kota Palangka Raya Lian Adriani saat dikonfirmasi pihaknya menyebutkan perkiraan cuaca di Kalteng masih tidak memiliki potensi untuk turun hujan. Sementara dengan usulan pemprov yang akan melakukan hujan buatan juga tergantung pada kondisi awan yang ada di Kalteng.

 “Dari segi cuaca memang beberapa hari kie depan belum ada potensi hujan, cuaca kering. Terkait rencana hujan buatan itu harus berdasarkan pada kondisi awan yang berpotensi hujan,” ucapnya. Sementara itu, untuk di wilayah Kalteng ini perkiraan prediksi akan memiliki awan yang berpotensi hujan yakni mulai awal Oktober mendatang. Kesimpulannya selama bulan September ini Kalteng tidak memiliki awan yang berpotensi hujan.

Menanggapi hal ini, Koordinator Lapangan helikopter water bombing (WB) Kapten Irvan menyebutkan bahwa pemprov memang sudah mengusulkan dilaksanakannya hujan buatan atau TMC. Saat ini, lanjut dia, bahan untuk proses hujan buatan sudah dalam perjalan dari Kabupaten Cirebon.  “Jadi untuk proses TMC ini bahannya sudah dalam perjalanan, berupa garam yang sudah dicampur dengan bahan kimia,”ujarnya.

Nantinya, lanjut Irvan, proses pembuatan TMC ini yakni menaburkan garam di awan menggunakan pesawat herkules. Sedangkan pesawat herkulesnya sendiri masih belum berangkat, rencananya besok (hari ini,red) akan bertolak menuju Palangka Raya.

 “Tetapi, informasi lebih lanjut mengenai kedatangan pesawat herkules bisa berubah, yang pasti bahan-bahan seperti garam sudah stand by dulu. Sekitar empat truk garam,” tegasnya. Menindaklanjuti informasi tidak adanya awan yang berpotensi menimbulkan hujan, nanti akan dibahas lebih lanjut. Apakah nantinya tetap menaburkan di beberapa wilayah Kalteng yang masih memiliki awan ataukah ke wialayah lain yang diprediksi arah angin ke Kalteng.

 “Menaburkan garamnya itu tidak harus di Palangka Raya, bisa di daerah lain yang diprediksi arah angin menuju Kalteng khususnya atau Kota Palangka Raya,” katanya. Keadaan asap yang semakin tebal ini membuat masyarakat Dayak menangis. Meratapi tanah Bumi Tambun Bungai tebakar yang sengaja dilakukan oleh oknum-oknum terkait. Tokoh adat Parada mengatakan, selaku tokoh adat di Kota Palangka Raya pihaknya sangat prihatin sekaligus kecewa dengan tangan-tangan yang membakar tanah Kalteng ini.

 “Saya sebagai masyarakat dayak kecewa, merasa bahwa ini kemungkinan ada faktor kesengajaan oknum tertentu,” tegasnya. Dalam menangani kasus ini tidak hanya mengandalkan manusia saja untuk memadamkan, tetapi juga perlu kasih Tuhan. Untuk itu, pihaknya akan melaksankan upacara ritual memanjatkan doa agar Tuhan memberikan kasih dengan menurunkan hujan untuk tanah Kalteng ini.  “Nanti, kami dari Agama Kaharingan akan melakukan upacara ritual dalam rangka memohon hujan turun, secara kelembagaan akan mencari waktu yang tepat dan mengumpulkan kader,” beber Parada.

Ritual yang akan dilakukan sementara dalah mengawur. Sementara ke depan akan merencanakan ritual yang lebih besar yakni balian. (abw/ari/sli/ram)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*