MANAGED BY:
SABTU
19 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Senin, 16 September 2019 13:50
Tak Ada Lagi Ruang Bebas Asap, Jangan Menunggu Kami Mati!
Karhutla di Kalteng beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA – Ancaman Presiden RI Joko Widodo terkait pemecatan terhadap pejabat terkait apabila tak sanggup menangani kebakaran hutan dan lahan seolah hanya omong kosong. Hingga kini, tindak lanjut gertakan tersebut nihil. Kebakaran hutan dan lahan kian tak terkendali dan menimbulkan asap pekat yang menyentuh level berbahaya.

Tak ada lagi ruang bebas asap di Palangka Raya. Udara beracun itu masuk hingga ke seluruh ruangan di rumah-rumah warga. Tak ada pilihan selain terus menghirup paparan udara dengan kualitas berbahaya tersebut.

”Asapnya terasa menyengat. Tenggorokan saya sakit karena menghirup asap terlalu banyak. Mau pakai masker juga sulit. Hidung saya gatal kalau pakai masker,” kata Ranie, warga Jalan Tingang, Palangka Raya, Minggu (15/9). Kiki, warga Jalan Temanggung Tilung mempertanyakan keseriusan pemerintah menangani bencana tersebut. Menurutnya, pemerintah gagal mencegah karhutla, sehingga bencana 2015 kembali terulang.

”Katanya pejabat terkait bisa dipecat kalau gagal atasi karhutla. Tapi sampai sekarang tak ada yang dipecat. Seolah hanya omong kosong saja. Jangan menunggu dari kami (warga Kalteng, Red) ada yang mati baru ada aksi serius,” ujarnya.

Ancaman Presiden itu sebelumnya dilontarkan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Istana Kepresidenan, Jakarta, 6 Agustus lalu. Setelah rakor itu, karhutla terus terjadi hingga tak terkendali. Petugas pemadam gabungan lintas instansi jadi garda terdepan menggempur api.

Di media sosial, warga ramai-ramai menyampaikan kegelisahannya terkait kian parahnya kabut asap. Kualitas udara di Palangka Raya kemarin tercatat paling buruk sepanjang tahun ini. Foto-foto berbagai sudut Palangka Raya yang tertutup asap bertebaran. Netizen juga ramai-ramai memasang tanda pagar ”Jokowi Lihat Kalteng”.

Sebagian netizen juga mengkritik penanganan kabut asap yang dinilai tak maksimal dilakukan pemerintah. Menurut mereka, sebelum Presiden menetapkan lokasi ibu kota, helikopter lalu lalang hampir setiap hari memadamkan api. Namun, setelah lokasi ibu kota ditetapkan di Kaltim, suara helikopter itu tak lagi terdengar.

Netizen juga mengkritik pemerintah yang kerap mencari kambing hitam. Misalnya, karhutla terjadi karena peladang atau bermuatan politis karena menjelang pilkada. Pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM Wiranto itu ramai-ramai direspons warga.

Sementara itu, menyikapi asap yang kian pekat, Pemerintah Kota Palangka Raya bersama pihak terkait menggelar rapat mendadak. Dalam rapat itu disepakati status penanganan karhutla dinaikkan dari siaga menjadi tanggap darurat yang rencananya efektif sejak Selasa (17/9).

Namun, status itu belum bisa langsung ditetapkan karena Pemkot masih merekomendasikannya ke Pemprov Kalteng. Jika status dinaikkan, otomatis pemerintah akan kembali menggelontorkan dana miliaran rupiah dan menanggung semua biaya pengobatan masyarakat yang terpapar karhutla. Pengobatan bukan lagi tanggung jawab BPJS. Pemerintah akan lebih intensif dalam penanggulangan bahaya karhutla.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, hasil rapat tim karhutla Palangka Raya menekankan, dalam 1x24 jam pemkot akan mengirimkan surat ke Pemprov Kalteng terkait kenaikan status tersebut.

”Isi surat itu dilengkapi 15 kriteria maupun indikator dari siaga menjadi tanggap. Jadi, sekarang ini masih ke arah tanggap darurat,” jelasnya.

Fairid menambahkan, dengan kenaikan status tanggap darurat, terkait kesehatan akan ditanggung pemerintah. Termasuk menyediakan ruang bebas asap dan hal lainnya.  ”Kami akan alokasikan anggaran sesuai aturan dan pemerintah yang menanggung pengobatan semuanya,” katanya didampingi Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar.

Penerbangan Batal

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan, tebalnya kabut asap membuat banyak rute penerbangan terganggu dan dibatalkan. Pesawat tak bisa mendarat maupun terbang karena jarak pandang terbatas.

”Dalam rangka memastikan keselamatan dan keamanan, Lion Air Group mengalami keterlambatan keberangkatan dan kedatangan. Pesawat kembali ke bandar udara keberangkatan, pengalihan pendaratan, serta melakukan pembatalan penerbangan di beberapa jaringan doemstik yang dilayani,” ujarnya.

Danang menambahkan, langkah itu ditempuh melihat kondisi saat ini yang mengakibatkan jarak pandang pendek. Tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan untuk proses lepas landas dan mendarat.

”Ada 81 penerbangan kami batalkan dan puluhan penerbangan terganggu alias delay. Saya pastikan sudah menginformasikan kepada seluruh penumpang . Bahkan, memfasilitasi kepada penumpang bagi yang akan melakukan proses pengembalian dana, perubahan jadwal keberangkatan (reschedule) sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku,” katanya.

Eksekutif General Manager (EMG) PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut Siswanto mengatakan, karena pekatnya kabut asap yang melanda wilayah Palangka Raya, hanya dua aktivitas penerbangan yang dilakukan maskapai.

”Saat ini jarak pandang masih di bawah batas minimal (800 meter). Beberapa penerbangan cancel dan delay untuk keberangkatan dan kedatangan di bandara. Kami masih melihat situasi di lapangan, menunggu kondisi lebih baik lagi,” ujarnya.

 

Keroyok Api

Kabut asap pekat dan menyentuh level berbahaya juga masih menyelimuti Kotim sampai kemarin sore. Sebanyak 531 titik panas terpantau melalui satelit. Dari ratusan titik panas itu, seluruhnya mencapai tingkat kepercayaan tinggi yang ditandai dengan warna merah. Artinya, titik panas itu merupakan titik api alias karhutla. Meski demikian, tadi malam, kualitas udara berangsur membaik.

Pemkab Kotim langsung menggelar rapat mendadak mencegah karhutla kian parah. Dari hasil rapat itu, disepakati seluruh Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) dan kecamatan bergerak membantu memadamkan api dengan memanfaatkan fasilitas kendaraan untuk mengakut air yang dimiliki setiap SOPD. Terutama untuk menyuplai air kepada petugas pemadam di lapangan.

Bupati Kotim Supian Hadi mengatakan, saat ini tim di lapangan jumlahnya sangat terbatas. Titik api dan kebakaran cukup banyak, sehingga kekurangan personel memadamkan api. Upaya yang dilakukan bukan hanya dari darat, namun juga udara karena luasnya lahan yang terbakar dan kurangnya petugas membuat kebakaran sulit dikendalikan. ”Hingga saat ini luasan lahan yang terbakar sekitar 400 hektare lebih. Lokasinya banyak terdapat di daerah selatan dan perkotaan," kata Supian.

Setiap SOPD, instansi vertikal, dan kecamatan, diminta menyiapkan mobil angkutan air menggunakan profil tank. SOPD dapat membantu menyuplai air kepada tim pemadam di lapangan. Hal itu untuk membantu truk air yang selama ini harus bolak-balik mengambil air.

”Teknisnya atur saja bagaimana, yang pasti saya ingin 24 jam mobil angkutan air tersebut siap membantu mengambil air untuk pemadaman," ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini banyak sungai yang sudah kering, sehingga untuk mengambil air cukup jauh dan memerlukan waktu. Dengan adanya suplai air dari angkutan SOPD, minimal akan mempercepat pemadaman, karena setiap mobil bergantian mengambil air ke sungai.

”Dengan semuanya bergerak, penanganan kebakaran akan lebih cepat dilakukan, sehingga api dapat dengan cepat dikendalikan," ujarnya.

Dia melanjutkan, dua unit helikopter tetap fokus memadamkan api melalui udara ke lokasi yang sulit dijangkau. Posko bantuan air juga akan dibagi tiga titik, yakni Dinas PUPR untuk arah ke selatan, Basarnas untuk arah utara, dan kantor BPBD untuk arah ke barat, wilayah Jalan Jenderal Sudirman.

Supian menegaskan, mobil angkutan air tersebut harus siap selama 24 jam, sehingga kapan diperlukan air langsung dapat membantu tim damkar dan BPBD memadamkan api. Setiap SOPD menugaskan minimal empat orang pegawainya untuk bergantian setiap harinya menyuplai air.

Pemkab Kotim akan membantu menyiapkan profil tank, selang, dan alkon untuk mendistribusikan air. Untuk mengisi profil tank akan dipusatkan di daerah Inhutani dan petugas yang mengisi air juga harus siaga 24 jam di tempat pengisian.

”Saya yakin dengan pola kerja sama ini penanganan karhutla akan cepat teratasi. Terlebih ada sekitar 50 SOPD yang akan bergerak membantu menyuplai air untuk BPBD dan Damkar," pungkasnya. (daq/dc/ign)

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*