MANAGED BY:
SENIN
25 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Minggu, 08 September 2019 12:51
9 Orang Ditangkap, Kebanyakan Petani yang Membuka Lahan
Anggota Polres Kobar melakukan olah TKP kebakaran lahan.

PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini tidak hanya menyebabkan kabut asap serta penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare. Tapi dampak karhutla sudah menyeret sejumlah orang ke hadapan hukum. Bahkan di Kabupaten Kotawaringin Barat, sudah ada 9 orang ditangkap dan menjalani proses hukum karena diduga sebagai pelaku pembakar lahan. Kebanyakan diantaranya berprofesi sebagai petani.

Sebelumnya, polisi sudah mengamankan 5 orang. Yang terbaru, tertangkapnya petani cabai SA oleh Polsek Kumai karena membakar lahannya menggunakan minyak tanah hingga api menjalar ke hutan. Selain SA, polisi juga mengamankan HA (55) yang juga seorang petani, Jumat (6/9). Selain dua orang itu, polisi juga masih memeriksa 2 orang lainnya terkait karhutla di Kobar. Namun HA yang merupakan warga Kelurahan Kumai ditangkap karena membakar lahan miliknya di Jalan Pasir Putih, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Jumat (6/9). Saat ini, HA sudah berada di Polsek Kumai untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Kobar AKBP Arie Sandi ZS melalui Kasatreskrim AKP Tri Wibowo mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap beberapa tersangka yang sudah diamankan.

Sementara tersangka HA ditangkap karena membuka lahan dengan cara membakar. Namun saat membakar lahannya tidak ditunggu, sehingga api menjalar ke hutan.

"Api begitu cepat besar dan hembusan angin yang cukup kencang membuat kebakaran menjadi luas. Kami amankan pelaku usai melakukan pembakaran," katanya.

Tri Wibowo menambahkan, pelaku hanya bisa pasrah dan mengakui perbuatannya. Bahkan melihat api begitu besar dan menjalar ke lahan orang lain, pelaku hanya berdiam diri. Karena saat berusaha melakukan pemadaman tidak memiliki peralatan yang memadai sehingga api dengan cepat menyebar ke hutan di sekitar lahannya.

 Pelaku dijerat dengan Pasal 78 ayat (3) jo Pasal 50 ayat (3) huruf d Undang-Undang RI Nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan. "Pelaku terancam hukuman  penjara maksimal 10 tahun dan denda Rp 5 miliar," tegasnya. (son/ens/ctk/nto)


BACA JUGA

Senin, 18 Oktober 2021 13:58

Anggaran Food Estate Harus Diawasi, Warga Lokal Disebut Tak Dilibatkan Penggarapan

KUALA KAPUAS-Mega proyek food estate atau lumbung pangan di Desa…

Rabu, 13 Oktober 2021 11:55

Jangan Terlena Penurunan Covid-19 di Kalteng, Tetap Patuhi Prokes

PALANGKA RAYA-Kasus Covid-19 di Kalteng lebih dari sebulan terakhir ini…

Senin, 11 Oktober 2021 09:59

Bongkar Habis Jaringan Sabu Narapidana, Siap Razia Lapas dan Rutan se-Kalteng

PALANGKA RAYA – Terungkapnya sejumlah jaringan pengedar sabu yang dikendalikan…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:32
Semangat Menggebu Pejuang Pendidikan di Kalteng

Siswa dan Guru Bertaruh Nyawa Melawan Derasnya Arus, Patungan Beli Tanah untuk Bangun Ruang Guru

Akses jalan menjadi jantung kehidupan masyarakat. Terutama bagi peserta didik…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:13

Dinkes Dorong PTM Terbatas, Demi Mencetak Generasi Penerus yang Berkualitas

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng tengah mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran tatap…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:05

Penerimaan PPPK, Minta Pertimbangan Khusus terhadap Guru yang Puluhan Tahun Mengabdi

PALANGKA RAYA-Informasi kelulusan peserta seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja…

Jumat, 08 Oktober 2021 10:45

Sidang Perdana Mantan Direktur PDAM Tanpa Didampingi Pengacara

PALANGKA RAYA-Kasus tindak pidana korupsi (tipikor) yang menjerat mantan Direktur…

Jumat, 08 Oktober 2021 10:43

Dinkes Dorong PTM Terbatas, Demi Mencetak Generasi Penerus yang Berkualitas

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng tengah mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran tatap…

Kamis, 07 Oktober 2021 15:35

508 Peserta Tidak Hadir SKD

PALANGKA RAYA-Seleksi kompetensi dasar (SKD) yang dilaksanakan di Unit Pelaksana…

Kamis, 07 Oktober 2021 15:04
Terkait Dugaan Tipikor Kasus Dana Hibah Pilgub 2020

Geledah Kantor KPU Kapuas, Penyidik Kejaksaan Bawa Satu Koper dan 12 Boks

KUALA KAPUAS-Perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di Komisi Pemilihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers