MANAGED BY:
JUMAT
28 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Sabtu, 07 September 2019 13:54
Jarak Pandang Hanya 20 Meter Udara Sampit Berbahaya
ilustrasi

PROKAL.CO, SAMPIT- Kabut asap yang melanda Kota Sampit pada Jumat (6/9) pagi semakin tebal sehingga sangat mengganggu masyarakat yang sedang beraktifitas serta para pelajar yang ingin berangkat sekolah, karena dalam beberapa hari terakhir ini kebakaran lahan kembali marak terjadi.

Dari pantauan di lapangan sekitar pukul 05.00 WIB, jarak pandang sangat pendek. Di beberapa lokasi kawasan dalam kota seperti Jalan HM Arsyad dan Sudirman dan Kapten Mulyono, jarak pandang hanya berkisar 20 hingga 50 meter. Tetapi dipinggirkan sungai mentaya seperti jalan Iskandar dan Rahadi Usman jarak pandang aman, kabut asap tidak terlalu tebal di daerah kawasan tersebut.

Warga yang beraktivitas memilih menggunakan masker agar tidak terhirup asap bercampur debu kebakaran hutan dan lahan. Para pengendara juga menyalakan lampu dan mengurangi kecepatan, agar mencegah kecelakaan lalu lintas sambil membunyikan klakson.

Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur Suparmadi mengeluarkan imbauan kepada seluruh sekolah, agar bisa mengambil sikap masing-masing, terkait kondisi kabut asap. Baik itu penundaan jadwal pembelajaran atau tidak.

"Kami mengimbau kepada seluruh sekolah agar mengambil sikap terkait kabut asap yang terjadi saat ini, dan Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah untuk kebijakan jadwal belajar mengajar,"Sampainya

Menurutnya hal ini dilakukan, karena kondisi kabut asap tidak merata terjadi di seluruh kabupaten Kotim. Sehingga tidak bisa mengambil keputusan untuk meliburkan seluruh sekolah. Yang bisa pihaknya lakukan menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah untuk mengambil langkah dalam menghadapi kabut asap ini.

"Kalau memang kabut asap yang terjadi semakin memburuk, maka sekolah bisa langsung mengambil sikap menunda pembelajaran atau meliburkan. Karena yang tahu kondisi di sekolah itu, pihak sekolah sendiri," ujar Suparmadi

Sementara  Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Haji Asan Sampit Nur Setiawan mengatakan pagi ini tercatat 347 titik panas yang terpantau di Kabupaten Kotim dan kemarin sore masih tercatat hampir 300 titik, dan jarak pandang  pada pagi hari ini di sekitar 50 meter.

"Kami menghimbau masyarakat Kabupaten Kotim khususnya di kawasan pusat kota Sampit agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan karena kualitas udara setempat sudah masuk kategori berbahaya, karena asap yang terjadi sejak pagi tadi memang sangat pekat,"imbaunya.

Nur Setiawan juga menjelaskan, pemantauan kualitas udara itu tergambar dari data informasi konsentrasi partikulat (PM10) yang terus diperbarui dari waktu ke waktu. Nilai ambang batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara yakni 150 mikrogram atau dengan kualitas udara kategori sedang.

Pembagian kategori kualitas udara didasarkan pada kadar polusi udara yakni 0 sampai 50 mikrogram kategori baik, 50 sampai 150 mikrogram kategori sedang, 150 sampai 250 mikrogram kategori tidak sehat, 250 sampai 350 mikrogram kategori sangat tidak sehat dan lebih dari 350 mikrogram kategori berbahaya.

"Berdasarkan data sejak pukul 04.00 WIB pagi sampai pukul 07.00 WIB udara sampit masuk kategori tidak sehat. Menjelang pukul 08.00 WIB bertambah parah karena sudah masuk kategori berbahaya dengan kadar lebih dari 350 mikrogram.kondisi terus memburuk, bahkan pukul 09.30 WIB kadar polusi udara sempat mencapai angka 467.58 mikrogram.dan diharapakan grafiknya berangsur turun dan segera membaik," pungkasnya.(bah)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 25 Februari 2020 11:33

ANTIKLIMAK..!! Ini Ending Dugaan Pornografi Oknum Kades

PANGKALAN BUN-Setelah cukup lama terkatung-katung, kasus dugaan pornografi yang menimpa…

Selasa, 25 Februari 2020 11:12

Karyawan Sawit Diduga Dibunuh

SAMPIT-Usai sudah pencarian terhadap Lenna Br Naibaho (48). Diduga menghilang…

Senin, 24 Februari 2020 15:17

Maling Ponsel di Masjid Tertangkap

PANGKALAN BUN-Setelah dilakukan penyelidikan dan pengejaran, akhirnya pelaku pencurian handphone…

Senin, 24 Februari 2020 15:14

PRIHATIN..!! Dua Bulan, Ada 4 Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur

NANGA BULIK - Dalam 2 bulan terakhir, setidaknya ada 4 kasus…

Senin, 24 Februari 2020 15:13

Kapal Kelotok Terbalik, 2 Orang Tewas Tenggelam

SAMPIT- Kecelakaan lalu lintas air terjadi di Daerah Aliran Sungai…

Senin, 24 Februari 2020 10:15

Simpan Obat Terlarang di Sempak, Tetap Ketahuan

PALANGKA RAYA - Rim Raimas Direktorat Samapta Polda Kalimantam Tengah…

Minggu, 23 Februari 2020 09:55

Warga Bingung, 20 Ekor Ayam Mendadak Hilang, Eh Ternyata Ini Pelakunya....

PALANGKA RAYA - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya…

Jumat, 21 Februari 2020 09:56

Ramai di Medsos, Akhirnya Bupati Kunjungi SD Tak Layak Itu

PURUK CAHU–Setelah ramai di media sosial (medsos) karena kondisi Sekolah…

Rabu, 19 Februari 2020 11:40

Tiga Mahasiswa Dinyatakan Negatif Virus Korona dan Sehat

TAMIANG LAYANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur menerbitkan surat…

Rabu, 19 Februari 2020 10:08

Scoopy vs Jupiter, Satu Tewas

KUALA KAPUAS - Kecelakaan lalulintas (lakalantas) menelan korban jiwa kembali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers