MANAGED BY:
RABU
18 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 12 September 2019 10:03
Kabut Asap Menebal, Jam Masuk Sekolah Akhirnya Diundur

BRG Bantah Sumur Bor Fiktif Berasal dari Proyeknya

LIBUR LAGI: Sejumlah murid SDN 6 Palangka tampak menggunakan masker ketika berada di lingkungan sekolah.

PROKAL.CO, RAYA-Kabut asap yang terus menghiasi langit Palangka Raya beberapa hari ini, otomatis mengakibatkan buruknya kualitas udara. Dampak buruk bagi kesehatan menjadi hal yang tak mustahil terjadi. Terutama terhadap yang berusia anak serta berstatus peserta didik.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya mengambil kebijakan melalui surat edaran kedua, untuk mengundurkan jam masuk bagi peserta didik, mulai dari tingkat PAUD,TK, SD, hingga SMP. Jika sebelumnya peserta didik masuk sekolah pukul 06.30 WIB, kini menjadi pukul 07.30 WIB. Sebagaimana diketahui, pada Agustus lalu pemko pernah mengeluarkan surat edaran yang sama terkait pengunduran jam masuk sekolah. Kebijakan diambil lantaran kaut asap yang terus menyelimuti wilayah ini.

“Kami sudah berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait. Keputusan diambil adalah mengunduran jam masuk sekolah dan tidak ada kegiatan di luar ruangan sekolah,” kata Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, usai mengikuti rapat paripurna DPRD Palangka Raya, Rabu sore (11/9).

Selain mengundurkan jam masuk sekolah, hasil koordinasi antardinas di lingkungan pemko juga menhasilkan keputusan bahwa mulai hari ini memfokuskan untuk membagikan masker secara gratis kepada peserta didik.

“Selain itu, menyosialiasikan kepada peserta didik dan orang tua, kiranya saat berkegiatan di luar ruangan selalu memakai masker,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya Sahdin Hasan menambahkan, selama masih ada kabut asap tebal di wilayah Palangka Raya, maka jam masuk sekolah diundur menjadi pukul 07.30 WIB. Namun, dalam pelaksanaannya, setiap sekolah bisa menyesuaikan kondisi. Batas toleransi pengunduran bisa sampai pukul 08.00 WIB.

“Pukul 07.30 WIB. Secara administratifnya begitu. Tapi nanti di praktiknya seperti yang kami sampaikan kepada para kepala sekolah, mengingat situasi dan kondisi tidak sama, kami masih beri toleransi sampai pukul 08.00 WIB,” jelas Sahdin.

Meski terjadi pengunduran jam masuk sekolah, akan tetapi tidak diberlakukan pengurangan jam belajar. “Kami berharap supaya proses belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana mestinya,” lanjut mantan kepala Disperindag ini.

Pihaknya pun berencana membagikan 10 ribu lembar masker gratis kepada para peserta didik.

“Saya langsung turun membagikan masker. Mulai dari anak TK hingga pelajar SMP. Besok akan dilanjutkan kembali pembagian masker kepada sekolah-sekolah yang belum sempat mendapat bagian,” pungkas Sahdin.

 

Soal Sumur Bor Fiktif, BRG Membantah

Sementara, ditemukannya sumur bor fiktif di Desa Henda, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) yang diduga proyek Badan Restorasi Gambut (BRG) RI dan dikelola oleh Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD), menjadi sorotan publik. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng telah turun ke lokasi untuk memastikan kebenaran. Hasil penemuan di lapangan, sumur bor yang dibangun fiktif tidak berada pada kawasan titik koordinat pembangunan sumur bor oleh BRG.

Kepala TRGD Kalteng Fahrizal Fitri menegaskan, pembangunan sumur bor harusnya mengikuti titik koordinat pada peta yang sudah disediakan. Lokasinya pun minimal 200 meter dari bibir sungai, dengan pertimbangan sumur bor dapat menyediakan air.

“Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan oleh tim di lapangan, dengan melibatkan pihak-pihak terkait dan juga pihak yang bekerja sama dengan BRG pusat, sumur bor yang diduga fiktif tersebut selain di luar areal kerja BRG, juga tidak sesuai dengan spesifikasi ketentuan pembuatan sumur bor dari BRG,” katanya kepada awak media, Rabu (11/9).

Dijelaskannya, sumur bor tersebut hanya berupa pipa yang ditancapkan ke dalam tanah dan terdapat baut di bawahnya. Padahal, dalam membangun sumur bor, BRG selalu mempertimbangkan aturan ketentuan.

“Sementara hasil temuan di lapangan, sumur bor yang diduga fiktif itu, spesifikasinya tidak sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam BRG,” jelasnya di ruang rapat DLH Kalteng.

“Kami tidak tahu itu punya siapa dan maksudnya apa? Apa mungkin untuk mencari kesalahan kinerja kami? Kami tidak tahu," tambahnya.

Fahrizal menegaskan, ada beberapa ciri dan ketentuan yang tertera pada BRG. Di antaranya, saat pembangunan sumur bor, pipanya ditanam ke dalam tanah dengan berbentuk siku pada bagian atasnya. Juga ada identitas pada sumur bor tersebut sebagai penanda, di samping petugas sudah mengetahui melalui titik koordinat.

“Plang itu sebagai penanda visual saja, karena sebetulnya sudah diketahui titik koordinat sumur bornya. Tetapi, pada sumur bor fiktif itu hanya berupa pipa paralon yang ditancapkan lurus dan tidak memiliki plang,” tegas pria yang juga menjabat Sekda Kalteng ini.

Dikatakannya, pihaknya bisa memastikan bahwa pengerjaan sumur bor, yang juga bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP), sudah terpasang sesuai spesifikasi dan ketentuan yang benar.

Pasalnya, setiap pembangunan sumur bos selalu diawasi dan diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

“Sumur bor yang dibangun menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBN) ini bekerja sama dengan UMP. Pembangunannya pun sudah sesuai ketentuan BRG,” pungkasnya.(ari/abw/ce/ram)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 16:20

64 SUTT Terdampak Karhutla

Karhutla selain melumpuhkan penerbangan, transportasi darat, transportasi air, juga mulai…

Selasa, 17 September 2019 15:23

Bandara Lumpuh, Jalur Air Rawan

SAMPIT- Pemkab Kotim sudah menetapkan status tanggap darurat. Jarak pandang…

Selasa, 17 September 2019 15:17

Asap Kian Pekat, Layak Tanggap Darurat

PALANGKA RAYA-Kondisi asap di Kota Palangka Raya dua hari beruturut-turut…

Senin, 16 September 2019 15:10

Kotim Naikkan Status Jadi Berbahaya, Palangka Raya Belum

BERBAHAYA. Begitu kategori kualitas udara di Kota Palangka Raya dan…

Senin, 16 September 2019 13:50

Tak Ada Lagi Ruang Bebas Asap, Jangan Menunggu Kami Mati!

PALANGKA RAYA – Ancaman Presiden RI Joko Widodo terkait pemecatan…

Senin, 16 September 2019 12:13

Warga Kalteng Memburu Udara Segar

BATITA itu duduk di pangkuan ibunya. Didekap hangat. Perawat berusaha…

Senin, 16 September 2019 01:13

Kalimantan Ditutupi Asap, Penerbangan Lumpuh

PALANGKA RAYA - Kabut asap akibatan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)…

Senin, 16 September 2019 01:10

Wali Kota Minta Maaf ke Warga, Lapor ke Presiden Lewat Media Sosial

PALANGKA RAYA – Semakin parahnya kondisi kebakaran hutan dan lahan yang…

Senin, 16 September 2019 01:06

Mulai Senin Ini, Jam Masuk Kerja ASN Dimundurkan

PALANGKA RAYA – Setelah meniadakan proses belajar mengajar atau meliburkan sekolah,…

Minggu, 15 September 2019 09:13

Prediksi Pilgub Kalteng, Selain Dari Parpol ada 1 Independen

PALANGKA RAYA-Pengamat Politik Kota Palangka Raya Dr Jhon Retei Alfri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*